
Dion tersenyum senang melihat foto bima yang di kirimkan oleh salah seorang komplotan mafia yang di bayarnya. Wajah bima yang sudah babak belur membuat dion merasa di atas angin. Dia begitu yakin bahwa dialah yang akan memenangkan pertandingan ini.
Lelaki itu mencoba menghubungi nomor ponsel dinda. Dia ingin memanfaatkan keadaan untuk secepatnya mendapatkan dinda.
Tapi usaha nya tidak membuahkan hasil. Nomor ponsel dinda sudah tidak aktif lagi. Dia yakin bima yang melakukan nya.
Keberadaan dinda sekarang pun belum di ketahui nya, pasalnya di mansion utama yang dia kira tempat tinggal dinda ternyata gadis yang di cari nya pun tidak ada disana.
"Sebenarnya dimana si brengsek itu menyembunyikan mu..??"
**
Di lain tempat..
Sudah lebih dari 24 jam tapi masih belum ada kabar dari suami nya..
Saat bangun tadi pagi, dinda buru buru mengecek ponsel nya tapi bima maupun asisten nya, di antara mereka tidak ada satu pun yang membalas pesan atau bahkan menghubungi nya.
Dinda pun berinisiatif menghubungi ayah mertua nya yang kini sudah menetap kembali di jerman..
📞Dad Yuda : "Halo sayang. Ada apa ?"
📞 Dinda : "Dad, hiks..hiks.."
📞 Dad Yuda : "Astaga.. Apa kau menangis ??"
📞 Dad Yuda : "Katakan pada daddy ada apa ? Apa dia menyakiti mu lagi ??"
Dinda pun menceritakan pada dad yuda bahwa suami nya sudah lebih dari 24 jam belum juga memberikan kabar sejak keberangkatan nya ke Amerika. Wanita muda itu juga mengatakan bahwa perasaan nya tidak enak. Bukan hanya bima yang tidak bisa di hubungi tapi asisten nya david pun sama, mereka belum memberikan kabar apapun sejak kemarin.
📞 Kamu tenang dulu ya sayang. Serahkan semua pada daddy, okay ?
Setelah itu dinda memutus sambungan telepon nya.
Hoeekk
Hoeekk
Dinda setengah berlari menuju ke kamar mandi dengan menutup mulutnya..
Dari kemarin dia merasakan perutnya terus bergejolak, apalagi pagi ini badan nya lemas tak bertenaga. Dia bahkan tidak bisa memakan sarapan yang di buatkan oleh bunda nya tadi pagi. Padahal makanan itu adalah menu favorit nya.
TokTokTok..
__ADS_1
"Sayang..!!" Bunda memanggil dinda dari depan pintu kamar nya yang tertutup
TokTokTok..
"Nak, bunda bawa buah buat kamu..!!"
Ya, tadi saat mereka akan sarapan bersama, putri nya ini tiba tiba muntah muntah. Belum sempat memakan apapun, dinda langsung kembali ke kamar nya. Bunda dan Ayah menjadi khawatir karena dinda baru saja keluar dari rumah sakit beberapa waktu lalu. Takut kalau kejadian kemarin saat dinda di rawat terulang kembali.
Dinda lalu berjalan keluar kamar mandi saat mendengar suara bunda nya. Wanita itu pun segera membuka pintu kamar pribadi nya tersebut..
"Astaga sayang..!! Kenapa wajah kamu pucat begini ??" bunda terkejut melihat wajah dinda begitu pucat
Bunda lalu menuntun putrinya untuk kembali berbaring di atas tempat tidur.. "Sebentar bunda panggilkan dokter..!!" ucap bunda lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.
Dinda menahan tangan bunda nya seraya menggeleng.. "Aku gak apa apa bun, cuma kurang tidur aja..!!" ucap dinda dengan suara yang lemah
"Tapi nak..."
Belum sempat bunda menyelesaikan ucapan nya dinda kembali menggelengkan kepalanya pelan "Aku cuma butuh istirahat sebentar aja bun...!!" katanya lagi sambil memejamkan mata
Bunda pun pasrah, lalu menyelimuti tubuh putrinya sampai batas dada.
**
Sementara itu, Tuan Yuda alias ayah mertua dinda kini sedang berada di sambungan telepon dengan teman nya yang bekerja di kedutaan Amerika.
Beruntung nya tuan yuda memiliki relasi orang orang penting di seluruh negara termasuk Amerika. Tidak sulit bagi nya untuk mencari dimana keberadaan putra nya saat ini.
Tidak berselang lama, tuan Yuda sudah mendapatkan rekaman cctv yang memperlihatkan bima masuk ke dalam sebuah mobil berwarna hitam seorang diri tanpa di ikuti david, asisten pribadi nya.
Terlihat ada 4 mobil yang mengikuti mobil yang membawa bima itu, mobil berwarna hitam 2, satu taksi yang di naiki david dan satu mobil sport yang tuan yuda tahu itu pasti di dalam nya ada Diki dan Riko, sahabat putra nya.
Tuan yuda pun meminta lagi rekaman cctv di semua jalan yang dilewati oleh mobil yang membawa putra nya. Benar saja, ini adalah sebuah penculikan terencana.
Lelaki itu lalu meminta bantuan pada relasi nya tersebut untuk segera menyelamatkan putra nya.
Setelah itu tuan Yuda mencoba menghubungi Diki, karena diki lah yang paling gampang untuk di ajak bicara.
📞 Halo om...
Diki langsung mengangkat telepon itu..
📞 Dengarkan aku baik baik..!! Aku tahu dimana bima sekarang. Kalian jangan gegabah karena kalian sedang berhadapan dengan kelompok mafia kejam asal timur tengah. Bima di sekap di sebuah gudang bekas pabrik tidak jauh dari pusat kota. Sebentar lagi interpol akan tiba disana, sebelum mereka datang jangan sampai ada dari kalian coba coba masuk kesana..!!
__ADS_1
📞 Baik om..
Sambungan itu lalu terputus..
**
"Siapa ??" tanya riko yang sedari tadi belum juga menyalakan lagi mesin mobil nya..
"Om Yuda, dia sudah tahu apa yang terjadi dengan bima..!!" jawab diki
"Wah wah wah.. Ternyata bima memang memiliki gen yang kuat dari daddy nya. Mereka selalu selangkah lebih maju dari siapapun..!!" ucap riko dengan mata berbinar..
"Ck..!!" diki berdecak kesal, di saat seperti ini riko masih bisa bercanda.
Lalu diki menceritakan apa yang tadi di bicarakan oleh Tuan yuda padanya..
Diki lalu turun dari mobil untuk menghentikan taksi yang membawa david yang tertinggal jauh di belakang.
David pun turun dari taksi tersebut ketika melihat diki melambaikan tangannya di pinggir jalan. Setelah memberitahu david mengenai sambungan telepon nya tadi dengan om yuda alias orang tua tunggal dari bima, kini ke tiga pria tampan itu memutuskan untuk melajukan mobil nya ke tempat bima di sekap.
Teman teman riko dan diki sudah mulai berdatangan. Ada belasan mobil yang ikut serta di belakang mobil yang di kemudikan riko.
Meski begitu mereka tidak akan gegabah dengan menyerang lebih dulu. Diki dan Riko memutuskan untuk menunggu perintah selanjutnya dari Dad Yuda.
**
Sementara itu, di dalam ruangan masih terjadi ketegangan antara bima dan bos mafia tersebut..
Tanpa sepengetahuan siapa pun, bima ternyata sudah mendapat kan kartu AS untuk mengalahkan bos mafia tersebut. Informasi mengenai keluarga dari istri hingga anak anak nya sudah bima dapat kan sejak dia masih di kota J. Bima menyewa seorang detektif hingga hacker handal untuk mendapatkan informasi informasi tersebut.
"Sebenarnya siapa kau..??" tanya bos mafia itu, dia merasa seperti kecolongan karena bima sudah selangkah lebih dulu di depan nya.
"Siapa aku ?? Hahaha..!!" tawa jahat terdengar menggema di sana "Tanyakan pada orang yang membayar mu..!!" lanjut bima dengan menaikkan satu sudut bibir nya.
Bos mafia itu pun lalu pergi meninggalkan bima. Kali ini dia benar benar pergi dari tempat tersebut..
*Di dalam mobil nya..
Bos mafia itu menghubungi nomor dion. Dia meminta dion untuk segera datang menemui nya. Di sambungan telepon itu dion menyanggupi, dia pun ingin melihat bagaimana keadaan bima secara langsung.
Setelah itu bos mafia tersebut pun memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku jas nya..
"Bos, sepertinya polisi lokal sedang menuju kemari..!!" Ucap seseorang yang duduk di kursi depan samping supir
__ADS_1
"Plan B..!!"
...****************...