Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 144 MCS


__ADS_3

Pagi hari nya..


"Tuan bima sekarang berada dimana ?" tanya david sang asisten melalui sambungan telepon pada anak buah nya. Asisten bima itu kebingungan karena ketika dia mengecek kamar hotel tempat bos nya itu menginap ternyata bima sudah keluar hotel sejak jam 4 pagi tadi.


"Tuan bima sedang bersama kami, tuan.." jawab pria di sambungan tersebut


"Okay baiklah. Aku akan kesana sekarang..!!" jawab david.


Kemarin sebelum berangkat bima memberi perintah kepada asisten nya itu untuk mengurus perusahaan selama dia tidak ada. Tapi karena david khawatir akan kesehatan bos nya yang selalu tidak ingat waktu jika sedang ada masalah dengan istri nya, akhirnya david memutuskan untuk menyusul bos nya tersebut.


David tahu, jika sudah begini pasti atasan nya itu akan melupakan segalanya termasuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri nya sendiri.


Fokusnya akan tertuju pada dinda. Satu satu nya wanita yang bisa membuat bima tergila gila. Bahkan bima berani mempertaruhkan nyawanya demi sang pujaan hati.


David ingat betul ketika bima tertembak di bagian dada kiri nya. Dan itu pun dia lakukan untuk mempertahankan miliknya, siapa lagi kalau bukan sang istri yang amat dia cintai.


Setelah mendapat informasi keberadaan bos nya, david pun segera berangkat menuju villa nyonya muda nya.


Dari hotel tempat bima menginap jaraknya tidak begitu jauh. Hanya butuh 15 menit dalam perjalanan.


*


Sementara itu di sebuah mobil van yang sama..


Pukul set 6 pagi..


Sudah lebih dari satu jam setengah bima terus mengamati kamar sang istri dari dalam mobil.


"Aku sangat merindukan mu, sayang.."


Tiba tiba terlihat dari kejauhan ada seseorang keluar dari villa, berjalan dengan pelan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong di sisi kiri kanan Hoodie yang di kenakan nya.


Bima mengerutkan kening nya..


Deg!!


"Sayang. Kamu kah itu ??" tanya bima dalam hati nya.


Meskipun ragu tapi bima seperti mengenali seseorang tersebut. Dari cara dia berjalan, di tambah dengan Postur tubuh nya, meskipun memakai Hoodie yang tebal di tambah kupluk hoodie yang menutupi bagian atas kepalanya, bima detik itu juga langsung yakin bahwa orang itu adalah sang istri kecil yang sangat dia rindukan.

__ADS_1


"Kenapa dia keluar di jam segini ??" gumam bima


Sementara itu dinda terus berjalan keluar dari villa. Dinda pura pura tidak melihat mobil mobil yang sekarang tepat berada di depan nya.


Dinda melangkah menyusuri jalanan yang kiri dan kanan nya tertutup kabut.


"Mami tahu papi kamu pasti ada di dalam salah satu mobil itu. ayo kita lihat nak apa yang akan papi mu lakukan jika melihat mami keluar di udara yang sedingin ini.." gumam dinda sambil mengusap perut nya..


"Tuan. Seperti nya nyonya sedang olahraga pagi. Apa kah kamu harus mengikuti nyonya, tuan ??."


Tanpa menjawab pertanyaan anak buah nya, bima langsung turun dari mobil. Bima berjalan perlahan di belakang sang istri. terlihat jelas kecemasan di wajah pria itu.


Tin!! Tin!!


Tiba tiba dari arah berlawanan datang sebuah mobil dan langsung berhenti tepat di samping dinda berjalan..


"Kak David ??" gumam dinda setelah jendela kaca mobil terbuka


"Dinda ?? Kamu sedang apa disini ??" tanya david


"Astaga!! Seharusnya aku yang bertanya, ngapain kak david disini, hem ??"


Bima langsung memberikan tatapan membunuh pada david..


"Hei. Kak ? Ko jadi bengong ??" tanya dinda yang sebenarnya tahu apa yang terjadi pada david


"Sudah ah. Kak david kalau ada perlu sama ayah langsung saja ke villa. Tapi ayah masih tidur, mungkin satu jam lagi baru bangun.." kata dinda yang berpura pura tidak tahu tujuan david datang ke tempat itu untuk apa.


Setelah mengatakan hal itu dinda pun kemudian melanjutkan jalan pagi nya dan tentu saja di belakang sana bima terus mengikuti kemana kaki sang istri melangkah.


Karena merasa kelelahan akhirnya dinda berhenti di sebuah taman yang ada aliran sungai nya. Aliran sungai kecil yang air nya sangat jernih.


Dinda duduk di salah satu batu dengan melepas kedua sepatu yang tadi di pakai nya. Dengan perlahan dia memijat mijat telapak kaki nya yang pegal dan sedikit sakit.


"Maaf ya sayang, kamu pasti lelah.." kata dinda sengaja dengan suara yang pasti di dengar oleh seseorang yang terus memperhatikan nya di belakang..


Dinda lalu mengambil ponsel dan mengecek suhu di daerah itu..


"Pantas saja dingin sekali. Suhu nya saja 14°" gumam dinda

__ADS_1


Meskipun memakai hoodie dan celana panjang di atas mata kaki, tapi tidak membuat dinda merasa hangat, justru udara dingin ini terasa menembus tulang tulang nya.


Mau berjalan kembali ke villa tapi wanita itu sudah kelelahan. Tapi jika terus berada di sini pun seperti nya bukan ide yang bagus.


Dinda kembali memakai kaos kaki dan sepatu nya. Dia memutuskan untuk kembali ke villa karena sudah tidak tahan dengan udara dingin tersebut.


Dinda berjalan perlahan dengan memeluk tubuh nya sendiri. Tanpa dinda sadari Bibirnya bahkan sedikit membiru saking dingin nya.


Tiba tiba..


grep!!


Tangan besar melingkar, memeluk dinda dari belakang..


"Kenapa kamu keluar di udara sedingin ini, hem??"


Deg!!


Dinda mematung. Mendengar suara nya saja membuat rasa rindu di hati nya semakin membesar..


"Kamu sengaja ingin membuatku khawatir ??" tanya bima lagi sambil terus memeluk sang istri


"Aku sangat sangat sangat merindukan kalian.." sambung bima lagi..


Tiba tiba saja air mata dinda menetes tanpa bisa dia tahan lagi. Betapa dia pun sangat merindukan suami nya.


"Maafkan aku yang tidak memiliki kesabaran yang cukup besar untuk mengahadapi kehamilan kamu ini. Aku menyesal sayang. Aku mohon kembalilah pada ku."


Dinda tiba tiba melepaskan kedua tangan bima yang melingkar di tubuh nya.


Wanita berbadan dua itu kemudian berbalik menghadap sang suami.


Di buka nya kupluk hoodie yang menutupi kepalanya.


Tangan dinda terangkat ke atas, dan dengan perlahan tangan itu mulai menghapus jejak air mata di kedua pipi suami nya..


Dinda menggeleng pelan sambil terus menatap mata suami nya.. "Jangan menangis!!" Dua kata yang di ucapkan dinda pertama kali..


Kini giliran tangan bima yang terangkat membelai rambut istri nya..

__ADS_1


"Pulanglah bersama ku, sayang"


__ADS_2