Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 170 MCS


__ADS_3

Luna di ambang kebimbangan. Di satu sisi dia ingin tetap menjadi seorang dokter, tapi di sisi lain dia berat meninggalkan megara yang sudah dia tinggali selama 5 tahun terkahir ini..


"Sayang, apa kamu tidak merindukan kedua orang tua mu ??"


Deg!!


Luna kembali mematung, kedua netra nya mulai berembun..


"Bunda sangat merindukan mu, begitu juga dengan ayah. Mereka sangat tersiksa. Apa kamu tidak ingin bertemu mereka lagi ??"


Tes...


Air mata luna kembali luruh. Sungguh, cobaan terberat nya selama ini adalah merindukan kedua orang tua nya.


Bima menghapus jejak air mata di pipi sang istri.


Cupp..


Pria itu pun membenamkan kecupan di kedua kelopak mata istri nya.. "Pulanglah, sayang. Mereka sangat merindukan kamu.."


Hiks..hiks..


Tangis luna pecah. Bima pun langsung memeluk luna dengan erat.


"Aku akan menyiapkan penerbangan kita malam ini juga!!" ucap bima tanpa menunggu persetujuan dari sang istri..


*Sore hari nya...


Bima mengikuti luna sampai ke rumah. Dan saat ini pria itu sedang bercengkrama dengan putra mereka.

__ADS_1


Ini pertama kali bima rasakan, bagaimana melihat dewa tertawa dan tersenyum membuat hati nya hangat.


"Pi. dewa ngantuk" kata dewa pada papi nya. Memang tadi anak itu tidak tidur siang. Entah kenapa semakin bertambah nya usia, kenan jadi jarang tidur siang tepat waktu..


Bima pun langsung mengangkat tubuh kecil putra nya ke kamar. Bima menemani dewa sampai anak nya itu tertidur pulas..


Setelah itu, bima pun keluar dan meminta suster untuk menemani putra nya di dalam..


Tok tok tok..


Bima mengetuk pintu kamar sang istri..


Ceklek..


Bima melihat luna berdiri di balkon kamar nya dengan gaun tidur nya..


"Sedang memikirkan apa ??" tanya bima seraya melingkarkan tangan nya di perut sang istri..


Bima terdiam masih dalam posisi memeluk luna dari belakang..


Cupp..


Bima mengecup pipi luna dengan mesra.. "Ini ujian yang di berikan Tuhan untuk kita. Dia ingin tahu, apa kita bisa melewati ujian ini dan lulus untuk naik ke tahap selanjutnya atau tidak. Dan kita berhasil bukan ??" Bima membalikkan tubuh istri nya.. "Meskipun harus menunggu 5 tahun lebih tapi takdir mempertemukan kita lagi!!" Bima mengusap wajah istri nya dengan penuh kasih sayang .


"Sayang, maaf aku tadi membentak mu. Aku mengizinkan mu menjadi dokter. Kamu akan bekerja di rumah sakit bersama dengan dokter Tian, sepupuku itu. Jangan pernah katakan kamu akan pergi lagi dari ku. Kamu hanya untuk ku, kamu milikku, sayang.."


Grep!!


Luna kembali memeluk suami nya..

__ADS_1


Cupp..


Bima menciumi leher jenjang sang istri..


"Sayang sebelum kita pulang, apa aku boleh...." bima tidak melanjutkan ucapan nya, tapi luna sudah lebih dulu tahu apa maksud ucapan suami nya itu..


Luna mengangguk lalu melingkarkan tangan nya di leher sang suami..


Dan kegiatan panas mereka pun terulang sore hingga waktu makan malam tiba..


"Sayang.." bisik bika di telinga sang istri..


Eughh..


Luna mulai melenguh


"Cepat mandi. Pesawat kita sudah siap!!" bisik bima lagi. Kali ini membuat luna langsung terbangun dan membuka mata nya..


Bima tersenyum melihat istri nya terkejut..


"Dewa sudah siap dan sekarang dia menunggu di luar.." bima mengusap surai sang istri.. "Kamu tidak perlu mandi. Bersihkan saja ini.." bima dengan nakal nya menyentuh area sensitif luna di bawah sana yang masih tertutup selimut. Mengusap dan menekan nya pelan..


Eughh..


Luna men de sa h saat merasa kan geli di inti tubuh nya..


"Stop. Om!!" luna memegang tangan bima dan menyingkirkan tangan itu dari atas selimut..


Bima tersenyum..

__ADS_1


"Kita lanjutkan di pesawat.."


__ADS_2