
Di rumah chacha..
"Kak, emphh..s-stop dulu, ah.. Jangan di sini.." ucap chacha berusaha menghentikan suami nya yang terus saja mencumbu nya ketika mereka baru saja masuk ke dalam rumah itu..
Seolah tuli diki sama sekali tidak menghiraukan ucapan sang istri. Diki benar benar sudah tidak bisa lagi menahan hasrat nya untuk menggagahi sang istri.
Chacha memalingkan wajah nya ketika diki kembali ingin mencium bibir nya yang sudah basah itu..
"Stop dulu.." kata chacha tanpa menatap wajah sang suami..
"Kenapa sayang ?" tanya diki tidak mengerti, "katanya disini tidak ada siapa siapa.."
"Iya suami ku sayang, tapi kan di luar masih ada security.. Chacha nggak mau ya kalau nanti suara kita terdengar sampai ke luar.."
Diki menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
"Maaf sayang. Sungguh aku benar benar tidak tahan lagi.." kata diki seraya mengusap wajahnya kasar..
Cupp..
Chacha dengan berani mengecup sekilas bibir suaminya lalu tanpa berkata lagi dia menarik tangan diki dan membawa nya berjalan menuju kamar nya di lantai 2..
*Di kamar..
Setelah menutup pintu kamar istri nya, diki langsung menggendong chacha ala bridal. Dengan perlahan pria itu membaringkan wanita nya di atas tempat tidur..
"Aku sangat mencintai mu, sayang.." bisik diki seraya mengecup lembut daun telinga chacha hingga membuat gadis itu bergidik kegelian...
Perlahan diki kembali mendaratkan kecupan di seluruh wajah istri nya. Hingga tanpa sadar ciuman itu sudah turun sampai ke ceruk leher chacha..
"emphhh.." chacha benar benar di mabuk kepayang. Dia bahkan mendongakkan kepalanya hingga membuat suami nya lebih leluasa mengeksplore setiap inci leher chacha yang begitu harum tercium di indera penciuman pria itu..
Chacha membeku ketika suami nya kini merubah posisi dan sudah berada di atas nya, mengukung dan mengunci tubuh chacha seolah tidak ingin gadis itu terlepas lagi..
Perlahan tangan diki mulai bergerilya di dua bongkahan milik sang istri, dan itu berhasil membuat sepasang mata gadis itu terpejam meresapi hangat dan lembut nya sentuhan sang suami..
"Ahh.." lagi lagi suara suara itu yang keluar dari mulut gadis yang sebentar lagi akan merubah status kegadisan nya..
__ADS_1
Mendengar suara suara indah dari sang istri, diki seperti di butakan oleh kabut gairah. Dia terus mencumbu dan memberikan tanda cinta di setiap inci tubuh sang istri..
Saat ini pasangan suami istri itu sudah tidak memakai sehelai benang pun.
Tiba tiba diki menghentikan kegiatan nya dan dengan intens memandangi tubuh sang istri yang sudah naked itu..
"Tubuh mu begitu indah, sayang.." kata diki dengan suara berat. Dan terlihat di kedua netra nya pria itu begitu menginginkan chacha..
Nafas mereka sama sama terdengar berat, hingga terdengar lenguhan panjang dari kedua nya..
"AHHHH.."
Nafas yang terengah engah menandakan mereka sudah mencapai puncak nya..
Tubuh diki langsung ambruk di samping tubuh chacha..
"Perih kak.." ucap chacha dengan suara pelan..
"Maaf sayang. Nanti kamu akan terbiasa, makanya kita harus sering sering melakukannya.." jawab diki seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang belum berbusana lagi..
Diki mendekap tubuh sang istri, menenangkan nya agar chacha lupa dengan rasa sakit yang di rasakan nya di bawah sana..
*
Tidak hanya pasangan suami istri baru yang merasakan nikmat nya surga dunia. Di salah satu kamar di villa yang berada di puncak pun ada pasangan suami istri yang sama sama sudah terkulai lemas..
"Sakit tidak ??" tanya bima khawatir takut dinda merasakan sesuatu di perutnya..
Dinda menggeleng tanpa berusaha membuka kedua matanya..
"I Love You, sayang.." ucap bima seraya mengecup kening sang istri. Dan setelah itu dia pun ikut berbaring di samping dinda.
*Di kamar bunda dan ayah..
"Bagaimana yah, apa kita pulang sekarang ??" tanya bunda yang langsung mendapat anggukan dari suami nya..
"Biarkan saja mereka berbulan madu. Siapa tahu dengan begini hubungan mereka semakin erat dan tidak mudah bertengkar lagi, bun.."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu. emm, nanti bunda titip pesan sama si bibi kalau kita sudah kembali ke kota J.." ucap bunda, lalu setelah itu bunda pun keluar untuk menemui ART nya..
*Pukul 11 siang..
Eughh..
"Hai.." ucap bima seraya memiringkan tubuh nya menatap sang istri..
Dinda mengerjapkan kedua matanya, sungguh dia benar benar lelah. Semalaman dia tidak bisa tidur di tambah pagi nya langsung berolahraga menumpahkan segala kerinduan nya pada sang suami.
"Maaf aku tidur terlalu lama, ya ??" kata dinda merasa tidak enak. Sebab suami nya sudah rapi dengan setelan pakaian baru nya yang berbeda dengan baju yang di pakai nya tadi pagi..
Bima tersenyum, "Kamu pasti sangat lelah. Mau aku bantu ke kamar mandi ??" tanya bima dengan lembut..
"No sayang. Aku bisa sendiri.." kata dinda tersipu malu
Mendengar kata sayang keluar dari mulut istri nya, Bima mengembangkan senyumnya bahagia..
"Sebentar ya, aku mandi dulu.." ucap dinda, dan setelah itu dia pun bangun lalu dengan sengaja berjalan tanpa busana di depan suami nya..
Mata bima sampai membulat memandangi pemandangan yang begitu memanjakan kedua matanya..
"Sayang, please. Kamu jangan menggodaku.." kata bima tanpa mengalihkan pandangan nya..
"Siapa yang menggoda kamu, sayang. Aku kan mau ke kamar mandi.." ucap dinda membalikkan tubuhnya. Pemandangan bagian depan berkali kali lipat indah nya hingga membuat bima tanpa sadar turun dari atas tempat tidur..
Kedua bongkahannya yang mulai berisi dan padat di tambah bagian inti nya yang begitu mulus tanpa sehelai rambut pun. Bahkan melihat perut sang istri yang mulai membesar pun semakin membuat hasrat kelelakian bima bangkit lagi..
Merasa suami nya semakin mendekat, dinda dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi nya..
Tok tok tok
"Sayang buka! Tega sekali kamu, setelah menggoda ku kamu malah pergi begitu saja, hem??" ucap bima tepat di balik pintu
"Buka sekarang!!" sambung nya lagi tidak sabaran
"Aku tidak menggoda mu, suami ku. Sudah ah, aku mau mandi.." kata dinda mengakhiri percakapan absurd mereka..
__ADS_1
Bima menempelkan keningnya di pintu..
"Sabar ya junior. Nanti kita balas.." gumam bima bicara pada adik nya di bawah sana..