Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Episode 33 (Pertemuan Tak Diduga)


__ADS_3

#Mengejar Cinta Suamiku part 33 (Pertemuan Tak Diduga)


Esoknya, sekitar jam sembilan pagi, Nisa dan Rizki pergi ke rumah Naura dengan membawa barang miliknya juga uang yang diberikan Nisa kemarin yang belum sempat dibawa oleh Naura.


Berbekal alamat dari foto ktp yang tersimpan di ponsel Nisa, mereka terus mencari dan bertanya kepada setiap warga yang dilewati.


Mereka tiba di perkampungan padat penduduk, mobil mereka tidak bisa lagi masuk karena jalanannya yang kecil. Kawasan ini terlihat kumuh, banyak rumah yang didirikan dari triplek dan seng bekas.


Nisa dan Rizki menyusuri jalan menuju rumah Naura, hingga bertemu dengan salah seorang warga yang mengenal Naura dan mengantarkannya ke sana.


“Orang kaya seperti Mbak nih kalo kondangan pasti ngasih duitnya gede, ya?” Kata warga tersebut, seorang perempuan yang sepertinya seumuran dengan Naura.


“Maksudnya?” Nisa yang tidak mengerti mencoba meminta penjelasan lebih detail.


“Itukan si Naura hari ini dinikahkan, Mbak pasti ngasih amplopnya gede, secara kan Mbaknya orang kaya.”


“Siapa? Naura menikah?” Ucap Nisa kaget.


“Lah, emang Mbak kagak tahu? Kirain saya Mbaknya mau kondangan.”


“Iya, saya nggak tahu. Bisa tolong duduk dulu, coba jelaskan lebih detail.” Ucap Nisa masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya.


Mereka lalu menepi di sebuah warung, sambil memesan makanan dan minuman, Nisa meminta dia untuk menceritakan lebih detailnya.


“Jadi, si Naura itu kan sejak kecil diasuh oleh bibinya karena orangtuanya bercerai dan bapaknya kawin lagi, ibunya pergi nyari duit tapi kagak pulang-pulang, Naura diasuh dan dibesarkan di rumah bibinya yang sekarang, taun lalu ada seseorang yang melamar dia, katanya orang kaya karena lakinya itu datang bawa mobil pajero, bibinya langsung setuju tanpa menanyakannya lebih dulu kepada si Naura. Nah sejak tahun kemarin sudah diputuskan bahwa setelah lulus sekolah, Naura akan dinikahi lelaki itu. Kemarin si Naura sempet ngilang empat hari sampai bikin bibinya kelimpungan nyariin dia, tapi tadi malam dia pulang dan pasrah, nah hari ini adalah pernikahan mereka. Ijab kabulnya sudah dilaksanakan jam delapan pagi tadi.”


Orang itu menjelaskan dengan detail, Nisa dan Rizki mendengarnya dengan seksama. Nisa dan Rizki saling melihat merasa tidak percaya dengan ucapan dia.


“Kamu sepertinya tahu betul tentang Naura, apa kamu temannya?” Tanya Rizki.


“Aku sahabatnya dari kecil Bang, pasti tahu segalanya tentang dia. Si Naura mau dinikahi karena lakinya kaya, dia pasti mau membalas kebaikan bibinya selama ini.” Ucap orang itu.


“Saya malah khawatir Naura akan balas dendam kepada keluarga bibinya dengan apa yang dimiliknya, tapi saya merasa lega karena Naura bisa lepas dari perlakuan buruk bibinya.” Ucap Nisa berbisik.


“Ada benarnya juga sih Mbak.” Timpal orang itu.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat digelarnya pernikahan Naura. Setelah mendekat, Nisa memperhatikan pengantin lelaki dengan seksama, semakin diperhatikan Nisa merasa mengenali wajah lelaki itu, Nisa terus memperhatikannya.


Setelah semakin mendekat, Nisa menyadari bahwa pengantin lelaki itu adalah Fatur, orang yang paling dia benci dalam hidupnya.


Nisa segera pergi dan menitipkan barang juga amplop berisi uang itu kepada sahabatnya Naura. Nisa tidak sudi bertemu lagi dengan lelaki itu. Meski Nisa ingin memeluk Naura, tapi keinginannya seketika hilang saat melihat wajah Fatur.

__ADS_1


Nisa teringat kembali dengan kejadian itu, saat Fatur melecehkan dirinya sehingga membuat Nisa ketakutan, Rizki menyusul Annisa, dia menggandeng tangan istrinya, Rizki bisa merasakan tubuh Nisa bergetar ketakutan, Rizki lalu memapahnya menuju ke mobil.


Sesampainya di mobil, Nisa menyenderkan tubuhnya ke kursi, dia berusaha menenangkan diri. Rizki menyodorkan minum, dan mengelus lembut punggung istrinya.


“Laki-laki yang mengejarmu dan perempuan yang mengejarku menikah, sungguh ini skenario Allah yang sulit dipercaya. Tapi begitulah takdir, bahwa apa yang ditanam, itu yang akan dituai. Sekarang, mereka sedang menjalani karmanya sendiri tanpa kita balas.” Ucap Rizki.


Nisa tidak menjawab apa pun, dia masih terlihat shock karena tidak menyangka akan melihat lagi wajah orang itu.


“Sayang, jika kamu terus menaruh benci kepada Fatur, justru itu akan menyiksa dirimu sendiri.”


Nisa menoleh, “Nisa sudah memaafkan dia sejak dulu, Mas.”


“Jika sudah memaafkan dengan ikhlas, saat bertemu lagi dengannya secara tiba-tiba, kamu tidak akan merasakan benci lagi, atau perasaan yang membuatmu merasa kesal dan yang lainnya. Jika masih merasa seperti itu, artinya kamu belum memaafkannya dengan ikhlas, maaf itu hanya sebatas mulut kamu belum sampai ke hati.”


Nisa mencerna baik-baik nasehat suaminya, benar yang dikatakan Rizki, Nisa masih terjebak dengan dendam masa lalu. Dia belum sepenuhnya memaafkan Fatur.


“Kalo kamu mau, Mas bisa nemenin kamu balik lagi ke sana dan mengucapkan selamat sambil melepaskan seluruh dendam dan kemarahan kamu dengan cara yang anggun.” Ucap Rizki membujuk.


“Kamu adalah orang baik, lakukan ini demi ketenangan dirimu sendiri.” Lanjut Rizki.


Nisa mengangguk, dia menarik nafas dan keluar dari mobil untuk menghadiri resepsi pernikahan Naura.


Sesampainya di sana, Fatur termangu melihat sosok Nisa hadir di hadapannya. Sosok yang membuatnya susah move on, hingga akhirnya takdir mempertemukan Fatur dengan Naura yang memiliki sedikit kemiripan dengan Nisa, salah satu alasan yang membuat Fatur menyukai Naura.


Dalam pelukan itu, Nisa membelai punggung Naura yang dibalut baju pengantin warna merah. Nisa melepaskan semua kemarahan dan kekecewaannya dengan ikhlas.


Beralih ke Fatur, dihadapannya Nisa mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, Nisa bahkan melantunkan doa pengantin untuknya,


“Barakallahu laka wa baraka alaika wa jamaa baynakuma fii khair.”.


Yang artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal, dan mempersatukan kalian berdua dalam keadaan kebaikan.”


Ucap Nisa sambil menengadahkan tangan ke atas di ikuti Fatur, Rizki dan Naura.


“Aamiin.” Ucap mereka serentak saat Nisa selesai berdoa.


“Nisa, dari hati yang paling dalam, aku meminta maaf atas semua perlakuanku dulu terhadapmu.” Bisik Fatur seolah tidak ingin Naura mendengarnya.


“Sekarang, aku sungguh-sungguh memaafkanmu dengan ikhlas. Jaga Naura dan perlakukan dia dengan baik!” Kata Nisa.


Rizki tersenyum melihat ketegaran istrinya, dia begitu lapang dada memaafkan dua orang ini yang sudah menyakiti dirinya.

__ADS_1


Betapa Nisa adalah orang yang langka, cantik fisik juga hati, hal ini membuat Rizki jatuh cinta kepada Annisa untuk kesekian kalinya.


***


“Tahu nggak, tadi siang kamu keren banget. Mas sampai dibuat jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya.” Ucap Rizki sambil menyuapi Annisa soto betawi favorit Nisa. Kuah soto yang kental dengan rempah memanjakan lidahnnya.


“Mas juga keren banget, berkat nasehat Mas, Nisa bisa benar-benar ikhlas memaafkan Fatur.”


“Kalo hatinya kotor, mau dinasehati kayak gimana pun nggak akan masuk. Tapi hati Nisa bersih dan lembut, sampai bisa mencerna dengan baik setiap nasehat yang masuk. I love you!” Tambah Rizki.


“Love you more.” Jawab Nisa.


“Sekarang Nisa sendirian lagi, pasti mulai besok bakalan sibuk banget mengurus semuanya sendirian.” Lirih Nisa.


“Tenang, nanti Mas bantuin kok, atau kamu tutup toko aja dulu, sambil nge-refresh diri.”


“Apa boleh? Gimana nanti kalo pelanggan Nisa pada kabur?”


“Rezeki itu Allah yang atur sayang. Jangan khawatir.”


Ide Rizki ada benarnya, Nisa butuh untuk istirahat sejenak demi kesehatan mentalnya, dia bisa melakukan hal-hal yang disukai untuk mengumpulkan kembali semangat dan me-refresh otaknya.


“Boleh juga, Nisa pengen banyak-banyak metime, baca novel favorit, jalan-jalan sama Mas, nonton ke bioskop, dan melakukan hal yang Nisa sukai tanpa di bebani pekerjaan. Boleh Mas?”


“Boleh banget sayang, kalo perlu kita bulan madu lagi. Pantai tempat paling bagus buat refreshing.”


Nisa berpikir sejenak.


“No! Mas nggak perlu ngorbanin waktu weekend lagi Cuma untuk Nisa, Mas ambil aja job yang masuk. Nisa mau melakukan hal-hal yang Nisa sukai di sini aja, nggak perlu kemana-mana.”


Rizki tersenyum, dia bangga memiliki istri pengertian seperti Annisa. Rizki sedang berusaha keras mengumpulkan tabungan demi mengejar impiannya untuk memiliki bengkel sendiri.


Rizki semangat mengambil job setiap libur bekerja untuk menambah pundi-pundinya, dia sudah berjanji akan membuat Nisa bangga.


Betapa menyenangkan jika dirinya bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, dengan membuka bengkel dan membantu Annisa mengelola toko onlinenya.


Dia juga bisa membantu Bapak di ladang, atau membantu Ummi di pasar tanpa harus khawatir memikirkan pekerjaan karena ada karyawan yang menghandle bengkelnya.


Rizki terus memikirkan hal itu untuk membuatnya semangat bekerja dan menabung. Apalagi, dia juga sudah memikirkan jika kelak Annisa hamil pasti akan tinggal dengan Ummi karena Rizki tidak bisa mengurusnya ketika bekerja.


Dia ingin menghabiskan banyak waktu dengan Nisa jika hal itu terjadi. Dia juga ingin memiliki banyak waktu bersama anaknya. Karena bekerja di pabrik tidak bisa mempunyai banyak waktu untuk keluarga, oleh sebab itulah Rizki bertekad sebelum punya anak, dia sudah bisa mewujudkan cita-citanya.

__ADS_1


Dengan ikhtiar yang giat dan doa yang kuat, Rizki optimis bisa mewujudkannya.


Bersambung...


__ADS_2