Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 157 MCS


__ADS_3

Hari ini bima akan kembali pergi ke luar negeri, tapi sebelum keberangkatan nya dia selalu menyempatkan diri untuk datang ke rumah kedua mertua nya.


Rasa bersalah yang di rasakan nya semakin dalam ketika Ayah mertua nya yaitu Tuan arya tidak lagi mengganggap nya sebagai menantu. Sejak kepergian putri nya 5 tahun lalu tuan arya memutus hubungan dengan bima. Tapi berbeda dengan bunda, hati seorang ibu tidak mungkin bisa berbuat seperti itu. Meskipun hati dan perasaan nya hancur tapi dia tetap menerima bima. Bunda tahu bima tidak lagi memiliki siapapun yang berharga di dunia ini. Bunda tidak ingin menantu nya itu menghancurkan diri nya sendiri seperti dulu.


"Jadi berapa lama nak kamu akan pergi ?" tanya bunda di ruang tamu nya menyambut kedatangan bima


"Mungkin sebulan bun, aku akan pergi ke london untuk mengurus rumah sakit yang baru aku beli disana.."


Bunda mengangguk, "Lalu apa sudah ada kabar dimana istri mu sekarang ??"


"Maafkan aku bun, tapi aku akan terus berusaha mencari nya. Aku tidak akan menyerah sedikit pun.."


Bunda mengusap punggung belakang bima untuk memberikan semangat pada menantu nya itu..


*Skip perjalanan..


London..


Bima dan david sudah berada di sebuah hotel di negara tersebut..


"Siapkan meeting dengan kepala rumah sakit dan jajaran nya.." kata bima pada david


"Baik bos." jawab david dan langsung melaksanakan perintah tuan nya .


Dari hotel tempat nya menginap, bima langsung menuju rumah sakit milik nya.


"Rumah sakit ini tidak lebih besar dari rumah sakit kita yang ada di kota J, bos.." ujar david setelah mereka tiba di pelataran rumah sakit tersebut


Bima mengangguk. Ya, memang benar. Rumah sakit miliknya di tanah air 2 kali lebih besar dari rumah sakit ini. Sebenarnya bima tidak ingin membeli rumah sakit ini, tapi ketika tahu bahwa tuan berry kolega nya sedang terlilit hutang dan akan menutup rumah sakit milik nya bima pun langsung membeli rumah sakit tersebut dengan harga yang fantastis yang di berikan tuan berry tanpa tawar menawar.


Pria itu hanya tidak mau ada pasien yang terlantar sebab di rumah sakitnya saja di kota J dia menggratiskan para pasien yang kurang mampu untuk mendapatkan pengobatan.


David turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk bima seperti biasa..


Semua mata tertuju pada bima yang jalan di depan david. Ketampanan nya tidak sirna sedikitpun meski usianya sudah menginjak 36 tahun.


"Tuan bima.." seorang pria berjas putih menyambut kedatangan bima..

__ADS_1


Bima yang memang berwajah datar tidak menampakkan ekspresi apapun.


"Mari kita ke ruangan saya.." ucap pria itu


Bima dan david segera melangkah menuju ruangan di lantai 4 rumah sakit itu..


"Silahkan duduk, tuan.." kata nya lagi mempersilahkan


"Nama saya Ricardo, saya kepala rumah sakit disini.." ucap nya memperkenalkan diri seraya duduk di sofa tunggal miliknya..


Bima mengangguk, sebenarnya tanpa pria itu beritahu pun bima sudah tahu semua nya mengenai rumah sakit ini. Seberapa banyak dokter dan tenaga perawat yang bekerja di rumah sakit ini pun bima sudah tahu.


"Baiklah tuan, meeting akan di adakan 10 menit lagi. Mohon anda menunggu karena ada beberapa dokter senior yang masih mengurus pasien.."


"Sambil menunggu, apa tuan bima mau berkeliling untuk melihat seluruh sudut di rumah sakit ini ??" tanya dokter ricardo


"Baiklah.." jawab bima singkat..


Dokter Ricardo, bima dan david pun mulai menyusuri setiap ruangan di setiap lantai di mulai dari lantai 4..


Bima hanya menatap datar dokter yang sedang duduk di dalam ruangan itu..


Dokter ricardo lalu membawa bima turun ke lantai 3 dengan menggunakan lift..


"Ini ruangan Dokter obgyn." kata dokter ricardo menunjuk salah satu ruangan yang tidak jauh dari pintu lift..


Mereka kembali melangkah..


"Ini ruangan dokter bedah jantung, tuan. Dokter bedah jantung disini usianya masih sangat muda tapi sangat ahli di bidang nya.."


Kini bima berdiri tepat di depan pintu.. "Kemana dokter itu ??" tanya bima saat melihat ruangan itu kosong..


"Oh, dokter luna sedang ada operasi hari ini, tuan. Mungkin beberapa jam lagi beliau sudah kembali ke ruangan nya.." jawab dokter ricardo seraya melihat ke arah jam di tangan nya


"Luna..??" beo bima dengan suara pelan


"Ya, nama nya dokter luna, tuan. Dokter luna juga akan mengikuti ujian beasiswa yang tuan adakan beberapa hari lagi.." kata nya melanjutkan

__ADS_1


Bima memandangi ruangan itu cukup lama. Entah kenapa hati nya merasa hangat bahkan ketika dia hanya melihat kursi kosong di ruangan itu..


"Bos.." seru david menyadarkan bima dari lamunan nya..


"Seperti nya ini sudah lebih dari 10 menit. Bisa kita mulai meeting nya sekarang ??" tanya bima sambil melangkah kembali menuju lift


*Ruang meeting..


Sayup sayup terdengar suara para dokter wanita yang berbisik memuji ketampanan pria matang yang kini sudah menjadi pemilik sah rumah sakit tempat mereka bekerja.


Bima hanya diam duduk di depan dengan tatapan yang sulit di artikan.


Dokter ricardo sebagai pembicara di pertemuan itu langsung memperkenalkan bima pada seluruh dokter dan para staf yang ada di sana. Dokter ricardo juga memberitahu bahwa akan ada seleksi ujian untuk mendapatkan beasiswa. Ujian yang di berikan hanya untuk dokter muda di setiap bagian. Akan ada 1 hadiah bagi 1 pemenang. Tuan bima akan memberikan rumah hunian di kawasan elit di tambah dengan 1 unit mobil dan juga beasiswa sampai ke jenjang paling tinggi di dunia kedokteran dan jangan lupakan uang saku di setiap bulan nya selama pendidikan berlangsung.


Semua orang yang hadir sangat terkejut dengan hadiah yang akan di berikan. Mereka sampai bertanya tanya sebanyak apa harta yang di miliki oleh pria tampan di hadapan mereka ini.


Setelah meeting selesai, semua dokter senior langsung menemui dokter muda bawahan nya untuk memberikan informasi betapa banyak hadiah yang di berikan pemilik rumah sakit ini.


Bima dan david pun keluar dari dalam ruang meeting bersama dengan dokter Ricardo dan beberapa dokter senior yang jabatan nya langsung di bawah dokter ricardo.


"Kalau begitu kami permisi, dokter ricardo.." kata ivan ketika mereka sudah berada di luar..


*Ruangan dokter ricardo..


"Wah dokter ricardo. Hadiah yang tadi di sebutkan itu semua untuk 1 orang pemenang ??" tanya salah satu dokter yang masih terkejut..


"Benar dokter Cristine, itu hanya untuk 1 pemenang.."


"Astaga. Banyak sekali hadiah nya. Andaikan saja aku bisa mengikuti ujian itu.." lanjut dokter wanita itu membayangkan hadiah hadiah yang akan di miliki nya jika dia menjadi pemenang di ujian seleksi tersebut..


Dokter ricardo tersenyum.. "Saya sudah tahu siapa yang akan menjadi pemenang nya.."


"Siapa dok ??" tanya dokter Harry yang juga dokter senior di sana..


"Ck!! Tentu saja dokter muda Luna. Benar kan dok ??" ujar dokter cristine melihat ke arah dokter ricardo..


"Benar! Saya tidak menyangka ada dokter muda yang berbakat di rumah sakit ini. Saya merasa sangat beruntung karena sudah menerima dokter luna bekerja di sini dan menjadikan dokter muda itu menjadi bagian dari rumah sakit kita..."

__ADS_1


__ADS_2