Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 134 MCS


__ADS_3

*Di rumah utama


"Om, ayo bangun. Kita kan mau ke pernikahan chacha dan kak diki. Aku gak mau sampai telat.." dinda sejak subuh terus membangunkan suaminya. Padahal bima baru tidur pukul 3 dini hari, ya alasan nya tentu saja karena sang istri yang terus meminta nya memijat bagian tubuh nya mulai dari punggung, tangan sampai ke kaki nya. Dan jika bima berhenti, dinda akan terbangun dan meminta suami nya itu kembali memijat nya.


Seorang bima, si putra mahkota hanya dinda lah yang berani berbuat seperti itu. Maka nya sampai pukul 7 pagi ini bima belum juga terbangun.


"Om..ayo..." kata dinda lagi yang semakin kencang menggoyangkan tubuh suami nya..


"5 menit lagi sayang.." jawab bima dengan mata yang masih terpejam..


"NGGAK!!" tegas dinda, "Dari tadi 5 menit terus tapi nggak bangun bangun.." sambung nya lagi..


"Okay yah, kalau om nggak mau bangun aku berangkat sendiri kesana. Siapa tahu nanti aku ketemu cogan disana.."


"Siapa cogan ??" bima langsung terduduk dan bersandar di tempat tidurnya menatap sang istri dengan tatapan tajam memaksakan mata nya agar terbuka sempurna..


Dinda tersenyum kecil.. "COWO GANTENG!" jawab nya dengan penuh penekanan..


Wajah bima langsung berubah masam.. "Kalau begitu, kita tidak perlu pergi kesana!! Kita dirumah saja hari ini.."


"Om aja yang dirumah, chacha kan sahabat aku, masa aku nggak datang ke nikahan sahabat ku sendiri.." jawab dinda yang kini sedang memoleskan make up tipis di wajah nya


"Dia juga tidak datang ke pernikahan kita.." balas bima santai..


"Itu beda kasus!! Pernikahan kita itu tidak di rencanakan.."


Bima tersenyum melihat wajah istri nya di tekuk lucu, dia lalu bangun dan berjalan menuju sang istri..


Cupp..


Satu kecupan mendarat di pucuk kepala dinda..


"Tapi minggu depan pesta pernikahan kita sudah aku rencanakan dengan matang, kamu boleh mengundang seluruh teman teman mu dari sekolah dasar sampai kuliah. Katakan pada mereka bahwa kamu adalah istri dari seorang Bima, pengusaha muda, kaya raya, dan sukses yang terkenal seantero negeri.." kata bima panjang lebar membuat dinda menahan tawa nya..


"Negeri dongeng.." kata dinda sengaja meledek


Bima memutar kursi tempat dinda duduk.. "Berani menggodaku, hem ??" tanya bima sambil mencubit ujung hidung sang istri..

__ADS_1


*


*


Di sisi lain..


"Bu, chacha deg degan.." ucap chacha yang saat ini tengah di make up oleh seorang MUA terkenal..


Ibu tersenyum sambil menggenggam tangan putri nya, ibu lalu membantu chacha untuk rileks dengan meminta sang putri menarik nafas dalam dalam lalu membuang nya perlahan. Begitu seterusnya sampai chacha sedikit lebih tenang.


TokTokTok..


Pintu kamar hotel tiba tiba di ketuk dari luar..


"Siapa bu ??" tanya chacha,


Ibu mengangkat kedua bahu nya, dan segera berjalan menuju sumber suara..


"Dinda.." ucap ibu terkejut melihat siapa yang datang..


"Tante.." kata dinda lalu memeluk ibu chacha dan wanita di hadapan nya pun membalas pelukan hangat dari dinda..


Ibu tersenyum lalu mengusap perut dinda tiba tiba.. "Sudah berapa minggu ??" tanya ibu membuat dinda terbengong


"Tante tahu ??"


"he'em.." jawab ibu mengangguk pelan,


"Pasti dari chacha ya..??" tanya dinda memicingkan kedua mata nya.. "ini sudah jalan 6 minggu tan.." jawab dinda ikut mengelus perutnya yang masih rata..


"Siapa bu..???" suara teriakan dari dalam membuat ibu dan dinda menggelengkan kepala nya kompak..


Kedua wanita itu pun langsung masuk ke dalam..


"Aaaa....." pekik chacha saat melihat siapa yang datang..


"Sssttt.." dinda meletakkan jari telunjuknya di depan bibir nya sendiri.. "Itu MUA pada kaget semua tahu denger kamu teriak..!!" kata dinda lalu menghampiri sahabat nya..

__ADS_1


"Aku kira kamu nggak datang.." jawab chacha seraya cipika cipiki dengan dinda..


"Nggak mungkinlah aku nggak datang. Kamu kan sahabat ku cha.." jawab dinda, sedetik kemudian dia langsung memandangi sang sahabat dari ujung kaki sampai ujung kepala..


"Ya ampun cha, kamu cantik banget.." ucap dinda dengan wajah yang berbinar..


"Jangan bohong! Pasti aku aneh ya pake gaun kaya gini ??" tanya chacha sedikit murung, karena jujur saja sejak tadi dia melihat di cermin sama sekali tidak percaya diri dengan penampilan nya hari ini


"kamu cantik cha. Sumpah cantik banget..!!" jawab dinda mengangkat dagu chacha pelan..


"Kamu tanya aja sama semua yang ada di dalam kamar ini, pasti mereka sependapat sama aku.." kata dinda seraya mengedarkan pandangan nya pada orang orang yang berada di dalam ruangan tersebut..


Semua serempak menganggukkan kepala bersama sama termasuk ibu..


*


*


Di kamar yang lain..


"Aku tidak menyangka ternyata kau berjodoh dengan sahabat istri ku.." kata bima saat sudah berada di dalam kamar bersama dengan kedua sahabat nya..


Diki tersenyum.. "Ya, aku pun merasa beruntung. Ternyata chacha lah yang akan menjadi pendampingku.." jawab diki sambil berdiri di depan cermin besar di kamar itu menatap diri nya yang sudah rapi dengan setelan jas berwarna senada dengan gaun yang dipakai oleh calon istri nya hari ini


"Heh, ingat! Aku ini kakak ipar mu, jadi jangan sampai kau berani menyakiti adik ku..!!" ucap riko bangun dari duduk nya menatap diki dengan tatapan menantang..


"Tunggu..tunggu..!! Seperti nya aku melewatkan sesuatu.. Apa tadi kau bilang, kakak ipar ???" ucap bima yang memang belum tahu apa yang sudah terjadi sebelumnya, karena dia terlalu sibuk dengan istri dan calon buah hati nya


"Cerita nya panjang, seperti nya tidak cukup waktu jika di ceritakan sekarang..!! Yang jelas, diki adalah adik ipar ku.." kata riko seraya melingkarkan lengan nya di bahu diki, sementara diki langsung memutar bola mata nya malas..


Plak..


diki memukul punggung tangan riko yang berada di bahu kanan nya.. "Biarpun aku adik ipar mu, tapi usia ku tidak berubah, aku 2 tahun lebih tua dari mu. Jadi jangan macam macam padaku..!!" kata diki dengan tatapan tak kalah tajam..


"Astaga.." bima menggelengkan kepala nya heran dengan kelakuan kedua sahabat nya ini.


"Sudahlah, dari pada berdebat tidak jelas lebih baik kita turun sekarang..!!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2