Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 156 MCS


__ADS_3

Hari kepergian dinda..


3 jam sebelum dinda pergi, dia sengaja menyiapkan makan malam yang begitu banyak untuk para pengawal dan pekerja di rumah nya..


"Bi, tolong berikan semua makanan ini pada para pengawal ya. Aku tidak kuat membawa sebanyak ini.." ucap dinda pada beberapa asisten rumah tangga di rumah itu


Para pembantu itu pun langsung membawa semua makanan ke para pengawal yang berjaga tanpa terkecuali.


"Bagaimana bi ?? Sudah semua ??" tanya dinda ketika ART itu kembali masuk ke dalam rumah


"Sudah nyonya. Sekarang beberapa dari mereka sedang bergantian makan malam.." ucap salah seorang dari ketiga asisten rumah tangga itu


Dinda tersenyum lalu mengangguk.. "Kalau begitu sekarang bibi yang makan.." kata dinda mulai menyuruh bibi duduk di meja makan tempat biasa dia dan suami nya makan..


"Kami bisa makan di belakang, nyonya.."


"Tidak usah. Disini saja."


Dinda mulai menyendok menu menu makanan yang tadi sudah dia pesan di piring para asisten rumah tangga nya..


"Nyonya tidak ikut makan ??"


"Tidak bi. Sepertinya bayi di perut ku sedang tidak ingin makan malam.." jawab dinda.. "Bi, nanti kalau sudah selesai makan tolong bawakan susu hangat ke kamar ku, ya.."


"Baik nyonya.."


Dinda pun masuk kembali ke kamar nya meninggalkan para ART nya menyelesaikan makan malam mereka..


*15 menit kemudian...


Tok tok tok

__ADS_1


Suara pintu di ketuk..


"Iya, bi. Masuk.." jawab dinda setengah berteriak


Ceklek


Pintu terbuka menampakkan wanita paruh baya berjalan dengan membawa nampan di tangannya..


"Ini susu nya, nyonya.." ucap si bibi seraya meletakkan segelas susu hamil di atas nakas..


"Terimakasih, bi.." ucap dinda lalu mulai meminum susu hangat itu sedikit demi sedikit


"Bi, tunggu..!!" dinda menghentikan langkah kaki wanita itu


"Bibi kenapa lesu sekali. Bibi sakit ??" tanya dinda


"Oh, tidak nyonya. Saya hanya mengantuk saja. Sangat mengantuk sekali.." kata si bibi dengan jujur sambil terus berusaha melebarkan mata nya agar tetap terbuka..


Dinda tersenyum "Ya sudah kalau begitu bibi dan yang lain nya langsung istirahat saja ya, aku juga akan langsung tidur.." ucap dinda


Setelah si bibi pergi, dinda pun langsung melangkahkan kaki nya keluar kamar lagi. Dia berjalan menuju ke ruang cctv..


Senyum nya semakin lebar ketika melihat para pengawalnya yang ada di dalam ruangan itu sudah tertidur pulas. Ya, dinda dengan sengaja memasukkan obat tidur dosis tinggi pada makanan yang di beli nya tadi. Dengan cepat dinda langsung menghapus data dan mematikan semua kamera pengawas yang ada di rumah itu, termasuk kamera pengawas yang sengaja di pasang oleh suaminya di sisi jalan keluar dari perumahan nya tersebut..


Setelah memastikan semuanya sudah aman, dinda lalu kembali ke kamar nya untuk mengambil koper milik nya yang sudah dia persiapkan sejak beberapa hari lalu.


Dinda sudah memindahkan semua uang nya ke rekening baru atas nama bayi nya yang belum lahir itu. Dengan persiapan yang sematang ini pasti suami nya tidak akan pernah bisa menemukan nya lagi..


Dengan menaiki taksi online yang sudah di pesan nya tadi, dinda pun mulai pergi meninggalkan rumah besar yang tidak lagi memberikan kenyamanan bagi dia.


Wanita itu juga sudah merubah penampilan nya sebelum berangkat, tadi dia menggunting rambut panjang nya sendiri sampai sebatas bahu. Sesuatu yang tidak pernah di lakukan pada mahkota nya seumur hidup nya.

__ADS_1


Dinda juga sudah mengganti identitas nya dengan nama Putri Luna tanpa menyematkan lagi nama tengah nya yaitu Adinda.


Dinda langsung terbang menuju ke negara yang sudah dia impikan sejak dulu. Entahlah disana dia mau bekerja sebagai apa, yang penting saat ini dia sudah mendapatkan semua izin persyaratan untuk menetap sementara di negara itu.


Tepat 3 hari setelah dia tiba di negara itu, dinda pun melahirkan bayi nya. Bayi berjenis kelamin laki laki yang dia bernama Dewantara P.B.


Dinda melahirkan secara cesar, sebab ada satu dan lain hal yang menyebabkan nya tidak bisa melahirkan normal.


Menjadi sebatang kara di negeri orang tidak membuat diri nya berputus asa. Karena setelah lebih dari 5 bulan melahirkan dan sudah mendapatkan baby sitter yang di percaya, dinda mulai mencari pekerjaan ke sebuah rumah sakit. Dan beruntung nya dinda langsung di terima sebagai dokter jaga yang hanya bekerja 4-5 jam dalam sehari.


Setelah beberapa bulan berlalu karena kecerdasan dan kejeniusan nya dinda pun di angkat menjadi dokter muda dan memiliki ruangan pribadi nya sendiri sampai saat ini.


**


POV Bima..


Kemana istri ku pergi ? Kemana belahan jiwa ku pergi ? Sampai saat ini aku belum juga menemukan keberadaan kekasih hati ku.


Salah ku. Ya, lagi lagi semua nya adalah kesalahan ku. Betapa bodohnya aku yang tidak pernah berubah sampai detik ini. Sejak kami menikah sudah banyak air mata nya yang menetes karena diri ku.


Istri kecilku. Aku merindukan mu, sayang. Kembalilah padaku. Aku hancur tanpa mu.


Aku sudah mencari nya ke seluruh penjuru dunia, tapi dimana pun wanita ku tetap tidak ada.


Aku sudah menghabiskan seluruh tenaga, uang dan juga pikiran ku untuk menemukan nya. Namun sampai 5 tahun lama nya, istri ku tidak pernah di temukan.


Aku yang bodoh, kenapa melampiaskan kekecewaan atas kepergian daddy pada istri ku. Aku bodoh, merasa dunia ini hancur tanpa ada lagi orang tua satu satu nya yang ku miliki. Padahal ada istri ku yang terus bersabar menghadapi ketidakdewasaan ku selama ini.


Aku marah pada diri ku sendiri. Menyesal ? Tentu saja aku sangat menyesal. Hatiku sakit saat tahu ternyata istri ku pergi begitu saja. Pergi tanpa berpamitan, padaku, suami nya. Aku sakit ketika tahu istriku memberikan kenangan terakhir nya sebelum pergi pada bunda dan chacha, sahabatnya. Aku tahu aku salah. Tapi harus sebesar ini kah hukuman untuk ku ?


Aku terlalu rapuh dalam menerima takdir ini. Takdir yang tidak pernah berpihak pada ku. Mungkin saat itu aku merasa iri melihat istri ku masih memiliki orang tua yang lengkap dan sangat menyayangi nya. Tapi aku ? Sejak kecil aku tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua. Aku menginginkan nya, tapi bodoh nya aku tidak bisa melihat ada yang lebih berharga dari itu semua. Istri ku, Istri kecilku yang paling berharga.

__ADS_1


Aku merindukan nya, sangat merindukan nya. Aku menjalani hari hari dengan penuh penyesalan. Aku menghabiskan waktu ku hanya untuk bekerja dan mencari dimana keberadaan istri ku tanpa kenal lelah.


Aku akan terus berusaha, sampai kaki ini tidak mampu lagi menopang tubuhku, sampai jantung ini berhenti berdetak, dan sampai nafas terakhirku aku akan tetap berusaha mencari dimana keberadaan Adinda ku, Istri kecil ku...


__ADS_2