
Nyonya aneth berusaha untuk tidak menangis, dengan terus menahan sesak di dada nya dia lalu membantu si kecil riko untuk bangun dan kembali duduk di samping nya.
Wanita itu lalu mengangguk pelan menatap kedua manik mata basah milik si kecil riko..
"Baiklah, tante akan pergi sejauh mungkin dari hidup daddy dan mommy mu.." katanya seraya mengusap lembut pucuk kepala riko..
"Tante minta maaf jika kehadiran tante membuat mu terluka begitu dalam. Tante janji tidak akan pernah muncul di hadapan kalian lagi.." sambung nyonya aneth dengan memaksakan senyumnya
grep!
Riko kecil tiba tiba memeluk nyonya aneth,
"Terimakasih tante. Kata mommy tante orang baik, dan aku tahu sekarang, tante benar benar baik seperti seorang malaikat.." ucap riko dalam pelukan nyonya aneth..
Dan setelah itu, nyonya aneth membuat rencana agar suami nya mau menceraikan diri nya. Dia membayar seorang gigolo untuk tidur di atas ranjang yang sama dengan nya. Tapi tentu saja tidak ada yang terjadi di antara mereka.
Tuan bara sangat marah dan murka melihat istri yang paling di cintai nya berada di atas ranjang dengan pria lain. Dengan membabi buta tuan bara menghajar habis habisan pria yang tidak di ketahui identitasnya itu.
Dan saat itu juga, tuan bara langsung menceraikan nyonya aneth tanpa mencari tahu kebenaran nya. Nyonya aneth bahkan harus membayar sangat mahal pria yang di bayar nya.
Setelah itu, tuan bara meninggalkan tanah air sedangkan nyonya aneth yang tidak tahu bahwa diri nya sedang mengandung pun pergi dari rumah tuan bara yang diberikan kepada nya.
Tapi beberapa hari setelah itu, nyonya aneth mendapat telepon dari karyawan bengkel sekaligus showroom yang di miliki mantan suami nya itu. Seseorang itu mengatakan bahwa tuan bara memberikan usaha nya tersebut pada nyonya aneth sebagai harta gono gini yang akan di terima nyonya aneth ketika bercerai.
Nyonya aneth mengerutkan keningnya, bingung mengenai harta gono gini tersebut. Padahal pernikahan mereka saja hanya diakui oleh agama.
Akhirnya mau tidak mau nyonya aneth pun menerima pemberian itu. Dan usaha tersebut pun semakin berkembang pesat di tangan nyonya aneth. Dan dari situ jugalah dia bisa membiayai hidupnya dari mulai mengandung sampai membesarkan Chacha, putri yang tidak pernah tahu siapa ayah nya.
*
Flashback Off..
*Di kamar hotel..
"Mommy mu pergi bukan karena ibu nya chacha. Tapi karena dia terlalu bodoh..!!" ucap diki setelah menceritakan semua yang dia ketahui. Dan tanpa nyonya aneth tahu, dia juga sudah menceritakan pada tuan bara kejadian saat lelaki itu melihat ibu chacha berada di atas ranjang yang sama dengan pria lain.
"Cukup dik!" kata riko seraya menutup kedua telinga nya.. "Aku tidak mau dengar lagi!!"
"Kau harus dengar semua nya, apa yang terjadi pada ibu chacha dan daddy mu. Dia rela berkorban demi permintaan seorang bocah lelaki yang hanya membaca sepenggal cerita dari buku diary mommy nya. Dia rela berkorban menjatuhkan harga diri nya agar daddy mu yang meninggalkan nya, karena dia tahu dia tidak bisa lagi meninggalkan daddy mu setelah 10 tahun wanita itu berjuang mati matian untuk melupakan perbuatan yang dilakukan mommy mu. Dia rela berkorban dengan menyembunyikan kehamilan nya saat itu demi kebahagiaan kamu. Sampai dia tidak tahu, ternyata mommy mu meninggal di rumah sakit karena kebodohan nya sendiri..!!"
Deg
Dada riko sesak mendengar semua nya.
Air mata nya meleleh begitu saja.
Beberapa saat, diki membiarkan sahabatnya itu merenungi apa yang dikatakan nya tadi..
Diki kembali menatap ke arah jendela kamar tersebut. Mendengar isakan tangis sahabatnya, diki berbalik dan menghampiri riko. Dia mengusap bahu riko yang sudah naik turun sejak tadi..
Lalu tanpa mengatakan apapun, diki melangkah menuju pintu kamar. Dia keluar dari kamar itu, membiarkan riko menenangkan diri nya dulu.
*Di ruangan vvip hotel..
"Cha, tolong biarkan dad dan ibu mu bicara sekali ini saja..!!"
Deg
Chacha menatap tuan bara, saat lelaki itu menyebutkan kata dad di depan nya..
__ADS_1
Tuan bara lalu melangkah menghampiri chacha dan ibu nya..
"Terimakasih cha. Kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang kuat dan hebat. Dad bangga pada mu.." kata tuan bara seraya mengusap kepala chacha lembut..
Chacha hanya diam tidak bereaksi, tapi air mata nya lah yang menggambarkan betapa chacha sangat merindukan sosok ayah selama hidupnya..
"Ayo cha, kita pulang.." tiba tiba ibu menarik tangan putrinya untuk segera keluar dari ruangan itu..
"Aku sudah tahu semua nya!!" pekik tuan bara membuat ibu menghentikan langkah nya..
"Laki laki yang bersama mu saat itu, aku sudah tahu!!" sambung tuan bara lagi..
"Maafkan aku sayang. Aku sudah di butakan oleh emosi ku sendiri. Aku mohon maafkan aku.." ucap tuan bara yang langsung berlutut di hadapan mantan istri nya..
Sementara chacha, dia masih tidak mengerti kejadian apa yang di maksud daddy nya.
"Sayang.." panggil diki pelan, chacha langsung menoleh..
"Sini!" katanya melambaikan tangan meminta calon istri nya untuk datang pada nya. Dan chacha pun menurut, saat tangan ibu nya tiba tiba terlepas chacha langsung berjalan perlahan menghampiri diki. Pintu itu pun kembali di tutup oleh diki.
*Di dalam ruangan..
"Maafkan kebodohan ku. Aku bersalah pada mu dan putri kita..!!"
Air mata sudah jatuh di pipi pria yang sudah setengah abad itu.
Nyonya aneth yang melihat mantan suami nya itu menangis jadi merasa bersalah mengingat kejadian itu dialah yang merencanakan semua nya.
Dengan perlahan, nyonya aneth menghampiri dan berlutut tepat di depan tuan bara. Wanita itu menghapus air mata pria yang sangat di cintai nya sampai sekarang dengan sangat lembut.
"Maafkan aku mas. Aku juga bersalah pada mu.!!" katanya sambil ikut menangis..
"Aku hanya ingin kamu bahagia bersama jessy dan putra mu..!!" ucap nya lagi
"Aku mohon. Jangan tinggalkan aku lagi..!! Aku sangat mencintai mu.." katanya dalam tangisan sambil memeluk erat wanita itu
"Tapi riko..." ucap nyonya aneth menggantung
Deg
"Sampai detik terakhir pun, tante aneth masih memikirkan ku..!!" batin riko yang mendengar semuanya karena saat ini dia berada tepat di depan pintu ruangan tersebut.
Tadi saat di kamar hotel, dia benar benar merenungi kesalahan nya dulu. Membiarkan daddy dan cinta nya kembali berpisah. Padahal tidak lama dari kejadian itu mommy nya pun pergi untuk selama lama nya. Dan setelah itu daddy nya membawa dia ke Jerman sampai akhirnya dia besar dan tumbuh di negara tersebut.
Ceklek..
Pintu ruangan terbuka sempurna. Nyonya aneth langsung melepaskan pelukan nya, saat tahu bahwa yang datang adalah putra mantan suami dan sahabatnya.
"Riko..." ucap nyonya aneth terkejut
"Tante.." balas riko dengan mengembangkan senyumnya
Nyonya aneth dan tuan bara pun langsung berdiri menghadap ke arah riko. Tapi dengan posisi tuan bara menyembunyikan wanita nya di belakang tubuh tegap nya yang sudah tidak muda lagi itu.
"Astaga dad. Kenapa kau menyembunyikan calon mommy ku di belakang tubuh mu itu ???" ucap riko membuat tuan bara dan nyonya aneth langsung memberikan tatapan yang sama pada riko
"Jangan terkejut seperti itu! Atau kau tidak akan menikahi nya lagi ?? Kalau kau tidak akan menikahi nya, aku akan mencarikan nya calon suami yang lebih tampan dari mu..!!" sambung riko membuat tuan bara menatap tajam diri nya..
Plak!
__ADS_1
Satu pukulan mendarat tepat di kepala riko..
"Jangan macam macam lagi dengan wanitaku! Aku tidak akan memaafkan mu sampai kau berbuat yang tidak tidak seperti dulu..!!" tegas tuan bara tanpa mengedip kan mata nya..
"Astaga..!! Kenapa kau suka sekali memukulku..!!" kata riko seraya mengusap kepala nya yang terkena pukulan cukup kencang "Mom, apa mom tidak mau membelaku..!!" kata riko memiringkan kepala nya agar bisa melihat nyonya aneth yang masih berada di belakang punggung Daddy nya..
Nyonya aneth dengan air mata yang sudah membanjiri wajah nya mulai menggeser tubuh nya agar bisa melihat riko.
"Bolehkan aku memanggil dengan sebutan Mom ??" tanya riko dengan menjatuhkan setetes air mata nya ..
Nyonya aneth tersenyum kecil, lalu merentangkan tangan nya di depan riko..
Riko membalas senyuman itu, lalu berjalan menghampiri calon mommy nya dan langsung memeluk tubuh wanita yang sekarang jauh lebih kecil dari diri nya itu..
"Maafkan aku mom. Aku bersalah padamu..!!" kata riko di sela sela pelukan nya..
Sementara nyonya aneth tidak menjawab, dia hanya ingin menikmati moment ini saja, agar dia bisa mengingat dan menyimpan nya di dalam memori nya sendiri.
"CUKUP! CUKUP!" tuan bara dengan tidak sabaran melepaskan tangan riko yang melingkar di tubuh wanita nya.. "Dia milikku !! Kau tidak boleh terlalu lama memeluk nya..!!" ucap tuan bara sambil menggenggam tangan wanita yang terkekeh geli mendengar ucapan nya tadi
"Astaga.! Mom lihatlah.. Cemburuan sekali si tua bangka ini..!!" ucap riko sambil menggelengkan kepala nya..
EKHEMM..
Diki sengaja berdehem cukup keras untuk menyadarkan mereka..
"Chacha! Sini sayang.." Dad bara merentangkan tangan nya..
Chacha melihat ke arah sang ibu, dan ibu langsung mengangguk pelan seakan mengizinkan putrinya untuk memeluk sang ayah..
grep.!
Dengan setengah berlari chacha langsung berhambur ke pelukan daddy nya..
"Maafkan dad sayang.." kata dad bara seraya mengusap pucuk kepala chacha..
Hiks..hiks..
"Akhirnya aku bisa merasakan pelukan hangat seorang ayah.."
"CUKUP! CUKUP!" ucap diki seraya menarik wanita nya dan dengan sengaja melepaskan pelukan yang sudah cukup lama itu..
"Astaga! Kalian berdua sama saja..!!" ucap riko menggelengkan kepalanya..
hahaha..
Semua tertawa bahagia, akhirnya kesalahpahaman selama lebih dari 20 tahun itu sudah berakhir.
Tuan bara memeluk lagi wanita nya, dan diki juga tidak kalah posesif terus menempel pada chacha.
"oh ya ampun.. kenapa aku terjebak di tengah tengah 2 pria bucin seperti mereka.."
"Kau akan tahu bagaimana rasanya jika sudah menemukan wanita yang benar benar kau cintai.." gumam dad bara yang masih terus memeluk nyonya aneth, pria itu menikmati setiap aroma wangi yang sama dari tubuh wanita nya
...****************...
Aku mau tanya, ada yang masih ingat nggak part 80 ku yang terus terusan di tolak karena terlalu ehem ehem "kata editor" ðŸ¤..
Aku sudah coba revisi lagi dan lagi.. semoga kali ini lolos review ya biar ceritanya nggak loncat 🙈..
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya yaa..
🖤