
Chacha sudah berada di apartemen nya. Benar saja, ponselnya tertinggal disana dan masih dalam posisi mengisi daya baterai nya.
Setelah mencabut kabel charger nya, gadis itu segera berlari keluar dari apartemen tanpa memeriksa lebih dulu ponsel nya. Dia buru buru ingin cepat kembali ke rumahnya sebelum sang ibu mendahului nya.
Lagi lagi chacha membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi, membunyikan klakson berkali kali agar pengendara lain mau memberi nya jalan.
Meskipun tidak sedikit chacha mendapatkan umpatan dari pengendara lain tapi usaha nya tidak sia sia, dia lebih dulu sampai dirumahnya di bandingkan sang ibu.
huh..hah..huh..hah..
Chacha mengatur nafasnya karena kelelahan akibat bulak balik apartemen-rumah, rumah-apartemen, lalu kembali lagi apartemen-rumah..
Sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga, chacha memeriksa ponselnya.
"Astaga, banyak sekali panggilan tak terjawab..!! Sampai lebih dari 100 kali .!!" gumam chacha
Chacha pun berinisiatif untuk menghubungi nomor itu, tapi panggilan nya di alihkan ke kotak suara..
Karena nomor itu tidak kunjung mengangkat panggilan nya, chacha pun akhirnya pasrah menunggu sampai seseorang itu yang menghubunginya lagi..
**
Sementara itu..
__ADS_1
Sejak kemarin angel menunggu dion kembali ke apartemen nya tapi sepertinya lelaki itu enggan untuk bertemu dia lagi.
Semalaman angel di buat gusar memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apalagi riko dan diki tidak mau mengikuti rencana yang sudah di buatnya.
"Astaga.. sepertinya kepala ku mau pecah..!!" gumam angel seraya memijat keningnya sendiri
Dalam keadaan yang sulit seperti ini, angel memutuskan untuk menghubungi bima. Wanita itu sekali lagi rela menjatuhkan harga diri nya untuk seorang dion.
Tapi usahanya gagal, bima seperti enggan untuk mengangkat telepon dari nya. Angel tidak tahu lagi apa yang harus di lakukan nya untuk mengacaukan rencana dion.
**
Sementara itu...
Karena itu adalah bagian dari rencana dion juga.
Dia yakin pasti bima akan menemui bos mafia nya itu untuk membuat kesepakatan agar balik menyerang dirinya.
Belajar dari kesalahan sebelumnya ternyata dion selangkah lebih maju dari bima. Dion yakin setelah ini, bima tidak akan pulang dengan selamat.
**
Setelah menempuh perjalanan panjang, bima dan asisten pribadinya sudah tiba di bandara..
__ADS_1
"Bos, kita ke hotel mana ??" tanya david..
"Tidak perlu. Sebentar lagi akan ada orang yang datang menjemput kita..!!"
"Hah ??" ucap david terkejut karena memang bos nya tidak mengatakan apa apa
Benar saja, saat mereka sudah berada di pintu keluar terlihat ada 2 orang pria bertubuh besar dan berwajah timur tengah berjalan menghampiri mereka berdua.
"Mr Bima ??" tanya salah seorang dari mereka menunjuk ke arah bima.
Bima lalu mengangguk, dan setelah itu bima di arah kan untuk naik ke dalam mobil hitam yang telah di sediakan untuk menjemputnya.
"Bos..??" pekik david,
"Ssttt..!!" Bima menempelkan jari telunjuknya di bibir nya, meminta david untuk diam
Bima merasa beruntung bahwa david ternyata tidak di libatkan dalam masalah pribadi nha dengan dion.
Sementara david, dia sama sekali tidak boleh ikut bersama dengan bosnya. David di tinggal sendiri di bandara tanpa tujuan.
David baru ingat, dia harus mengabari diki dan riko.
📞Apa ? Bima di bawa kemana ??
__ADS_1
...****************...