Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 120 MCS


__ADS_3

Pagi hari nya..


Dinda sudah lebih dulu bangun, dia kini berada di meja makan bersama daddy nya.


"Mana suami mu sayang ?" tanya dad yuda


"Masih tidur dad.." jawab dinda seraya mengoleskan selai di roti tawar nya..


"Dad, hari ini mau kemana ?" tanya dinda


"Seperti nya dad hanya akan ke perusahaan sebentar, lalu sore dad akan berangkat ke Jerman lagi.."


Dinda menekuk wajahnya..


"Memang nya kenapa sayang ?" tanya dad yuda saat melihat perubahan raut wajah menantu kesayangan nya


"Apa dad harus banget ya balik ke Jerman ?"


Dad yuda tersenyum, "Kemarin bima mengatakan minggu depan akan mengadakan pesta pernikahan kalian.."


Dinda mengangguk tapi dengan ekspresi tidak bersemangat..


"H-2 sebelum acara dad pasti sudah di sini lagi untuk membantu mempersiapkan acara kalian.."


Dinda tersenyum kecut. Dia rasanya sudah tidak bersemangat lagi untuk merayakan acara resepsi pernikahan nya.


Setelah obrolan ringan itu, dinda memilih untuk ke taman belakang yang ada di mansion utama.


Wanita itu duduk di tepi danau buatan yang memang sudah ada sejak mansion itu di bangun.


huh


Berkali kali dia membuang nafas kasar karena terus mengingat kejadian memalukan semalam.


"Rasanya aku ingin hilang ingatan saja..!!" Batin dinda terus merutuki kebodohan nya. Bisa bisa nya dia mengajak suami nya bercinta lebih dulu layak nya seperti seorang j*l*ng saja..


**


*Di kamar..


eughh..


Bima baru saja bangun dari tidurnya yang hanya beberapa jam itu. Ya, semalam bima baru bisa memejamkan mata saat menjelang matahari terbit. Dia benar benar frustasi karena kejadian semalam.


Laki laki itu bangun seraya mengumpulkan kesadaran nya. Di tengok nya ke sisi lain tempat tidur, ternyata di sana sudah kosong.


Bima lalu bangun dan mencari dinda ke setiap sudut kamarnya..


"Yank.." panggil bima sambil membuka pintu kamar mandi.


Kembali, sosok yang di cari nya tidak ada disana..


Sudah pasti bima panik. Laki laki itu lalu mengambil pakaian nya yang semalam dia buka, setelah itu dengan tergesa gesa dia memakainya kembali seraya berjalan menuju ke luar pintu kamar nya dan langsung masuk ke dalam lift menuju lantai 1 mansion..

__ADS_1


*Di lantai satu..


Di meja makan bima melihat ada bekas gelas kopi yang masih tersisa sedikit, lalu di sisi lain ada roti tawar dengan olesan selai di atasnya yang masih utuh, belum di makan sama sekali.


Dia yakin itu milik daddy dan istri nya.


"Mbok, daddy mana ?" tanya bima pada salah satu asisten rumah tangga nya yang sudah kembali bekerja lagi..


"Tuan sudah berangkat ke kantor, den.."


"Kalau istri saya ?" tanya bima lagi..


"Maaf den, saya gak lihat.." jawab si mbok lagi, tapi kali ini jawaban nya membuat bima tidak puas..


Bima lalu berlari menuju pintu utama. Kalau pun istri nya pergi, pasti para pengawalnya yang berjaga di depan mansion tahu.


Karena jarak gerbang dengan pintu utama lumayan jauh, bima memilih kembali masuk dan menghubungi pengawal yang berjaga di pos depan mansion melalui telepon di mansion..


"Apa istri ku keluar dari mansion ??" tanya bima tanpa basa basi saat panggilan itu terhubung. Dan jawaban salah seorang pengawal pun kembali membuat bima berdecak kesal.


"Cari istri ku di seluruh mansion, aku beri waktu kalian 5 menit..." Bima langsung menutup telepon nya,


Dia lalu kembali naik ke kamar nya, mencoba untuk menghubungi ponsel sang istri..


Drrttzz..


Drrrtttzz..


Bunyi nada dering itu terdengar berada di dalam kamar..


"Astaga.." bima menjambak rambutnya sendiri, "Kamu dimana sayang..??" gumam bima,


Setelah itu, dia memilih untuk membersihkan diri nya dulu walaupun secepat kilat yang penting dia bisa merasa sedikit segar kembali.


Sementara itu, orang yang di cari nya masih berada di taman belakang, bersandar di balik pohon besar dekat danau.


Karena tubuh dinda yang kecil, membuat para pengawal yang mencari nya pun tidak melihat bahwa nyonya mereka ada di balik pohon besar tersebut.


*Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang..


"Astaga.. sudah jam segini kalian belum juga menemukan dimana istri ku ??" pekik bima dengan tatapan maut nya..


Para pengawal tertunduk, mereka sudah mencari ke seluruh sudut mansion utama, tapi sudah lebih dari 3 jam mereka belum juga menemukan nyonya muda nya itu.


Bima menjatuhkan bokong nya di sofa dengan kasar. Dia memijat pangkal hidungnya, mencoba berpikir kira kira dimana istri nya itu berada..


deg


"CCTV.." batin bima..


Dia kemudian bangun dan langsung berlari ke ruangan cctv mansion..


Seperti dejavu, dia merasa pernah mengalami hal ini sebelum nya.

__ADS_1


huh


Bima bernafas lega, saat melihat cctv itu. Dengan langkah panjang nya, laki laki yang ketampanan nya di atas rata rata itu segera menuju ke taman belakang.


**


Di lain tempat..


*Jam 5.30 pagi...


"Kamu mau kemana cha ?" tanya ibu pagi itu melihat chacha sudah rapi dengan baju olahraganya..


"Lari pagi bu. Ibu mau ikut ??" tanya chacha seraya membetulkan tali sepatu nya


Ibu menggeleng pelan..


"Yaudah, chacha lari pagi dulu ya.." ucap chacha berpamitan dengan sang ibu..


Di depan rumah, chacha menyempatkan untuk melakukan peregangan agar otot otot nya tidak kaku.


Sebenarnya chacha bukan tipe orang yang suka berolahraga. Dia hanya ingin sedikit melupakan kisah yang di ceritakan oleh ibu nya kemarin dengan cara yang bermanfaat seperti saat ini.


Chacha pun mulai berlari kecil di kawasan dekat perumahan nya.


Tiba..tiba..


TIN..TIN..


Bunyi klakson membuat chacha reflek menoleh..


"Kak Riko..." gumam chacha saat melihat riko lewat jendela mobil yang terbuka..


"Astaga..kamu lagi ngapain cha ??"


"Stupid question deh kak.. Emang nya kak riko gak lihat baju apa yang chacha pakai ??" sinis chacha..


"he..he.. bercanda cha.." ucap riko terkekeh..


"Kak riko dari mana ko lewat depan komplek chacha..??"


"Biasalah cha.." jawab riko membuat chacha tidak mengerti.


Chacha mengerutkan kening nya..


Riko tersenyum melihat wajah chacha yang bingung.. "Udah jangan di pikirin. Kamu gak ngerti..!!" sambung riko,


Yang di maksud riko "biasalah" itu adalah dia baru saja pulang dari club malam seperti malam malam sebelum nya.


Tapi kali ini Club yang dia sambangi malam tadi letaknya memang lumayan jauh dari daerah tempat tinggalnya, makanya saat dia keluar dari club tersebut pukul 5 pagi, riko belum juga tiba di apartemen nya..


"Udah ah, mending kak riko cepet pulang. Chacha mau lari lagi.." kata chacha seraya melambaikan tangan, lalu mulai kembali berlari lari kecil sambil sesekali menghirup udara segar yang belum terkena polusi pagi itu..


Riko hanya menatap nanar chacha dari dalam mobilnya..

__ADS_1


"Chacha tinggal di komplek ini..." batin riko sambil melihat kawasan komplek tersebut dengan tatapan mata yang sulit di artikan..


...****************...


__ADS_2