Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 93 MCS


__ADS_3

Cukup lama diki, riko, david dan juga teman teman mereka menunggu pihak berwajib datang. Mulai tidak sabaran, akhirnya salah satu dari mereka memutuskan untuk melihat keadaan dari jarak dekat.


Di sana hanya terlihat beberapa orang pria bertubuh besar berjaga di depan pintu masuk gudang tersebut. Tapi keadaan di sana terasa berbeda. Sepi seperti tidak ada interaksi di dalam gudang itu.


Lalu lelaki itu pun kembali pada riko dan diki untuk melaporkan apa yang di lihat nya.


Merasa janggal, akhirnya diki meminta riko dan teman teman nya untuk ikut melihat keadaan di sana.


Tapi ternyata saat sudah tiba, diki semakin penasaran.


"Aku akan kesana..!! Kalian tunggu di sini..!!" ucap diki pada riko dan kawan kawan nya..


"Jangan gila..!! Kau tidak bisa mengalahkan mereka seorang diri..!!" ucap riko


Memang benar, tidak mungkin diki bisa mengalahkan laki laki yang terlihat berjumlah 8 orang itu seorang diri.


"Kalau sudah tahu tidak bisa, tanda nya kau juga harus ikut bersama ku..!!" sindir diki


"Ck, kalau begitu ayo..!! Aku juga sudah lama tidak berolahraga..!!" kata riko sekena nya, lalu dia meminta teman teman nya untuk ikut di belakang mereka..


**


"Mau apa kalian..???" tanya seorang penjaga saat diki, riko dan beberapa orang lain nya sudah berada di depan pintu..


Bugh..


Tanpa aba aba diki melayangkan satu tinju nya pada lelaki itu..


Terjadilah keributan antara kelompok gangster riko dan kelompok mafia tersebut.


Beruntunglah, perkelahian itu di menangkan kelompok diki dan riko. Meski ada beberapa yang terluka, tapi tidak separah luka yang di alami oleh kelompok mafia tersebut.


Teman teman riko yang gangster itu pun sudah membekali diri mereka masing masing dengan senjata tajam. Meski bukan pistol tapi senjata mereka lebih berbahaya, karena sudah di olesi dengan racun yang mematikan. Jika terkena goresan dari senjata senjata itu, racun tersebut akan langsung menyebar melalui aliran darah korban nya.


Brakk...


Diki dan beberapa orang mendobrak pintu itu..


Dan saat pintu itu terbuka, ruangan tersebut sudah kosong. Hanya ada sisa tali di bawah tiang, yang di yakini mereka bekas mengikat bima di tiang tersebut.


"S I A L..!! kemana mereka membawa bima..??"


...----------------...


Flashback On..


"Plan B..!!"


"Baik bos..!!" jawab salah seorang anak buah tersebut. Lalu segera melaksanakan perintah tuan nya..


Saat bos mafia itu sudah pergi meninggalkan gudang tersebut, beberapa orang dari mereka lalu membuka ikatan bima dengan terlebih dulu memberikan lagi obat bius agar bima tidak bisa kabur dari mereka.


Bima di bawa menggunakan mobil yang sama melalui pintu belakang gudang tersebut. Dengan tangan yang kembali di ikat, bima di letakkan di kursi bagian belakang dengan posisi meringkuk.


"Kau dengar tadi saat di gudang ?? Sepertinya korban bos ini bukan orang sembarangan..!!" ucap salah satu anak buah itu pada teman nya yang lain..

__ADS_1


"Iya benar. Biasa nya bos akan langsung mengeksekusi korban nya tanpa ampun..!! Tapi Ini sudah lebih dari 5 jam tapi bos belum juga mengambil keputusan..!!"


Setelah hampir satu jam lebih, mobil mereka tiba di sebuah vila tepi pantai yang sudah di sewa oleh bos mafia tersebut.


Tubuh bima lalu di letakkan di dalam sebuah kamar dengan tangan dan kaki yang terikat..


Mereka lalu pergi dan mengunci kamar bima dari luar..


**


Di lain tempat..


"Sayaang, ayo makan dong nak..!! Kamu dari pagi belum makan sayang..!!" bujuk bunda dan ayah yang kini berada di dalam kamar pribadi dinda dan suami nya..


Dinda menggeleng.. "Aku gak laper bun..!!" katanya lemah


"Jangan gitu dong nak, nanti suami kamu marah sama ayah dan bunda karena tidak bisa menjaga kamu selagi dia tidak ada..!! Ayo, makan ya sedikit saja..!!" sambung ayah khawatir melihat putrinya begitu pucat tak bertenaga..


"Kamu mau makan apa ? Bunda bikinin ya..??" kata bunda lagi


"Aku mau mas bima.. hiks..hiks..!! Dia belum ada kabar bun, aku takut terjadi apa apa..!!" Akhirnya dinda menangis di depan ayah dan bunda nya..


Ayah dan bunda sontak saling melihat satu sama lain..


Setelah itu, ayah lalu keluar dari kamar dinda..


**


Ayah menghubungi besan nya, yaitu tuan yuda. Dia ingin meminta penjelasan, karena sahabat nya itu tidak memberitahukan apapun mengenai bima yang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri..


Ayah langsung bicara, saat sambungan itu terhubung..


📞 Tuan Yuda : Apa maksud mu Ar ??


📞 Ayah : Jangan pura pura tidak tahu, yud. Anak ku menangis sepanjang hari. Dia bahkan tidak mau makan sedikit pun. Sebenarnya bima kemana ? Aku sudah mencoba menghubungi dia tapi ponsel nya tidak aktif..


Terdengar suara tarikan nafas panjang tuan yuda di sambungan telepon itu..


📞 Tuan Yuda : Ar, Bima di culik..!!


📞 Ayah : Apa maksud mu yud..!! Katakan dengan jelas..!!


Ayah lalu menceritakan saat bima di bawa oleh orang tidak di kenal di bandara..


📞 Ayah : Astaga.. Lalu bagaimana keadaan bima sekarang ??


📞 Tuan Yuda : Aku belum tahu. Tapi aku sudah mengerahkan seluruh kolega ku untuk menemukan bima secepatnya. Ar, aku mohon jangan beritahu menantu kesayangan ku tentang ini. Aku takut dia akan terguncang..


Ayah mengiyakan permintaan tuan yuda, karena memang saat ini keadaan putrinya pun sedang tidak baik baik saja.


Setelah itu, sambungan telepon itu pun berakhir. Menyisakan seribu pertanyaan di kepala ayah.


**


Di kamar..

__ADS_1


"Bun, aku mau sendiri..!!" kata dinda


"Tapi nak..."


"Aku mau sendiri dulu bun.." dinda mengulangi ucapan nya


bunda pun pasrah, wanita itu lalu keluar meninggalkan kamar dinda..


Bunda melihat ayah sedang melakukan panggilan telepon tidak jauh dari ruang keluarga..


Bunda pun melangkahkan kaki nya menuju sang suami. Samar samar bunda mendengar percakapan itu.


Setelah sambungan itu terputus, ayah lalu berbalik dan terkejut melihat istrinya sudah ada di belakang ayah..


"Bunda..!!" kata ayah terkejut


"Siapa yang di culik ayah ???" tanya bunda dengan wajah yang serius..


"Tidak ada, seperti nya bunda salah dengar..!!" kata ayah seraya berlalu meninggalkan bunda, karena dia tidak mau sampai istrinya kepikiran dengan nasib menantu satu satu nya itu..


Bunda menarik tangan ayah dan menatap ayah dengan tatapan tajam.. "Katakan..!! Jangan menutupi apapun dariku..!!"


deg


Ayah tahu saat istrinya itu memanggil dengan sebutan "aku" untuk dirinya bukan lagi bunda, berarti wanita itu sedang marah..


Ayah lalu menarik nafas dalam dalam..


"Bima di culik bun..!!" kata ayah seraya menunduk sedih


"Hah..??? Bagaimana bisa..??" tanya bunda..


"Apa mas bima di culik..?????"


"Sayang..!!" kata bunda dan ayah bersamaan seraya menengok ke arah dinda yang keluar dari kamar nya..


Dinda lalu melangkahkan kaki nya dengan cepat "Jawab ayah, apa benar mas bima di culik..??" tanya dinda dengan suara yang bergetar


Ayah diam tidak bisa menjawab pertanyaan putrinya..


"Ayo sayang, bunda antar ke kamar..!! Kamu butuh istirahat..!!" bunda memegang kedua bahu dinda


Dengan sisa tenaga yang di miliki nya, dinda menepis tangan bunda dengan kasar. Tanpa sadar, untuk pertama kali nya dia melakukan hal itu.


"Katakan ayah, apa yang sebenarnya terjadi..hiks..hiks.." dinda menggoyangkan kedua bahu ayahnya meminta penjelasan..


Dinda tiba tiba jatuh pingsan di depan ayah dan bunda nya, beruntung ayah sempat menahan tubuh putrinya hingga tubuh dinda tidak sampai menyentuh lantai..


"Sayaang, bangun nak..!!" bunda histeris dan teringat beberapa waktu lalu keadaan ini pernah terjadi sebelumnya..


Ayah lalu mengangkat tubuh putri nya yang seringan kertas itu ke dalam kamar..


"Bun, cepat telepon dokter..!!"


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2