Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 161 MCS


__ADS_3

Luna mencoba kembali melangkah keluar, tapi lagi lagi usaha nya gagal. Bima menarik wanita itu lalu mengukung tubuh luna ke dinding ruangan


Bima menatap dengan sendu wajah yang begitu sangat di rindukan nya...


"Pasti sulit bagi mu melahirkan dan membesarkan putra kita sendirian.." ucap bima dengan suara pelan seraya menyingkirkan anak rambut yang menutup wajah sang istri..


Luna kembali memalingkan wajahnya. Tapi mendengar ucapan bima, buliran kristal bening kembali menetes di kedua belah pipi nya. Mengingat kembali beberapa tahun silam bagaimana perjuangan nya ketika melahirkan putra kecil nya, melahirkan tanpa seorang suami di samping nya bukan perkara yang mudah. Apalagi tidak ada siapapun yang merawatnya pasca melahirkan secara cesar. Usianya masih sangat muda waktu itu. Dia mengurus dewa sendirian selama 5 bulan sampai akhirnya dia menemukan orang yang bisa di percaya untuk menjaga dewa. Sekarang luna sudah menjadi wanita yang mandiri, apapun bisa di lakukan nya sendiri. Luna tidak bergantung pada siapapun, menjadi pencari nafkah sekaligus menjadi seorang ibu, semua di lakukan nya sendiri.


"Maafkan aku, sayang. Aku tahu kesalahan ku begitu banyak pada mu. Aku tahu karena ketidakdewasaan ku membuat mu pergi dari ku. Aku mohon maafkan aku. Beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua nya.." Bima menangis, air mata nya luruh. Betapa bodoh nya dia sampai membiarkan sang istri mengalami penderitaan yang berkepanjangan seperti ini.


"Kemana seorang tuan bima yang begitu hebat sampai tidak bisa menemukan istri nya yang hilang sampai 5 tahun lama nya ???" luna mengangkat kepala nya, dia tidak takut lagi berdebat dengan bima. Dulu mungkin iya, tapi sekarang semua sudah berubah.


"Sudah ku bilang bukan ? Aku akan selalu kalah jika berhadapan dengan mu..!!"


Deg!!


Luna hanya diam saja. Tapi air mata yang mengalir menggambarkan betapa rapuh nya dia selama ini. Mencoba untuk kuat menjalani hari hari dengan bayang bayang masa lalu.


Bima mengikis jarak di antara mereka. Hingga wajah dan tubuh kedua nya sudah sangat dekat, sepasang mata yang penuh dengan cairan bening pun saling menatap dan saling mencari, masih adakah cinta disana...


Cupp..


Bima mencium kening luna.. Dalam dan cukup lama..

__ADS_1


"Hukum aku sayang. Berikan hukuman apapun pada ku. Aku akan menerima nya, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi. Aku hancur tanpa mu..!!" Bima menangis tersedu sedu di bahu luna, Rasa ini lebih menyakitkan dari pada rasa sakit ketika di tinggal oleh daddy nya dulu.


Bugh!! Bugh!!


Luna memukul dada bidang suami nya tanpa tenaga.. "Kamu tahu ? Kamu adalah laki laki paling jahat!! Kamu mengacuhkan ku!! Aku sedang hamil, tapi kamu selalu pergi dari ku setiap ada kesempatan. Kamu bahkan tidak mau mengantar ku ke rumah sakit waktu itu. Kamu jahat om, aku benci sama kamu.. Hiks.. Hiks.." luna terisak sambil terus memukul dada bidang suami nya..


"Pukul aku sayang, pukul aku!!" Bima mengarahkan tangan dinda untuk memukul kepalanya. Tapi dinda sekuat tenaga menahan nya,


grep!!


Bima menarik istri nya dalam dekapan, dan memeluk nya dengan sangat erat sambil terus menciumi pucuk kepala sang istri.


"Maafkan aku sayang, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi.." ucap bima dengan air mata yang belum berhenti mengalir..


Tiba tiba...


Deg!!


Cukup lama mereka di posisi itu, hingga tangisan kedua nya mulai mereda dan tidak terdengar lagi,


Bima perlahan melonggarkan pelukan nya, tangan nya terulur untuk menghapus jejak air mata di pipi sang istri. Lalu ibu jari nya mengusap bibir luna pelan..


Tiba tiba..

__ADS_1


Cupp


Bima mengecup bibir luna, hangat dan sangat lembut. Luna reflek memejamkan mata nya, dan tanpa dia sadari kembali air mata luruh begitu saja..


"I miss you so much, my little wife.." ucap bima di atas bibir luna..


Cupp..


Bima kembali mencium bibir luna, bukan hanya kecupan. Tapi sebuah ciuman yang begitu menuntut, bima terus me nye sa p dan me l u ma t bibir luna atas dan bawah. Bima benar benar kalut, dia tidak bisa menahan nya lagi. Betapa bersabar nya bima menunggu sampai 5 tahun lama nya dan sekalipun dia tidak pernah bermain dengan wanita bayaran meskipun dia sangat bisa melakukan hal itu. Bukankah bagi seorang pria kebutuhan biologis tetap harus terpenuhi ? Tapi itu semua tidak terjadi padanya, dia sama sekali tidak bernafsu dengan wanita lain selain dinda, istri nya. Bagi bima tidak akan pernah ada yabg mampu menggantikan dinda di hati mau pun di ranjang nya.


"Balas sayang.." kata bima yang lagi lagi berbicara di atas bibir luna yang sudah basah..


Luna yang terbawa suasana pun mulai membuka sedikit mulut nya, bima tidak membuang kesempatan, pria itu langsung memasukkan li d ah nya ke dalam mulut sang istri dan mulai menyusuri setiap inci di dalam nya tanpa ada yang terlewat..


Tiba tiba...


Luna memalingkan wajahnya lagi, melepaskan ciuman itu secara sepihak..


"Maaf. Aku tidak bisa!!"


Luna menghapus air mata nya dengan kasar, lalu menarik tasnya dan pergi sambil berlari...


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya ya gengs 💜💜💜💜


Kalau berkenan, boleh kasih 🌟🌟🌟🌟🌟 juga buat karya otor ini 🥰


__ADS_2