
Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang dengan menggunakan pesawat pribadi keluarga Havidi, saat ini Ayah, bunda dan juga Dinda dengan suami nya sudah berada di rumah sakit di negara J.
"Tuan Yuda masih koma, tuan. Sampai saat ini beliau belum sadarkan diri.." kata asisten pribadi dad yuda pada bima
Bima terduduk lemas di kursi tunggu ruangan perawatan daddy nya..
Dinda mengusap punggung suami nya mencoba memberikan support sistem pada bima..
"Bagaimana ini bisa terjadi ??" tanya ayah yang belum tahu lengkap kronologi kejadian..
Asisten pribadi tuan yuda pun memberitahu ayah apa yang di alami atasan nya hingga membuat beliau koma sampai saat ini.
Yang membuat ayah bingung adalah di tubuh tuan yuda tidak ada bekas luka sama sekali. Mungkin hanya sedikit terlihat memar di bagian siku tangannya..
"Tuan yuda mengalami benturan pada kepala belakang nya tuan, itu yang membuat tuan mengalami koma sampai saat ini.."
"Sayang, lebih baik kamu pulang ke mansion bersama ayah dan bunda. Sejak kemarin kamu belum istirahat.." kata bima khawatir
Dinda menggeleng.. "Aku ingin di sini bersama kamu.." jawab nya
"Tapi kamu sedang hamil sayang, berada di rumah sakit terlalu lama tidak baik untuk mu dan dia.." ujar bima lagi seraya mengusap perut sang istri
"Tapi...."
"pleasee...." bima memegang tangan sang istri..
__ADS_1
Dinda pun akhirnya menurut pada sang suami. Padahal sebenarnya dia ingin sekali terus berada di samping bima saat ini.
Setelah itu dinda dan kedua orang tua nya pun meninggalkan rumah sakit menuju mansion tuan yuda yang berada di negara J.
*Masih di rumah sakit..
"David. perketat penjagaan di mansion.." kata bima setelah istri dan kedua mertuanya meninggalkan rumah sakit..
"Baik bos..." jawab nya dan langsung melaksanakan perintah sang atasan
*
*3 hari kemudian...
Sudah lebih dari 3 hari tuan yuda belum membuka mata nya juga. Alat alat di tubuh nya pun semakin banyak yang terpasang.
"Kasihan istri mu di mansion, kamu melarang nya ke rumah sakit, tapi kamu tidak pulang juga untuk menemui nya.." sambung bunda..
"Tapi bun, bagaimana kalau dad membuka mata dan aku tidak ada di sini..."
"Nanti ayah dan bunda yang akan langsung menghubungi kamu..." jawab bunda
*
*Mansion...
__ADS_1
Bima memeluk istri nya dari belakang ketika dia masuk ke dalam kamar, pria itu melihat sang istri berdiri memandangi perkebunan bunga yang ada di bawahnya..
"Kamu menunggu ku ??" tanya bima dengan suara lembut..
"he'em.." jawab dinda singkat seraya meletakkan telapak tangannya di lengan sang suami yang melingkar di perutnya
"Maaf, aku sangat khawatir dengan keadaan daddy.."
"Its Okay sayang. Aku mengerti.."
Bima lalu membalikkan tubuh sang istri. Awal nya dia mengira dinda akan kembali marah dan salah paham. "Terimakasih, sayang.." kata bima lalu memeluk kembali istri kecilnya
Dinda pun mengeratkan pelukan nya, sebenarnya dinda tahu sesuatu yang bima tidak tahu. Semalam dia mendengar ayah dan bunda nya berbicara, bahwa harapan hidup dad yuda sangat kecil. Bahkan jika alat alat yang terpasang di tubuh nya di cabut mungkin dad yuda tidak akan bernafas lagi..
Dinda mengusap punggung belakang suami nya berkali kali. Entah apa yang akan terjadi jika sampai hal buruk kembali di alami suami nya.
setelah cukup lama mereka dalam posisi itu, dinda pun membawa suami nya menuju tempat tidur..
"Sayang, kamu tidur lah dulu. Sejak kemarin kata ayah kamu belum istirahat kan ??" Kata dinda seraya membantu suami nya berbaring..
"Jangan kemana mana..." bima menahan tangan sang istri ketika dinda akan beranjak dari tempat nya
Dinda mengangguk, kemudian dia kembali duduk di sisi tempat tidur dan mulai membelai rambut suami nya. Dan ajaib nya kurang dari 5 menit bima sudah tidur lelap..
Cupp..
__ADS_1
"Aku akan selalu di samping mu dalam keadaan apapun, suami ku..."