Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 116 MCS


__ADS_3

Tok..Tok


"Sayang.. kamu udah selesai belum ?" tanya bima khawatir dari balik pintu kamar mandi karena sudah 10 menit istrinya belum juga keluar dari kamar mandi..


Tapi tidak ada jawaban dari dalam..


"Aku masuk ya ??" sambung bima karena istrinya itu tidak menjawab panggilan nya


Tiba..tiba


Ceklek


Belum sempat bima membuka pintu kamar mandi, dinda sudah lebih dulu membuka pintu tersebut..


"Sayang, kamu nggak apa apa kan ?" tanya bima khawatir seraya menangkup wajah kecil istrinya..


Dinda memaksakan senyum nya.. "Aku gak apa apa om.." jawab dinda seraya melepaskan kedua tangan bima dari wajahnya..


Dinda lalu berjalan perlahan menuju tempat tidur.. "Aku ngantuk om.." katanya tanpa menoleh,


"Astaga.. pasti ada yang tidak beres lagi ni..!!" batin bima


wanita itu lalu naik ke atas tempat tidur king size nya. Dia berbaring membelakangi suami nya..


"Sayang. kamu kenapa ? Apa ada ucapan ku yang menyinggung perasaan mu ?" tanya bima setelah dia ikut naik ke atas tempat tidur..


Dinda tidak menjawab, kepalanya tiba tiba pusing dan perut nya sedikit mual. Wanita itu lebih memilih untuk memejamkan kedua matanya..


Bima menarik nafasnya panjang. Dia masih belum menyadari apa kesalahan nya.


Bima mengusap perlahan kepala sang istri. Dan ketika melihat istrinya sudah terlelap, bima pun kembali turun dari tempat tidurnya..


**Di ruang keluarga..


Ting..


Semua mata tertuju pada pintu lift yang terbuka..


"Mana istri mu ?" tanya dad yuda


"Tidur..!!" jawab nya singkat..

__ADS_1


"Sini nak bima.." bunda memanggil menantu nya, meminta bima untuk duduk bergabung bersama mereka..


Bima pun berjalan menghampiri ketiga orang tua nya. Dia lalu duduk di salah satu sofa besar yang kosong..


"Kenapa wajah mu di tekuk seperti itu ??" dad yuda kembali melontarkan pertanyaan yang sebenarnya bima sangat malas untuk menjawabnya..


Dia pun memilih diam dan fokus pada layar tv besar yang menampilkan acara olahraga..


bunda tiba tiba bergeser, duduk mendekat ke arah sang menantu. Di pegang nya salah satu tangan menantunya.. "Kamu pasti bingung ya kenapa istrimu cepat sekali berubah mood nya ?" pertanyaan bunda langsung membuat bima menolehkan wajahnya..


Bunda tersenyum saat tahu ternyata firasat nya benar..


"Istilahnya Mood Swing.. Itu adalah hal yang wajar yang di alami setiap wanita yang tengah berbadan dua.."


Bima terus mendengarkan penjelasan sang mertua. Dia memang ingin mencari jawaban atas pertanyaan nya itu, kenapa mood istri nya cepat sekali berubah.


"Kamu tahu ? Perubahan suasana hati itu di sebabkan karena perubahan yang signifikan dari hormon estrogen dan progesteron yang meningkat saat kehamilan.."


Bima membenarkan posisi duduknya jadi menghadap ke arah bunda. "Apa itu berbahaya bun ?" tanya bima sedikit khawatir,


"Sebenarnya bisa jadi berbahaya jika ibu hamil terus mengalami mood swing. Karena perubahan emosi itu dapat menimbulkan dampak buruk pada janin, seperti terhambatnya pertumbuhan pada janin. Ini bisa terjadi jika ibu hamil terus memproduksi hormon stress yang di sebut juga Kortisol. Jika kadar hormon itu terus naik, pembuluh darah bisa menyempit dan menurunkan aliran darah ke janin.."


deg


"Lucu sekali putra mu Yud, dia begitu khawatir padahal istri ku saja belum menyelesaikan kalimatnya.."


"Iya benar Ar, aku yakin sekarang dia sedang kebingungan bagaimana menghadapi istrinya yang sedang hamil itu.."


**


Di tempat dan waktu yang berbeda..


Setelah bayu pamit pulang, chacha langsung menemui ibu nya yang sedang berada di dalam kamar..


Tok..Tok


"Bu.." panggil chacha dari luar kamar..


"Iya cha, masuk.." jawab ibu


Chacha pun masuk setelah mendapat kan izin dari si empu nya kamar tersebut. Di kamar tersebut, gadis itu melihat ibu nya sedang memeriksa laporan pembukuan usaha bengkel nya..

__ADS_1


"Bu, chacha mau ngomong.."


"Ya ngomong aja cha. Ibu dengerin.." balas ibu tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku besar milik nya .


"Ibu bisa kasih chacha waktu sebentar ? Chacha mau ngomong serius.."


Ibu menoleh seraya mengerutkan kening nya. Lalu wanita itu pun langsung menutup buku nya tadi, dan sekarang dia memposisikan diri nya untuk berhadapan dengan sang putri..


"Ada apa cha ? Kaya nya serius banget sih.."


huh


Chacha menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya perlahan..


"Bu, Sebenarnya chacha udah tahu semuanya.." ucap chacha mengawali pembicaraan yang serius itu..


"Apa maksud kamu ? Ibu nggak ngerti.."


"Sebenarnya Ayah kandung chacha belum meninggal kan bu ??"


deg


Mata ibu membulat sempurna,


"Kamu ngomong apa sih cha ? Jangan ngaco deh.." kata ibu mengelak sambil memalingkan wajah nya


"Bu, Sekarang chacha bahkan tahu dimana ayah chacha tinggal. Dan chacha juga tahu ayah memiliki seorang anak laki laki yang seumuran dengan kak diki.."


deg


Ibu membeku, tidak bisa berkata kata. Bahkan sekarang lutut nya terasa lemas tak bertulang. Kenyataan yang selama ini di pendam nya seorang diri bertahun tahun ternyata terbongkar sudah.


Chacha mendekat sambil berlutut di depan sang ibu.. "Bu, chacha mau menikah dengan kak diki. Tapi pernikahan chacha gak akan terwujud kalau bukan ayah yang menjadi wali nikah chacha bu.." ucap chacha dengan lelehan air mata seraya memegang kedua tangan ibu nya..


Melihat putri nya menangis, ibu menjadi tidak tega. Karena jarang sekali chacha menangis di hadapan nya. Chacha itu tipe anak yang kuat, dia akan menyembunyikan tangisan nya untuk diri nya sendiri. Tapi sekarang ? Lihatlah bagaimana gadis itu begitu rapuh dengan air mata yang terus membasahi kedua pipi nya.


Hidup bertahun tahun tanpa sosok Ayah. Di paksa kuat oleh keadaan, padahal dulu saat masih kecil chacha selalu iri pada teman teman nya di sekolah yang selalu di jemput oleh orang tua yang lengkap. Tapi chacha sekalipun tidak pernah mengeluh sejak ibu mengatakan ayah chacha sudah pergi ke surga. Dan setiap hari chacha selalu memanjatkan doa agar ayah nya tenang di sana.


Tapi doa itu hanya sampai chacha mengetahui bahwa ayah nya belum meninggal. Chacha berhenti mendoakan sang ayah.


"Maaf kan ibu cha.. hiks..hiks.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2