
Dinda menopang dagu dengan kedua tangannya. Matanya tidak beralih, terus menatap bima dengan lekat.
Di mata dinda, sekarang suami nya terlihat 1000x lebih tampan dari biasanya. Laki laki memasak itu mungkin sudah biasa, tapi kalau laki laki nya seperti bima itu baru luar biasa. CEO muda yang terkenal dingin dan sulit di dekati itu ternyata memiliki keahlian diluar dari backgroundnya yang seorang pebisnis.
**
15 menit berlalu, bima sudah selesai dengan kegiatan memasaknya. Menu pasta yang di request oleh sang istri sudah tersaji di atas piring mereka masing masing
Prok..Prok..Prok
Dinda bertepuk tangan dengan mata yang berbinar,
"Waaahhhh..!!" seru dinda dengan mengacungkan kedua jempolnya pada bima,
"Cobalah..!!" kata bima tersenyum bangga pada dirinya sendiri,
Dinda pun lalu memutar mutar garpu di piringnya, dan memasukkan satu suapan besar pasta spaghetti aglio olio dengan topping sea food di atasnya,
"enak ..??" tanya bima,
Dinda mengangguk tanpa mengatakan apapun, karna mulutnya yang masih sibuk mengunyah.
Bima pun ikut menikmati hasil masakannya yang tidak seberapa bagi nya itu. Bima bahkan bisa memasak yang lebih sulit dari hanya sekedar pasta.
Tidak ada percakapan khusus antara dinda dan bima di meja makan. Mereka hanya fokus mengisi perut nya yang sama sama lapar.
Sesekali bima mengelap mulut istrinya yang berantakan karna makan terburu buru.
__ADS_1
"Pelan pelan..!! Tidak akan ada yang mengambilnya dari mu..!!" kata bima,
"Ini kan karna Om, aku kelaperan kaya gini..!!" protes dinda,
Bima menggaruk tengkuk lehernya. Memang benar kata istrinya itu, karna kebuasannya kemarin mereka hanya makan satu kali. Sisa nya mereka habiskan di atas ranjang.
**
Setelah selesai makan, bima mengajak dinda keliling rumah mereka. Meski hanya satu lantai tapi rumah itu sangat besar sampai ke belakang.
Ada kolam renang di ujung rumah itu. Kolam renang indoor dengan atap kaca.
Lagi lagi dinda di buat takjub. Dia mengedarkan pandangan ke setiap inci ruangan itu, benarkah ini semua suami nya yang mendesain sendiri ??
Bima melingkarkan tangan nya di perut dinda dari belakang, "kamu tahu kenapa aku membuat kolam renang di dalam rumah ??"
Dinda menggeleng seraya menaruh tangannya di atas tangan bima,
"Karna aku tidak mau sampai ada yang melihat tubuhmu selain aku..!!" kata bima menjatuhkan dagu nya di bahu dinda,
"iya iya, my posesif husband..!!" goda dinda
Bima tergelak mendengar panggilan baru dari istrinya. Hanya dinda yang bisa membuat bima tertawa lepas seperti itu. Ada doa yang melambung tinggi di panjatkan oleh bima dalam hatinya. Berharap mereka tidak akan pernah berpisah lagi sampai maut menjemput.
"Besok aku akan ke luar negeri, mungkin sampai satu minggu..!!" Bima menjelaskan hati hati, dia tidak mau sampai menyinggung perasaan istrinya
Dinda terdiam beberapa saat..
__ADS_1
"AKU IKUT... !!"
Bima membalikkan tubuh dinda, memegang kedua pipi istrinya lembut, "Tidak bisa sayang..!! Aku mau kamu tetap di sini..!!" kata bima lagi,
"Kalau begitu, Om juga tidak boleh pergi..!!" tegas dinda.
Tiba tiba saja, ada perasaan tidak nyaman di hati dinda saat suaminya bilang akan pergi. Entah apa alasannya dinda pun tidak tahu. Tapi hatinya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi pada suami dingin nya.
"Yank.. cuma satu minggu..!!" kembali bima memberi pengertian pada istri kecil nya. Sebenarnya ini bukan perjalanan bisnis biasa. Tapi ada satu dan lain hal yang membuat bima urung menjelaskan lebih detai pada dinda.
Dinda menggeleng.. "Aku ikut.." rengek nya lagi..
Biarlah dinda di bilang istri yang egois. Selama ini dia sudah mengorbankan waktu dan pikirannya karna banyak kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka. Dinda rasa waktu satu hari mereka kemarin belum bisa membayar waktu yang terbuang sia sia beberapa bulan kebelakang.
Dinda ingin lebih banyak mengenal Bima. Baru mengecap manis nya perkawinan, masa dia harus berpisah lagi dengan suami nya itu. Padahal di balik alasan itu semua tetap ada rasa tidak rela jika melepas suaminya itu pergi.
"No baby..!!" dengan tegas bima kembali mengatakan tidak pada istrinya.
**
Di lain tempat dan di waktu yang berbeda,
Riko sudah berada di bandara bersama angel. Mereka akan terbang bersama sama untuk kembali ke tanah air.
Angel begitu khawatir mendengar keadaan dion dari riko. Dia menyesalkan tindakan laki laki itu yang selalu memprovokasi bima. Kenapa masalah mereka bisa serumit ini. Haruskah ada pertumpahan darah seperti ini.
Cinta dan Obsesi bedanya sangat tipis. Di dunia ini ada banyak sekali wujud cinta. Tapi ketika seseorang mencintai dengan cara yang salah, Cinta tidak lagi berbicara tentang hal hal yang menyenangkan. Melainkan ambisi untuk sepenuhnya memiliki meskipun itu bisa sangat menyakiti diri sendiri.
...****************...
__ADS_1