Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 173 MCS


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


"Kamu kenapa ?? Apa ada yang mengganggu pikiran mu, hem ??" Bima melingkarkan tangan nya di perut sang istri ketika luna terus melihat keluar jendela mobil nya. Ya, saat ini luna sedang berada dalam perjalanan mengantarkan kedua orang tua nya untuk kembali ke rumah mereka. Beberapa hari lalu bima dan luna mengajak ayah dan bunda untuk menginap dan sekarang mereka akan kembali pulang.


"Om..."


"Iya sayang. Katakan saja, ada apa ??" bima mengulurkan tangan nya untuk membelai kepala sang istri dengan lembut..


"Bagaimana kabar chacha ya ?? Aku rindu.." luna menoleh dengan tatapan sendu. Jujur, chacha salah satu orang yang luna rindukan selama lima tahun ini. Chacha adalah sahabat satu satu nya luna. Susah senang mereka selalu bersama. Sungguh saat ini luna ingin sekali bertemu dengan sahabat nya itu.


"Setelah mengantar ayah dan bunda, ayo kita mampir kerumah mereka. Aku juga sudah lama tidak bertemu diki!!"


Luna mengerutkan kening nya.. "Sudah lama ? Memang nya kenapa ??"


"Karena kamu!!" bima mencubit gemas pipi sang istri.. "Aku terlalu sibuk mencari mu sampai tidak ada waktu untuk sekedar bertemu dengan diki maupun riko.."


Luna tersenyum "Begitukah ??" tanya nya seolah tidak percaya..


"Awas saja kalau kamu berniat untuk pergi lagi dari ku!! Aku tidak segan segan memborgol tangan mu dengan tangan ku..!!"


Hahaha...


Luna tertawa geli.. "Memang nya aku penjahat.."


Untung di mobil itu hanya ada luna dan suami nya, jadi tidak ada yang mendengar obrolan absurd sepasang suami istri itu. Karena ayah dan bunda juga cucu mereka dewa ada di mobil yang lain, tepat nya di belakang mobil yang di kendarai bima.


"Mami, dewa mau disini sama opa dan oma.." baru tiba di rumah kedua orang tua luna, dewa, putra semata wayang nya itu sudah merengek tidak mau ikut pulang bersama mami dan papi nya. Dewa benar benar nyaman dan senang bersama kakek dan nenek nya, sebab kedua orang tua itu selalu memberi apa yang dewa inginkan. Berbeda dengan luna dan bima, mereka tidak ingin dewa menjadi anak yang manja nanti nya jadi tidak semua hal bisa dewa dapatkan jika dia ingin.


"Kalau dewa di sini, nanti mami sama siapa ??" luna memasang wajah memelas..


"Kan ada papi." jawab dewa singkat..


Bima kembali menyunggingkan senyumnya dan tanpa luna sadari pria itu mengangkat jempol nya pada sang anak, dewa benar benar sangat pengertian menurutnya.


"Tapi sayang...."

__ADS_1


"Sudah nak, izinkan dewa bersama bunda dan ayah. Dewa pasti aman bersama kami.." Belum sempat luna menyelesaikan kalimat nya, bunda sudah bersuara..


"Iya sayang. Biarkan saja, nanti juga kalau sudah bosan dewa pasti minta pulang.." timpal bima yang langsung mendapat anggukan dari kedua mertua nya


Huhh!!


Luma menghembuskan nafasnya kasar. Empat lawan satu, tentu saja luna kalah dan harus mengalah tentu nya..


"Baiklah. Tapi kamu ingat, jangan menyusahkan oma dan opa ya. Apalagi kalau meminta ini dan itu, mami gak suka. Okay??" tegas luna memperingatkan putra nya. Luna rasa dewa sedikit banyak sudah mulai berubah. Dulu ketika luna bilang tidak, dewa akan langsung menurut. Tapi sekarang karena ayah dan bunda nya memanjakan anak itu selama beberapa hari mereka di Indonesia, dewa menjadi manja dan selalu meminta ini dan itu.


Dewa mengangguk. "Okay mami.." jawab nya dengan wajah polos.


Setelah itu, luna dan bima pun kembali ke dalam mobil.


"Kamu kenapa lagi ??" tanya bima ketika mereka sudah dalam perjalanan menuju kediaman nyonya anetha yang kini di tinggali oleh chacha dan diki.


"Aku tidak suka dengan dewa yang sekarang.."


Bima menautkan alisnya, bingung. "Maksudnya ??"


Bima mengangguk, dia juga sepemikiran dengan istri nya. "Lalu kamu mau bagaimana ??" tanya bima


"Aku ingin dewa yang dulu."


"Baiklah. Nanti aku akan bicara pada ayah dan bunda agar tidak memberikan dan menuruti kemauan dewa lagi.."


Luna mengangguk pelan, lalu menyandarkan kepala nya di bahu sang suami.


"Kamu mau aku mendidik nya lebih keras lagi ??" tanya bima sambil fokus mengendarai mobil nya..


"Tidak. Jangan terlalu keras. Aku tidak mau dewa seperti kamu. Dingin, datar dan galak!!"


Bima menyunggingkan senyum tampan nya dan tidak lagi menjawab ucapan luna..


*Rumah Chacha dan diki...

__ADS_1


"Om, aku takut." ucap luna ketika mobil mereka sudah sampai di depan rumah ChaCha..


"Kemarin ketika mau bertemu bunda dan ayah kamu takut. Sekarang mau bertemu sahabat sendiri pun takut juga ??" bima menggelengkan kepala nya heran..


"Apa yang kamu takuti sebenarnya ??" tanya bima sambil perlahan membuka seatbelt luna..


"Aku takut chacha akan membenci ku. Dia pasti sangat marah karena aku tiba tiba pergi..." lirih luna kembali bersedih..


Bima kembali mengelus kepala sang istri, "Berani dia marah pada istri ku ?? Aku akan lenyapkan suami nya dari muka bumi ini!!"


Luna terkekeh geli, "Kamu itu seharusnya menghiburku!! Tapi kenapa yang kamu katakan malah menyeramkan begitu.."


Bima menggaruk kepala nya yang tidak gatal.. "Sudah yuk kita turun. Aku ingin cepat pulang..!!"


Bima pun membukakan pintu mobil untuk sang istri, sementara luna setelah turun dari mobil langsung melingkarkan tangan nya di lengan kekar suami nya tersebut..


Keamanan yang berjaga di depan rumah chacha langsung membukakan pagar..


Tok tok tok..


Bima mengetuk pintu..


Ceklek..


Tidak butuh waktu lama, pintu rumah itu langsung terbuka..


"Tuan Bima..." Seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah chacha itu langsung membungkuk memberi hormat pada bima..


"Diki dan istri nya ada dirumah ??" tanya bima tanpa basa basi dan langsung memberi kan kesan tegas dari setiap kata yang di ucapkan nya..


Wanita itu pun mengangguk sebagai jawaban.. "Silahkan masuk dulu tuan, nyonya.." ucapnya mempersilahkan. Setelah itu wanita tersebut oun masuk kembali untuk memanggil kedua majikan nya..


Deg


Luna langsung mematung tak bergerak ketika seseorang yang dia rindukan keluar menemui nya..

__ADS_1


"Chacha.."


__ADS_2