Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 177 MCS_TAMAT


__ADS_3

Dokter tian kembali di kejutkan dengan ucapan bima. Pria itu pun kembali menelisik bocah kecil itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Astaga! Benar, dia memang anak mu!!" ucap nya setelah memastikan anak itu benar benar sangat mirip dengan sepupu durjana nya tersebut.


Luna tersenyum lucu melihat kebingungan di wajah dokter tian, sementara suami nya mencebikkan bibir seraya memutar bola mata nya malas..


"Persiapkan meeting sekarang juga. Aku akan mengumumkan sesuatu yang penting!!"


"Meeting apa ??"


"Sudahlah. Cepat kerjakan, kau kan kepala rumah sakit disini. Sudah tugasmu mengikuti semua perintah dariku!!"


Dokter tian menggelengkan kepala nya kesal sekaligus heran pada diri nya sendiri yang beberapa tahun lalu mau saja menerima tawaran bima untuk menjadi kepala rumah sakit di rumah sakit milik keluarga Havidi ini.


"Ck! Lihat saja, kalau dia lengah aku pasti langsung menyuntik dia, kalau bisa suntik mati sekalian !!" batin dokter tian mengumpat kelakuan sepupu nya tersebut. Tentu saja itu hanya umpatan kekesalan semata tanpa ada niat yang sesungguhnya.


*Meeting dadakan..


Semua staf dan para dokter sudah berkumpul termasuk bima dan luna yang sudah duduk di kursi kebesaran mereka..


Tanpa berlama lama bima pun bangun dari duduk nya dan mulai berjalan menuju tempat nya untuk memulai pembicaraan di meeting tersebut..


"Okay, kalian pasti sudah tahu siapa saya. Jadi tanpa perkenalan saya akan langsung membahas inti dari pertemuan kita kali ini. Saya Bima Putra Havidi selaku pemilik tunggal dari rumah sakit ini, menunjuk istri saya sebagai wakil dari kepala rumah sakit."


Riuh para staf dan dokter yang hadir ketika mendengar pengumuman tersebut. Memang selama ini posisi wakil kepala rumah sakit sudah lama kosong, sebab posisi itu dulu nya di isi oleh dokter senior dan kini dia sudah pensiun karena usia nya yang sudah tua.


"Kalian jangan khawatir. Istri saya juga seorang dokter. Dia dulu bekerja menjadi dokter muda di salah satu rumah sakit yang saya miliki di London."


Kembali riuh suara suara ketidak setujuan diangkatnya luna menjadi wakil kepala rumah sakit. Dari suara protes itu, sayup sayup luna pun mendengar bahwa mereka tidak setuju kalau dokter muda yang menjadi wakil kepala rumah sakit. Seharusnya yang menempati posisi tersebut adalah dokter senior atau dokter yang memiliki kemampuan yang jauh dari dokter muda.


Luna hanya bisa menghela nafas panjang. Dia pun terkejut dengan pengumuman yang suami nya katakan ini. Karena bima tidak membicarakan mengenai hal ini pada luna sebelumnya.


"Baiklah. Jika ada yang keberatan silahkan bicara di sini. Saya beri waktu 5 menit di mulai dari sekarang!!"


Dan kali ini sunyi senyap, tidak ada satu pun dari staf dan dokter yang hadir berbisik bisik lagi seperti tadi. Mereka pun sebenarnya tidak bisa berbuat banyak, apalagi rumah sakit ini milik perseorangan. Apalagi bima sang pemilik rumah sakit pun terkenal begitu royal terhadap para karyawan karyawan nya. Tanpa membandingkan status, mau dia dokter atau sekelas OB sekalipun bima tidak segan segan memberi bonus setiap 2 atau 3 bulan sekali dengan nominal yang tidak main main.


"Baiklah. Jika tidak ada yang bicara, maka saya anggap semua setuju atas keputusan saya ini. Sayang, kemari lah..." Bima menoleh pada sang istri, lalu meminta wanita nya untuk menghampiri diri nya..


Luna pun menurut, wanita itu lalu berdiri tepat di samping sang istri..


"Mungkin sebagian dari kalian belum tahu siapa wanita di samping saya ini. Sayang, silahkan perkenalkan diri mu.." Bima menggeser mic agar luna bisa leluasa bicara..


Berdiri di samping suami nya, membuat luna tidak merasakan gugup sama sekali. Bima memiliki aura positif sebagai seorang pemimpin, dan itu pun yang membuat luna jadi lebih percaya diri.


"Selama siang semuanya. Saya Luna, istri dari Tuan Bima. Dan seperti yang sudah suami saya katakan tadi, mulai hari ini saya akan menjadi wakil kepala rumah sakit." Luna mulai bersuara dan memperkenalkan diri nya..


"Saya tahu mungkin sebagian diantara kalian terkejut dan sebagian lagi pasti tidak setuju dengan keputusan ini. Tapi saya akan membuktikan bahwa saya memang pantas untuk berada di posisi tersebut."


Bukan maksud luna untuk sombong, tapi dia ingin para dokter memberi nya kesempatan untuk membuktikan bahwa diri nya mampu dan pantas menjadi wakil kepala rumah sakit.


"Saya harap kedepan nya kita semua bisa bekerja sama dengan baik. Terimakasih." luna pun mengakhiri perkenalan singkat nya


"Terimakasih sayang.." ucap bima yang di saksikan langsung oleh seluruh orang yang hadir di ruangan tersebut. Mereka sangat terkejut melihat bagaimana bima memperlakukan istri nya. Berbeda jauh dengan caranya bersikap pada orang orang selain sang istri.


"Baiklah. Sebelum saya mengakhiri meeting ini, saya ingin memberi sedikit informasi, Istri saya ini berprofesi sebagai dokter muda khusus bedah jantung. Jangan tanyakan sudah berapa banyak pasien yang berhasil dia operasi di rumah sakit sebelumnya. Jadi untuk selanjutnya saya meminta dokter senior yang bekerja di bagian tersebut agar bisa bekerja sama dengan baik dengan dokter luna.." Bima Menoleh ke arah luna sambil tersenyum manis, merasa bangga atas pencapaian yang sudah di raih luna meskipun tanpa diri nya..

__ADS_1


Meeting pun berakhir..


Luna dan bima kini berada di ruangan dokter tian..


Prok prok prok..


"Aku tidak menyangka kamu sehebat itu dinda. Eh, tunggu.. Bagaimana aku harus memanggil mu ?? Dinda atau Luna ??" tanya dokter tian setelah memberikan tepuk tangan bangga terhadap luna


Luna tersenyum.. "Luna saja dok.."


"Kamu hebat sekali dokter luna. Di usia muda sudah menjadi dokter ahli bedah jantung. Aku harus banyak belajar padamu.." ucap dokter tian terus memuji luna..


Luna hanya tersenyum menanggapi pujian yang bertubi tubi di berikan sepupu suami nya itu. Sementara lagi lagi suami nya jengah melihat kelakuan sepupu nya yang bima tahu sedang tebar pesona pada istri nya. Bima sangat tahu sifat tian, sejak kecil mereka selalu bersama. Tian adalah lelaki buaya, yang memikat banyak wanita dengan wajah tampan nya. Dan tentu saja banyak wanita juga yang rela menyerahkan diri nya pada dokter tampan tersebut, termasuk dari kalangan dokter, perawat dan staf rumah sakit ini.


"Mulai besok istri ku akan bekerja, siapkan segala sesuatu nya. Dan ingat!! Jangan macam macam!!" tegas bima seraya memberikan tatapan tajam pada tian..


Sementara itu...


Di Ruangan bima, david sang asisten di buat pusing tujuh keliling oleh dewa. Bagaimana tidak, sejak kepergian papi dan mami nya dari ruangan tersebut dewa terus meminta nya bermain. Entah itu bermain kuda kudaan, petak umpet sampai bermain dengan kertas kertas dokumen penting yang di minta anak itu untuk di jadikan pesawat pesawatan...


"Ahhh!! Rasanya aku ingin resign saja kalau begini!!" teriak david dalam hati nya. Tapi tetap saja dia terus menuruti permintaan dewa. David tidak bisa menolak, dia takut dewa akan mengadu yang tidak tidak pada bima, bosnya.


Padahal dewa bukan anak yang seperti itu. Di usianya yang masih 5 tahunan, dewa sudah pandai dalam mengambil keputusan dan mencari solusi dari setiap permasalahan nya.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka, dan menampakkan david yang sudah kacau balau ditambah ruangan bima yang sudah di penuhi berbagai bentuk pesawat kertas yang david buat tadi.


"Mami..." pekik dewa ketika melihat mami nya..


"Maaf sayang. Tadi ada banyak pekerjaan yang harus mami selesaikan.." luna mengusap pucuk kepala putranya dengan lembut...


"David. Kenapa ruangan ku berantakan seperti ini ??" tanya bima sambil memungut salah satu pesawat kertas yang tergeletak di lantai..


"Tanyakan saja pada tuan muda, bos.." kata david sambil merapikan pakaian nya lagi. Dalam hati, David berharap bima akan memarahi putranya itu karena sudah berhasil mengerjainya..


"Good job bos kecil. Kamu memang putraku!!" Bima kembali membawa dewa dalam gendongan nya..


"Baiklah. Aku akan pulang sekarang. Dan sebelum kau pergi, jangan lula minta ob untuk membersihkan ruangan ini.." ucap bima, dan setelah itu dia pun keluar dari ruangan bersama istri dan anak nya..


**


Beberapa bulan kemudian...


"Aku tidak menyangka hidupku bisa kembali berwarna seperti ini.." Bima melingkarkan tangan nya di perut sang istri. Saat ini bima dan luna tengah berlibur di salah satu villa yang ada di pulau Dewata, Bali.


Pemandangan yang langsung mengarah kelaut semakin membuat suasana menjadi lebih romantis..


Luna meletakkan kedua tangannya di atas tangan sang suami.


"Terimakasih sayang, karena kamu sudah menemukan ku. Aku tidak tahu, jika saat itu kamu tidak datang kerumah sakit, mungkin sampai detik ini kita masih berpisah.."


Bima membalikkan tubuh istri nya perlahan.. "Aku mohon jangan pernah pergi lagi dari hidup ku. Aku tidak sanggup jika itu kembali terulang. Sayang, maafkan semua kesalahan yang pernah aku buat padamu. Aku berjanji, tidak akan lagi membuat mu terluka. Aku hanya akan memberikan kebahagiaan untuk keluarga kecil kita.."


Luna melepaskan tangan sang suami, lalu berjalan ke arah nakas. Wanita tersebut pun mengambil sesuatu dari dalam laci di nakas tersebut..

__ADS_1


Bima mengerutkan kening nya terus memperhatikan apa yang tengah di lakukan istri nya itu...


Luna menyembunyikan benda yang di pegang nya di balik tubuh nya lalu berjalan kembali menghampiri sang suami..


"Happy Anniversary pernikahan kita yang ke 7 tahun.." Luna memberikan benda tersebut pada suami nya. Hadiah Dari nya yang tidak di bungkus kado.


Deg..


Kedua mata bima melebar sempurna.. "Sayang, ini...." suara nya tercekat, matanya langsung berembun...


Luna mengangguk, lalu membawa tangan sang suami dan meletakkan telapak tangan itu di atas perut nya...


"Sudah 5 minggu..." ucap luna dengan suara pelan menahan haru..


Bima pun membawa sang istri untuk duduk di sisi ranjang, lalu berjongkok tepat di depan perut luna..


Kembali tangannya terulur untuk mengusap perut luna yang masih rata itu..


Tes..


Setetes air mata membasahi pipi nya..


Luna pun menghapus jejak air mata itu dengan lembut..


"Benarkah ini sayang ?? Kamu hamil ??" tanya bima masih belum percaya..


Luna mengangguk sambil tersenyum dengan buliran kristal bening yang mengalir di kedua belah pipinya..


Grep!!


Bima langsung memeluk luna dengan posisi membungkuk di hadapan sang istri..


"Terimakasih sayang. Ini kado terindah sepanjang hidup ku..." ucap bima di sela sela tangisan bahagia nya.


Setelah berpelukan cukup lama bima kembali melepaskan pelukan nya, lalu duduk di samping luna..


"Sayang, aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu, dewa dan juga calon anak kedua kita. Aku tidak akan pernah mengecewakan kalian, aku bersumpah!!" ucap bima seraya memegang kedua tangan sang istri..


"Aku percaya padamu, suami ku. Satu yang ku pinta pada Tuhan, semoga tuhan menyabut nyawaku sehari sebelum dia mencabut nyawa mu. Karena aku tahu aku tidak akan sanggup jika tanpa mu lagi."


**


...TAMAT...


**


Alhamdulillah, akhirnya novel Author Ratu_Halu, Mengejar Cinta Suami ku sudah TAMAT..


Jika ending nya kurang memuaskan, mohon di maafkan. Karena otor juga masih dalam tahap belajar.


Semoga para readers sekalian bisa memaklumi nya ya 🙏🙏🙏


Silahkan mampir ke karya Otor yang lain. Ada Dua novel lagi, yang satu sudah end dan yang satu nya masih ongoing...


__ADS_1



__ADS_2