Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 90 MCS


__ADS_3

Di kamar nya dinda begitu gelisah, karena sudah 20 jam lebih dia menunggu kabar dari suaminya.


David sang asisten pun sama, nomor ponsel nya tidak bisa di hubungi. Dinda mencoba untuk tetap berpikir positif, mungkin suami dan asisten pribadi nya itu kelelahan dan langsung menuju hotel untuk beristirahat jadi mereka belum sempat memberi kabar.


Dinda menjatuhkan tubuhnya di kasur. Dia mencoba untuk tidur, semoga nanti saat dia bangun sudah ada pesan atau panggilan masuk dari suaminya.


Entah kenapa dinda begitu merindukan suami nya. Sulit sekali untuk memejamkan mata di atas tempat tidur besar sendirian. Dulu saat belum menikah dia tidak masalah tidur sendiri di kasur besar nya, tapi kini situasi nya berbeda. Setelah bima berubah mereka tidak pernah lagi tidur terpisah. Itu membuat dinda terbiasa tidur di pelukan suaminya setiap malam.


Dinda berbaring di tempat yang biasa suaminya tidur. Wanita itu menghirup dalam dalam aroma wangi suaminya yang menempel di bantal.


"Om..cepet pulang..!! Aku kangen..!!"


Dinda meneteskan air mata dengan mata yang terpejam..


**


David mengikuti mobil yang membawa tuan nya itu dari belakang. Dengan perasaan khawatir laki laki itu terus meminta pada supir untuk lebih cepat lagi memacu kendaraan nya. Entah kenapa david merasa mobil di depan nya itu sengaja mengebut agar david tidak bisa mengejarnya.


Asisten bima itu sudah menghubungi kedua sahabat bosnya untuk mengikuti mobil yang membawa bima. Untung nya sedari tadi kedua orang itu memang sudah menunggu kedatangan bima di parkiran bandara jadi kini tidak hanya david yang mengikuti mobil tersebut, tapi ada mobil lain yang di dalam nya ada diki dan riko.


Di mobil yang lain**


"Kau itu bisa lebih cepat tidak ?? Kita bisa kehilangan mereka kalau kau bawa mobil ini seperti siput..!!" pekik diki kesal


"Astaga..!! Lihatlah berapa kecepatan ku..!!" Riko menunjuk ke arah speedometer


Sebenarnya diki pun tahu riko sudah memacu kendaraan itu dengan sangat cepat, tapi diki tidak sabaran karena takut kehilangan jejak dari mobil yang membawa bima..


Dan benar saja, ada 4 mobil di depan mobil mereka yang menghalangi jalan. David pun sama dia di halangi oleh 2 mobil hitam.


Riko terus mengklakson mobil mobil di depan nya. dan beberapa saat mobil mobil itu pun perlahan tiba tiba menyingkir dari depan mobil mereka.


Deg


Diki dan riko reflek membulatkan mata mereka, "Kemana mobil itu..??" tanya diki


"Pasti mobil mobil tadi sengaja menghalangi jalan kita..!!" ucap riko seraya memukul setir mobil nya..


Diki mencoba menghubungi david yang berada di mobil lain, berharap david tidak kehilangan jejak mereka..


"Aku kehilangan jejak mereka..!!"


Saat telepon itu terhubung suara david langsung memekakkan telinga diki. Padahal diki juga belum sempat mengatakan apapun di sambungan telepon itu..

__ADS_1


Diki langsung menutup teleponnya. "David juga kehilangan jejak mobil itu..!!" ucap diki memberitahu riko


"Terus selanjutnya bagaimana ??" tanya riko "Wait wait wait..!!" ucap riko seraya menepikan mobilnya di pinggir jalan..


"Kenapa berhenti..??" tanya diki


"Seperti nya teman teman gangster ku sudah berada di kota ini..!! Aku akan menghubungi mereka.." Riko mengeluarkan ponselnya lalu mencoba menghubungi salah satu teman nya yang ketua gangster di jerman


**


Di lain tempat..


Bugh..bugh..


Suara pukulan berkali kali terdengar begitu nyaring..


Cuiihhh..


Bima meludah ke depan orang yang sedari tadi memukulinya..


Tidak ada teriakan kesakitan yang keluar dari mulut bima meskipun sedari tadi dia terus di hujani dengan pukulan pukulan dari orang yang badannya 2 kali lebih besar dari tubuh bima.


Dengan kedua tangan yang di ikat di sebuah tiang membuat bima tidak bisa berbuat apa apa.


Ya, bima ingat kenapa dia bisa di sini. Tadi saat di dalam mobil ternyata seseorang yang duduk di kursi paling belakang membekap mulut dan hidung bima dengan sapu tangan. Bima yakin pasti itu adalah obat bius dengan kadar yang cukup tinggi hingga membuat dia seketika langsung tidak sadarkan diri.


dug..


dug..


dug..


Bima mengangkat kepalanya saat mendengar suara langkah kaki..


Samar samar bima melihat ada orang yang berpakaian paling rapi dan ada beberapa orang yang mengekor di belakang orang tersebut.


Orang itu berjalan melangkah ke depan bima.


"BIMA PUTRA HAVIDI..!!" Lelaki itu berkata dengan penuh penekanan, terlihat ada senyum meremehkan dari sudut bibirnya..


"Sepertinya yang dikatakan banyak orang tentang mu itu semua tidak benar..!! Kau hanya lelaki lemah yang tidak berdaya..!!"


Bima menatap tajam pada orang di hadapan nya.. "Aku harus memanggil mu apa ??? Mr Louis, Mr Dreck, Mr Abdul atau Mr Hasyim..??" Bima menyunggingkan senyum nya..

__ADS_1


Sontak lawan bicara nya itu langsung terdiam membeku..


Bagaimana bima bisa tahu semua nama samaran nya selama ini. Bahkan interpol pun tidak bisa menangkapnya karena identitasnya yang berubah ubah..


Bagai kalah sebelum berperang, lelaki itu tidak bisa membalas perkataan bima tadi..


"Sofia Balqees..!!"


deg


Mata lelaki itu langsung melotot tajam sampai bola matanya hampir keluar..


"aku lupa nama anak lelaki mu..!! Sebentar, aku coba ingat ingat..!!" sambung bima lagi semakin membuat lelaki itu tak berdaya..


Bugh


Bugh


2 kali pukulan kencang mendarat di perut bima sampai darah keluar dari mulutnya..


"Jangan coba coba mengusik keluarga ku..!!" Lelaki itu berkata sambil menunjuk wajah bima


"HAHAHA..!!" Suara tawa bima memecah keheningan di ruangan besar itu..


"Apa kau takut ???" tanya bima dengan tatapan seperti seorang psikopat


Lelaki itu langsung memalingkan wajahnya.. "Hajar dia tapi jangan sampai dia mati..!!" ucap lelaki itu pada anak buahnya, lalu dia pun pergi meninggalkan bima..


Bughh


bughh


Suara pukulan semakin kencang terdengar sementara yang di pukul mengaduh pun tidak. Bima menerima semua pukulan itu tanpa sepatah kata pun keluar dari bibirnya..


Setelah di rasa bima sudah tidak berdaya, mereka pun pergi meninggalkan bima seorang diri di dalam ruangan tersebut..


"Hey.. apa kau lihat ?? Dia seperti robot..!!" ucap salah satu yang memukuli bima


"Benar, bahkan tangan ku sampai sakit memukuli nya tadi, tapi dia sama sekali tidak merespon..!!" jawab seseorang yang lain..


"Sayang.. tunggu aku..!!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2