Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 168 MCS


__ADS_3

Jangan kan para staf yang hadir, mendengar ucapan terakhir suami nya pun luna ikut terkejut. Ini di luar dari skenario tadi, bima tidak mengatakan apapun mengenai pergantian kepemilikan rumah sakit ini.


*Di ruangan luna..


Luna sejak tadi terus melayangkan protesnya. Dia tidak mau menjadi pemilik rumah sakit mana pun. Dia ingin bekerja di rumah sakit selain milik suami nya. Kenapa semua nya jadi begini. Terlalu rumit bagi luna.


Memang suami nya ini selalu bertindak di luar dugaan. Tapi luna tidak menyangka bima memutuskan tanpa bicara dulu dengan nya..


"Sudahlah sayang. Kamu jangan marah begitu.." Bima memeluk luna dari belakang..


"Kalau kamu memang tidak mau, ya sudah. Kita bisa menjual lagi rumah sakit ini. Ada beberapa pengusaha besar yang sejak dulu ingin memiliki tempat ini, sebagian besar dari mereka berniat menghancurkan rumah sakit ini untuk di bangun tempat hiburan malam. Menurut mereka letak tempat ini sangat strategis dan pasti akan menghasilkan uang yang lebih banyak di banding tempat hiburan mana pun!!"


Deg!!


Luna membisu. Benar kah itu ?? Rumah sakit ini akan di hancurkan. Lalu bagaimana nasib para tenaga medis yang bekerja di sini ? Lalu bagaimana nasib para pasien nya ?


"Sebentar. Aku akan menghubungi david dan meminta nya untuk menerima tawaran jual beli rumah sakit ini dengan para pengusaha itu. Jika harga nya cocok aku akan melepasnya..!!" Bima melepaskan pelukan nya, lalu mengambil ponsel nya yang ada di saku dalam jas nya..


Tiba tiba, luna menahan tangan suami nya.


Luna menggeleng pelan seolah meminta suami nya untuk tidak menghubungi asisten pribadi nya tersebut. Bima menyunggingkan senyum nya, "Kenapa ??" tanya bima seraya menghampiri lagi luna


"Baiklah.." ucap luna


Bima mengerutkan kening nya.. "Baiklah ??" beo bima sengaja ingin menggoda sang istri


"Iya, baiklah kalau begitu. Aku akan menerima rumah sakit ini. Jadi jangan jual rumah sakit ini pada siapapun..!!" ucap luna tegas..


Bima kembali melingkarkan satu tangan nya di pinggang sang istri sementara satu tangan nya yang lain terangkat untuk membelai wajah luna dengan lembut..


"Sebagai pemilik rumah sakit ini, kamu tidak harus melakukan apapun. Nanti david yang akan mengurus semua nya. Kamu cukup bersama ku kemana pun aku pergi. Aku tidak mau lagi kita berjauhan, cukup sudah 5 tahun aku tersiksa..!!"

__ADS_1


"Kalau begitu aku boleh kan tetap bekerja ? Aku akan melamar di rumah sakit besar di pusat kota..." Luna belum menyerah, dia tetap ingin menjadi dokter. Cita cita yang sejak dulu di impikan nya.


Cupp


Bima memberikan kecupan di bibir sang istri.


"Jangan mimpi, sayang!! Aku tidak akan membiarkan mu bekerja di mana pun!!"


Luna kembali bersedih. Haruskah dia kembali mengubur impian nya lagi ? Tidak bisakah bima mengerti sedikit saja, betapa luna ingin membantu menyelamatkan banyak nyawa dengan tangan nya sendiri.


Huh!!


Luna menguatkan hati nya.


"Baiklah. Kalau om tidak mengizinkan ku untuk menjadi seorang dokter, maka lebih baik kita berpisah saja seperti dulu!! Aku sudah cukup bahagia dengan hidup ku saat ini. Aku punya dewa dan aku bisa mencukupi kebutuhan dewa dengan profesi ku saat ini!!"


Deg!!


Kini bima yang mematung.


"Ya!! Karena om tidak pernah mendukung ku, om tidak pernah menanyakan apa yang aku inginkan. Aku selalu mengikuti apa mau om, tapi om tidak pernah begitu kepada ku!!" Luna kembali menahan air mata nya, dia tidak mau lagi membohongi diri bahwa dia benar benar ingin menggapai impian terbesar nya.


Bima terdiam, lidah nya kelu, tak mampu lagi membalas ucapan sang istri. Sebenarnya apa yang luna cari ? Kenapa dia ingin bekerja, padahal bima sangat mampu untuk membiayai hidup istri dan anak nya.


Bima menyugar rambut nya dengan kasar, merasa frustasi menghadapi luna. Pria itu pun memilih berjalan ke dekat jendela, menghirup udara segar dari luar mencoba untuk menurunkan emosi nya yang sudah tidak tertahan.


Kenapa luna bisa semudah itu menyebut kata pisah ? Apa luna tidak merasakan betapa tersiksa nya hidup yang di jalani bima selama 5 tahun tanpa diri nya ?


"Benarkah perpisahan yang kamu ingin kan ??" bima berbalik dengan sepasang manik mata nya yang sudah menggenang..


Deg!!

__ADS_1


Luna kembali tersadar ketika melihat kedua bola mata milik suami nya yang sudah basah.


"Astaga!! Apa yang sudah aku katakan tadi ??" Luna menyadari perkataan dia barusan sangat keterlaluan. Bukan itu maksudnya, luna hanya ingin suami nya bisa mengerti sedikit saja keinginan nya.


Luna menghampiri bima dengan tatapan penuh penyesalan..


Wanita itu menggeleng pelan, "Tidak. Bukan itu maksud ku..!!" ucap nya seraya memegang pipi bima dengan satu tangan nya..


Grep!!


Melihat air mata bima yang sudah bercucuran, luna langsung memeluk tubuh kekar itu dengan erat..


"Maaf, bukan begitu maksud ku, om!!" ucap nya lagi semakin menyesal dan langsung menarik kembali kata katanya yang menyakitkan tadi.


Bima hanya diam. Tidak menjawab ucapan luna bahkan tidak membalas pelukan nya.


Beberapa detik berlalu tapi bima tetap diam tak merespon apapun..


Luna perlahan melepaskan pelukan nya..


"Maaf. Bukan maksud ku bicara seperti tadi. Aku hanya ingin om bisa mengerti dan sedikit saja mendukung apa yang menjadi impian ku.." Luna menuntun suami nya untuk duduk di salah satu sofa panjang yang ada di ruangan nya..


Pembicaraan ini harus di selesaikan hari ini juga. Tidak bisa di biarkan berlarut larut.


"Sekarang aku tanya, apa alasan om melarang ku menjadi dokter ??" luna menurunkan nada bicara nya sampai serendah mungkin. Di lihat dari wajah suami nya, luna tahu bima saat ini sedang marah pada nya.


"Aku tidak pernah melarang mu menjadi seorang dokter. Aku hanya melarang mu untuk bekerja !!"


"Itu maksud ku. Kenapa om melarang ku bekerja ? Untuk apa gelar Dokter jika aku tidak bisa menyalurkan ilmu yang sudah aku dapat ini ?? Selama 5 tahun aku sudah bekerja untuk menghidupi dewa dan diriku sendiri dengan profesi ku. Aku suka menjadi dokter, aku suka membantu banyak orang, bahkan aku suka berada di ruang operasi selama berjam jam. Kenapa om tidak bisa mengerti ??"


"Jika kamu bekerja, lalu aku bagaimana ?? Aku tahu kamu pasti akan sibuk dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit di banding dengan ku. Aku tidak mau seperti itu!! Dan kamu tahu aku sangat pencemburu. Melihat mu memiliki rekan kerja pria saja aku tidak sanggup, hati ku panas, pikiran ku kemana mana. Lalu aku harus bagaimana sekarang ? Mengizinkan mu tetap bekerja lalu kita akan ribut setiap hari karena cemburu ku yang berlebihan itu ??"

__ADS_1


Ada kilatan kemarahan dan kekecewaan yang bercampur menjadi satu di kedua manik mata pria itu.


"Baiklah, kalau itu yang kamu mau. Silahkan. Aku mengizinkan mu bekerja seperti yang kamu inginkan. Tapi kamu harus ingat. Akan ada banyak dokter pria di sekitar mu yang akan kehilangan pekerjaan nya jika berani dekat dengan mu atau bahkan berani menaruh rasa pada mu. Aku tidak akan menahan diri untuk menghancurkan mereka semua!!"


__ADS_2