
"Jessy.." seru nyonya aneth tak kalah terkejut..
Jujur, meskipun sudah 10 tahun berlalu tapi rasa sakit di hati nyonya aneth tetap ada. Sakit karena di khianati oleh sahabat nya dan calon suami yang sangat di cintai nya.
10 tahun lama nya tidak membuat nyonya aneth move on dan mencari pengganti tuan bara. Banyak lelaki yang menginginkan nya tapi wanita itu enggan untuk memulai lagi. Sudah jelas dia takut akan kembali menelan pil pahit akibat penghianatan.
"Mom, ayo.. aku udah laper banget.." rengek seorang bocah laki laki, menyadarkan lamunan kedua wanita itu..
"Mom.. jangan jangan.."
"Iya sayang. Ayo.." kata nyonya jessy dan langsung berjalan menggenggam tangan bocah laki laki tersebut..
"JESS..TUNGGU..!!" suara nyonya aneth memekik, dan langsung menghampiri lagi mantan sahabatnya itu dan langsung membuat wanita itu menghentikan langkah kaki nya.
"Apa anak ini...???" tanya nyonya aneth menggantung
"Iya, dan anak ku dan mas bara.."
Deg
Nyonya aneth menggigit bibir bawahnya, menahan sesak dan sakit hati yang kembali muncul setelah 10 tahun.
"Mom, ayo..." kata bocah itu lagi tidak sabaran..
"Kalau tidak ada yang mau di bicarakan lagi, aku permisi..!!" tanpa menoleh nyonya Jessy kembali melangkah pergi bersama putra nya.
Nyonya aneth pun hanya memandangi kepergian mantan sahabatnya itu tanpa bisa mengucapkan apa apa lagi.
"Ternyata hanya aku yang belum bisa melupakan mu, mas.."
*
*
__ADS_1
Sore hari nya..
Tepat pukul 4 sore, nyonya aneth selesai melakukan perawatan di dalam salon mall tersebut. Setelah melalukan pembayaran, wanita itu pun segera melangkahkan kaki nya keluar dari salon itu.
Dia langsung menuju basement tempat dimana dia memarkirkan mobilnya.
Deg
Untuk pertama kali nya setelah 10 tahun, dia bertemu lagi dengan masa lalu nya.
Nyonya aneth membeku, begitu pun dengan tuan bara. Mereka saling menatap dari jarak beberapa meter. Karena posisi nya mobil tuan bara terparkir berhadapan dengan mobil nyonya aneth.
"Anetha.." gumam tuan bara dalam hatinya. Sungguh hati lelaki itu sangat bahagia, betapa merindunya dia dengan sosok wanita yang sekarang tepat berada di depan nya.
Saat tersadar, nyonya aneth langsung masuk ke dalam mobilnya..
"ANETH..TUNGGU.." tuan bara berlari menuju mobil nyonya aneth, tapi seperti nya wanita itu tidak ingin lagi bertemu dengan lelaki yang sudah menghancurkan persahabatan dan juga menghancurkan masa depan nya.
"DADDY..." teriak seorang bocah lelaki saat mobil daddy nya pergi begitu saja.
"Mom, daddy ko pergi. Kita kan belum naik.." kata nya bertanya pada sang mommy. Sementara mommy nya menatap nanar kepergian kedua mobil yang tadi melewati mereka. Jantung nya berdegup kencang, takut dan khawatir menjadi satu.
*
*
Ciiittt....
Mobil tuan bara mendahului dan berhenti melintang di depan mobil nyonya aneth. Nyonya aneth sampai mengerem mendadak, untung saja dia memakai seat belt, jadi kepala dan dada nya tidak sampai terbentur setir mobilnya.
Tuan bara langsung turun dari mobilnya berjalan menghampiri wanita yang masih terlihat shock karena kejadian yang hampir membahayakan nyawa nya itu..
TokTokTok..
__ADS_1
Tuan bara mengetuk kaca jendela mobil. meminta wanita yang berada di jok pengemudi itu untuk segera turun.
Dengan nafas yang belum normal, nyonya aneth pun keluar dari dalam mobil..
"KAMU GILA ATAU APA SIH ?? TADI ITU BAHAYA TAHU NGGAK ??" pekik nyonya aneth langsung membentak saat keluar dari mobil nya.
grep
Tuan bara langsung memeluk tubuh itu..
"Aku sangat merindukan mu.." lirih tuan bara semakin mengeratkan pelukan nya.
"Lepas mas. Kamu apa apaan sih ??" ucap nyonya aneth memberontak. Tapi dalam hati, dia pun sangat merindukan pelukan hangat dari lelaki ini.
"Lepas nggak ?? Atau aku akan teriak.." ancam wanita itu tapi sama sekali tidak membuat tuan bara takut.
"Teriak sekencang kencang nya. Aku nggak perduli..!!"
Tuan bara melepaskan pelukan nya tapi sedetik kemudian dia malah mendaratkan bibirnya di bibir nyonya aneth.
"Eummphhtt.." nyonya aneth dengan sekuat tenaga mendorong dada bidang lelaki itu. Tapi lagi lagi, kekuatan nya tidak sebanding dengan lawan nya. Tubuh itu sama sekali tidak bergeser.
Setelah merasa wanita nya sudah kehabisan nafas, tuan bara pun perlahan melepaskan pagutan nya..
PLAKKKK
Satu tamparan kembali mendarat di pipi tuan bara.
"Aku benci kamu..!!" seru nyonya aneth dengan air mata yang membasahi pipinya..
"Tapi aku mencintai mu..!!"
...****************...
__ADS_1