
#To Readers setia MCS
Sebelumnya aku mau minta maaf kalau Part 81 MCS ini lebih dulu tayang dari Part 80. Karena di Part 80 di tolak editor (tidak lulus sensor 😁 ).
Aku sudah coba untuk revisi ulang, semoga eps nya segera tayang dan gak di tolak lagi..
\=>FYI ..
Part 80 di tolak karena ada adegan hot babang bima dan istrinya 🤭 (padahal kan sah sah aja ya, nama nya juga pasangan halal he he he..) ✌️
**
"Kak, hp nya bunyi tuh. Angkat aja siapa tahu penting..!!" kata chacha
Diki pun memeriksa ponsel nya, tertera disana ada nama sahabatnya yang menghubungi dia.
"Riko..!!"
Riko memang sering menghubungi nya tapi di waktu tengah malam atau menjelang dini hari. Ya tentu saja untuk bersama sama menghabiskan waktu mereka di klub walau hanya sekedar minum minum.
"Apa dia sudah kembali dari Jerman ??"
Diki segera menekan tombol hijau di layar ponselnya..
📞Halo..?"
📞Sekarang ??"
📞Baiklah..!!
Diki menutup sambungan telepon nya.
"Kenapa kak ??" tanya chacha
"Riko, dia meminta bertemu sekarang di apartemen nya..!!" jawab diki masih seraya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana
"Riko, dia sahabatku sama seperti bima..!!" sambungnya saat melihat wajah chacha yang penuh tanya
"oh, yaudah gih kakak berangkat sekarang..!!" kata chacha
"Kamu mengusirku ??"
"Ck, jangan mulai deh..!!" sinis chacha
__ADS_1
"he he.. yaudah aku pergi ya..!!" diki membelai rambut chacha lembut
Chacha mengangguk seraya tersenyum
"eh tapi kamu gak apa apa di sini sendiri ??" tanya diki khawatir saat mereka sudah ada di depan pintu apartemen chacha
Chacha tersenyum seraya menenangkan diki, menjelaskan pada pria itu bahwa dia tidak apa apa karena sudah terbiasa berada di apartemen nya seorang diri.
Sebelum pergi diki menyempatkan untuk mengecup kening chacha. Dan mengatakan jika urusan nya telah selesai dia akan kembali ke apartemen chacha lagi.
**
Sementara itu setelah melakukan kegiatan panas nya, kini dinda dan bima sudah berada di meja makan. Ini adalah makan malam terakhir sebelum besok bima pergi ke luar negeri.
"Besok pak war dan asisten rumah tangga yang ada di mansion akan datang menemani mu selama aku pergi.."
Dinda menatap sendu wajah suaminya "om.. aku ikut yaa.!!" rengek dinda manja yang duduk di sisi kiri suaminya
Bima mengelus pucuk kepala dinda seraya menggeleng pelan "Kita sudah membahas nya sayang..!!" jawab nya lembut
Setelah itu, tidak ada percakapan lagi antara pasangan suami istri itu sampai makan malam selesai.
**
"Kenapa hem ?" tanya bima
"Perasaan ku gak enak..!!" jujur dinda terus terang, sejak pembicaraan mereka di ruang makan. Perasaan nya semakin tidak nyaman
"Besok aku pergi bersama david. Jika kamu menghubungiku tapi aku tidak menjawab nya, kamu bisa bertanya pada david keadaan ku di sana. Okay ?" bima mencoba menenangkan "Kamu cukup doakan aku, semoga tidak ada yang terjadi selama kita jauh..!!" lanjutnya lagi
Dinda hanya diam tidak menjawab, setelah itu terdengar suara nafas yang teratur dari suaminya menandakan bima sudah tidur lebih dulu.
"Boleh kah aku egois sekali ini aja ?? jangan pergi om..!!" gumam dinda pelan menatap wajah suaminya yang terlelap
**
Di apartemen Riko
Butuh waktu 1 jam bagi diki untuk tiba di apartemen sahabatnya. Karena lokasi nya yang berlawanan arah dengan apartemen chacha membuat dia harus berbalik arah melewati jalanan yang padat karena bertepatan dengan jam pulang kantor.
"Kapan kau kembali ??" tanya diki saat sudah duduk di mini bar yang ada di apartemen riko
Riko menuangkan segelas minuman haram untuk diki beserta es batu yang sudah ada di dalam gelas itu.
__ADS_1
Diki meneguk minuman nya hingga tandas tak bersisa..
"Aku baru kembali..!!" jawab riko "Ada yang ingin aku bicarakan mengenai bima dan dion.."
Riko menjelaskan secara detail tentang dion yang menyewa mafia untuk mencelakai bima pada diki. Tentu saja diki terkejut, dia yang selama ini selalu menghabiskan waktu bersama chacha membuatnya tidak tahu perkembangan para sahabatnya, termasuk bima.
"Aku yakin bima sudah tahu hal ini..!!" kata diki
Riko mengangguk membenarkan ucapan sahabatnya.. "Aku bertemu dengan angel hari ini..!!"
"Ck, kau ini..!! Kenapa masih saja berhubungan dengan wanita jahat itu..!! Apa kau tidak menghargai perasaan bima, hah ??" kata riko sedikit emosi sambil menuangkan lagi gelasnya yang kosong
"Kau tahu tidak ? Yang memberitahu ku hal ini itu angel..!! Bima tidak mungkin memberitahu ku, dia pasti akan mengambil resiko sendiri tanpa melibatkan kita..!!" kata riko menjelaskan
Kini diki yang membenarkan ucapan riko. Mengingat sifat bima yang dingin dan selalu mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan siapapun, masuk akal kalau angel lah yang pasti memberitahu tentang rencana dion pada riko.
"Angel punya rencana, tapi aku tidak yakin apa ini akan berhasil..!!"
"Rencana apa ??" tanya diki
Riko memberitahu diki mengenai rencana angel yang memintanya menculik dion, agar lelaki itu tidak bisa memberi perintah pada orang bayaran nya.
Diki terdiam sejenak. Memijat-mijat keningnya sambil berpikir dengan akal sehat nya apakah cara ini efektif atau tidak. Ini bukan hal yang sepele jika berhubungan dengan mafia. Nyawa pasti menjadi taruhan nya.
"Apa kita perlu menghubungi bima ??" tanya riko lagi
"Aku akan menghubungi asisten nya untuk menanyakan kegiatan apa yang akan di lakukan bima besok..!!" diki mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi david, asisten pribadi bima.
Tidak menunggu lama, david pun mengangkat telepon dari diki.
"bagaimana ??" tanya riko saat diki sudah memutus sambungan nya
"Besok bima akan bertemu dengan bos mafia yang berada di amrik..!!"
"Astaga..!! Benar benar tidak waras sahabat mu itu..!!" seru riko "Bukankah itu sama saja dengan dia mengantarkan nyawa nya sendiri, ck..!!" lanjut riko
Kini diki yang semakin pusing setelah mendapat kabar dari david. Bagaimana caranya agar bima membatalkan keberangkatan nya besok pagi. Diki yakin, pasti bima tidak berterus terang pada istrinya mengenai kepergian nya besok. Karena tidak mungkin dinda sampai mengizinkan bima pergi jika tahu itu akan membahayakan nyawa suaminya.
Diki bukan lagi mengisi gelasnya yang kosong, tapi dia meminum langsung dari botol nya. "Cukup dik, kau bisa mabuk kalau menghabiskan sebotol ini sendiri..!!" kata riko seraya merebut botol yang terus di tenggak sahabatnya
Diki memang tidak sehebat riko dalam hal minum. Selama ini pun jika mereka pergi ke klub paling diki hanya meminum segelas atau 2 gelas minuman yang kadar alkoholnya di bawah 50%.
"Ck, si brengsek dion benar benar sudah kelewatan..!!"
__ADS_1
...****************...