Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 176 MCS


__ADS_3

"Aku juga setuju, sayang.." ujar bima seraya mengusap pucuk kepala sang istri.


Dan setelah pembicaraan itu, hari itu juga bima bersama istri dan anak dan juga kedua mertuanya langsung bergegas mencari sekolah untuk dewa.


Tidak perlu mencari terlalu lama, akhirnya seluruh keluarga sepakat akan menyekolahkan dewa di sekolah internasional yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal Ayah dan bunda.


Setelah dari sekolah tersebut dan mengantarkan kembali kedua mertuanya ke rumah, kini bima mengajak sang istri untuk ke rumah sakit milik nya yang ada di pusat kota.


"Mas, untuk apa kita ke rumah sakit ??" tanya luna ketika mobil suami nya sudah tiba tepat di depan rumah sakit tersebut..


Bima tersenyum.. "Nanti kamu akan tahu. Ayo turun.." bima pun turun lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk istri dan anak nya..


"Papi, siapa yang sakit ??" tanya dewa yang kini sudah kembali berada di gendongan papi nya..


"Tidak ada yang sakit, sayang." balasnya seraya berjalan dengan tangan yang lain menggenggam tangan luna..


Mereka bertiga pun kemudian masuk ke dalam rumah sakit dengan di sambut oleh beberapa staf dan dokter yang ada di sana..


"Maaf bos, saya telat.." David tiba tiba sudah berdiri di samping bosnya lalu menekan tombol lift untuk bos nya tersebut..


Bima tidak mengatakan apapun. Bukan marah, hanya saja mood nya sedang baik dan tidak mau marah marah karena asisten nya itu terlambat. Padahal ketika bima sedang mengendarai mobil, dia menyempatkan untuk mengirim pesan pada asisten nya tersebut bahwa dirinya akan datang ke rumah sakit, dan meminta david untuk menemui nya disana.


Sebenarnya david pun tidak salah. Dia terlambat karena menggantikan bosnya itu melakukan meeting dengan salah seorang relasi bisnis perusahaan bima. Meski begitu david tetap menjalankan tugas dengan baik, walaupun dalam satu waktu dia harus berpindah ke lokasi yang jauh dan berlawanan seperti saat ini dia langsung berangkat dari perusahaan nya menuju rumah sakit yang letaknya lumayan jauh.


*Di dalam lift...


Dewa yang berada di gendongan papi nya terus melihat ke belakang dimana david berdiri. Anak itu terus memperhatikan wajah david yang terasa asing baginya.


"Mi, om ini siapa ??" tanya dewa karena sudah sangat penasaran


Luna tersenyum.. "Ini nama nya om David, sayang.."


Dewa terus menatap lagi sampai membuat david kikuk. David sebenarnya tidak begitu suka dengan anak kecil. Baginya anak kecil itu sangat merepotkan.


Ting!


Pintu lift terbuka..


Bima langsung membawa sang istri masuk ke ruangan CEO rumah sakit tersebut yang mana itu adalah ruangan pribadi bima..


"David. Kau jaga putra ku di sini. Awas! Jangan sampai dia terluka barang secuil..!!"

__ADS_1


Deg!!


David membeku. Sungguh dia tidak mau berada di satu ruangan dengan anak kecil, siapapun itu. Apalagi di ruangan itu hanya ada dia dan dewa. Ah, membayangkan nya saja sudah membuat david stress.


"Baik bos." tapi hanya itu yang bisa david katakan, mengingat kesalahan nya tadi yang sudah terlambat dia tidak ingin membuat mood bosnya kembali buruk.


Bima pun menurunkan dewa dan membawa anak nya tersebut untuk duduk di salah satu sofa..


Bima berjongkok di depan putranya.. "Kamu disini dulu ya, nak. Jangan kemana mana. Okay ??"


Dewa pun mengangguk pelan, sementara luna masih bingung dengan situasi ini..


Tok tok tok


Belum sempat bima dan luna keluar, pintu ruangan sudah lebih dulu di ketuk dari luar.


Ceklek!


Deg


Seseorang langsung mematung ketika kedua netra nya melihat sesuatu yang tak terbayangkan sebelum nya..


"Mau apa kau ke ruangan ku ??" sarkas bima dengan sengaja menyulut emosi seseorang itu..


Bima langsung menarik tangan sang istri dan membawa nya bersembunyi di balik tubuhnya yang tinggi tegap itu..


Bima hanya diam tidak menjawab, pria itu yakin dokter Tian, sepupu laknat nya tersebut pasti tidak tahu kalau yang dia sebut wanita cantik itu adalah Dinda, istri bima.


Pastilah untuk beberapa orang yang belum terlalu mengenal luna lebih dekat tidak akan mengira bahwa wanita yang saat ini bersembunyi itu adalah dinda aka luna. Penampilan luna sudah jauh berubah, apalagi rambutnya saat ini tidak panjang lagi seperti dulu, yang terkesan semakin membuat luna terlihat jauh lebih dewasa.


Dokter tian pun berjalan menghampiri bima..


"Hei cantik.." sapa dokter tian seraya memiringkan kepalanya untuk melihat ke arah wanita yang masih bersembunyi di belakang tubuh sepupunya itu..


Plak!!


"****!!" Dokter tian mengumpat ketika mendapat pukulan menyakitkan di kepala nya..


"Jangan macam macam!! Wanita ini istri ku!!" ketus bima dengan tatapan tajam.


"Hahaha..." dokter tian tertawa mengejek.. "Istri mu ?? Sejak kapan kau menikah lagi ? Seharusnya kau itu cari istri mu yang kabur, bukan nya malah mengganti dinda dengan wanita lain. Dasar buaya!!"

__ADS_1


Bima hanya menatap datar tanpa ekspresi. Ingin rasanya dia sobek mulut sepupu nya itu yang sudah berani mengatainya dengan sebutan buaya.


Melihat situasi yang dirasa sudah tidak aman, luna pun bergerak maju dan berdiri tepat di samping suami nya..


"Hai kak Tian, eh maksudnya dokter Tian.. Apa kabar, dok ??" suara luna memecah keheningan yang tadi sempat terjadi beberapa saat..


Deg!!


"Suara itu..." batin tian. Meskipun masih bingung, tapi mendengar suara yang keluar dari mulut wanita itu tian pun mulai mengingat ingat siapa sebenarnya wanita yang ada di hadapan nya ini..


"Kamu...??" tunjuk tian takut salah untuk menyebutkan satu nama yang dia yakini..


Luna tersenyum hingga memperlihat kan barisan giginya yang putih lalu mengangguk pelan.. "Iya, aku dinda.." sambung luna lagi


Dokter tian terkejut, lalu sedetik kemudian..


Grep!!


"Astaga! Dinda.. Kemana aja kamu selama ini !!" Tanpa di duga dan tanpa permisi dokter tian langsung memeluk luna, dan itu sontak saja membuat emosi bima langsung meradang..


Bugh!!


Bima menarik baju putih khas dokter yang di kenakan tian dengan kasar. Lalu mendorong nya hingga sepupunya tersebut tersungkur dan membentur lantai..


"Astaga om!!" Luna tadi sempat terkejut ketika mendapat pelukan mendadak dari sepupu suami nya, tapi luna lebih terkejut lagi, belum ada 30 detik dokter tian memeluknya kini dokter tampan itu sedang mengaduh kesakitan seraya mengusap pelan tubuh bagian belakang nya karena bokong nya tersebut mencium lantai ruangan pribadi suami nya dengan cukup keras.


Bima menahan tangan istri nya saat luna ingin menghampiri dan memeriksa keadaan dokter tian..


"Sudah ku bilang ini istri ku!! Kenapa kau malah memeluk nya!!" kesal bima yang tentu saja tanpa rasa bersalah sudah mendorong sepupunya tersebut


"Brengsek!! Kau ini benar benar sepupu s*tan!! Lihat saja, aku akan menyuntik mu agar kau impoten dan tidak bisa lagi menikmati keindahan istri mu itu!!" Tak kalah kesal dari bima, dokter tian pun memberikan ancaman yang tidak tanggung tanggung.


"Apa kau bilang!!" Bima hendak menghampiri sepupunya, tiba tiba...


"PAPI..." pekik dewa yang sejak tadi menjadi penonton bersama david kini membuka suaranya..


Dokter tian pun bangun perlahan dan kembali berdiri..


"Papi..???" beo dokter tian sambil menatap anak kecil yang memegang tangan bima


"Kenapa wajah nya mirip sekali dengan mu??" tanya dokter tian polos tanpa mengalihkan pandangan dari dewa..

__ADS_1


"Tentu saja mirip, karena dia memang anak ku!!"


__ADS_2