
"Maaf kan ibu cha.. hiks..hiks.."
Ibu menangis memeluk putri nya. Wanita itu benar benar tidak menyangka putri nya yang selama ini tidak pernah menanyakan perihal sang ayah ternyata tahu kebenaran nya.
"Kamu benar cha, ayah mu memang belum meninggal dan dia memiliki seorang putra.."
Chacha kembali mendongakkan kepala nya menatap sang ibu..
Ibu meminta chacha untuk bangun, wanita itu mengajak putrinya untuk duduk kembali di sisi tempat tidur king size nya. Kini mereka duduk bersama, bersebelahan.
"Cha.." ucap ibu sambil memegang satu tangan putri nya.. "Ibu akan menceritakan semuanya.."
**
Di sisi lain..
Diki ternyata menunggu bayu di pintu keluar perumahan elit chacha..
"Jadi kau benar benar akan menikahi chacha ??" tanya bayu saat diki sudah menjelaskan bahwa dia sangat serius dengan hubungan nya bersama chacha..
Diki mengangguk.. "Sebagai sesama laki laki, aku harap kau bisa berbesar hati untuk tidak lagi mendekati milik ku.."
"Apa kau juga akan berbesar hati jika chacha memilih ku ??" tanya bayu yang langsung membuat diki terpaku..
"Ya, aku akan mundur dan mencoba melupakan chacha jika dia memang memilih mu..!! Jika memang dia bisa bahagian bersama mu, aku tidak akan pernah memaksakan nya.. Aku ingin cinta ku bisa bahagia meskipun bukan dengan ku..!!"
__ADS_1
deg
Bayu merasa seperti tertampar dengan kata kata yang terlontar dari laki laki yang beberapa tahun lebih tua dari nya.
Bayu lalu memegang bahu diki lalu tersenyum kecil.. "Seperti nya aku tahu kenapa chacha lebih memilih mu..!!"
Diki mengerutkan kening nya..
"Baiklah. Aku akan mundur dan tidak akan lagi memaksakan kehendakku untuk memiliki chacha. Semoga kau dan chacha bisa bahagia selama nya.."
Setelah itu mereka pun berpelukan sekejap khas lelaki.
Bayu lalu melajukan mobilnya lebih dulu meninggalkan diki. Sementara diki, dia masih menunggu chacha menghubungi nya.
Satu jam diki menunggu di depan komplek chacha. Tapi gadisnya itu belum juga menghubungi nya. Akhirnya diki memutuskan untuk kembali ke apartemen nya.
**
"Sungguh angel, aku tidak melakukan nya..!!"
"Tapi dion. Bima koma sekarang. Dia belum sadarkan diri akibat ulah bodoh mu itu..!!"
Ya, itu adalah sepenggal percakapan antara Angel dan dion. Wanita itu mengunjungi dion di penjara. Ini kali pertama dia menemui dion setelah kejadian naas itu.
Dion berkali kali mengatakan bahwa dia tidak pernah menembak bima. Laki laki itu sampai bersumpah atas nama kedua orang tua nya bahwa dia benar benar tidak melakukan itu.
__ADS_1
"Tolong pertemukan aku dengan bima, angel. Aku yakin Dia juga pasti tahu apa yang terjadi sebenarnya.." Dion memohon sambil memegang kedua tangan wanita di hadapan nya..
Belum sempat angel menjawab, waktu kunjungan pun sudah habis. Mau tidak mau dion pun harus kembali ke balik jeruji besi yang menjadi penghalang pertemuan nya dengan angel.
*Di dalam mobil..
"Aku harus kerumah sakit sekarang..!!" gumam angel, dia lalu melajukan kendaraan nya menuju ke rumah sakit tempat bima di rawat..
Tidak sampai satu jam, angel sudah tiba di sana. Angel melihat di depan pintu masuk rumah sakit tersebut ada 4 orang laki laki bertubuh tinggi besar dan berpakaian serba hitam yang berjaga.
"Aku pasti tidak akan bisa masuk kesana..!!" gumam angel frustasi,
Wanita itu pun kembali berpikir keras bagaimana caranya agar dia bisa bertemu dengan bima.
"Ah, bukankah kalau ada pintu masuk pasti ada pintu keluar ?" gumam nya lagi
Angel pun segera turun dari mobilnya, lalu dia berjalan menuju ke arah belakang dimana ada akses pintu juga di sana.
deg
Lagi lagi angel mendapat kenyataan pahit saat dia melihat ada lebih banyak lagi pengawal yang berjaga. Tidak tanggung tanggung, ada sekitar 10 orang pengawal disana.
"Astaga.. apakah dia presiden sampai seketat itu pengawalan nya.." gumam angel yang merasa begitu takjub dengan kekuasaan yang di miliki oleh keluarga havidi.
Akhirnya angel pun memilih untuk kembali pulang ke apartemen dion. Dia harus mencari cara lain agar bisa masuk ke rumah sakit tempat bima di rawat. Mungkin juga dia akan meminta bantuan riko untuk mencari solusi lain agar dia bisa bertemu bima.
__ADS_1
...****************...