
Pernikahan sederhana antara Tuan bara dan nyonya anetha pun sudah selesai di gelar. Hanya ada keluarga inti saja yang menghadiri pernikahan tersebut.
"Bu, bagaimana kalau kita bulan madu bersama ??" tanya chacha memberikan ide pada ibu nya
"TIDAK.." jawab dad bara dan diki bersamaan..
Diki langsung menggeleng, "sayang, jangan memberikan ide yang aneh aneh. Bulan madu mana bisa couple'n seperti itu ??"
"Benar. Kita bulan madu masing masing saja ya sayang. Lagi pula dad masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. Jadi kalian berangkat saja duluan.." kata dad bara menimpali ucapan menantu nya
"Astaga. Tidak usah berbelit belit. Katakan saja langsung bahwa kalian berdua tidak ingin di ganggu dengan urusan ibu dan anak ini, bukan ??"
Ucapan riko langsung membuat diki dan dad bara menjadi salah tingkah. Sementara ibu dan chacha hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum
"Tentu saja. Sudah 3 hari menikah, tapi aku belum juga unboxing. Bagaimana nanti kalau honeymoon couple, ah.. aku tidak bisa membayangkan nya..!!" batin diki
Memang benar, selama 3 hari menikah dengan chacha, diki belum juga mendapatkan hak nya. Bukan karena chacha tidak mau, tapi keadaan yang memaksa mereka untuk menunda nya.
Malam pertama setelah makan malam bersama keluarga besar nya diki kelelahan dan tertidur lebih dulu.
Malam kedua masih di hotel yang sama giliran chacha yang tertidur karena sibuk mempersiapkan pernikahan ibu dan daddy nya. Alhasil malam: kedua itu pun chacha yang tidur duluan meninggalkan diki.
__ADS_1
Dan malam ketiga, Riko lah yang mengganggu mereka. Berkali kali riko mengetuk pintu kamar hotel mereka dengan sengaja dan meminta diki untuk menemani nya bermain games sampai larut malam. Awalnya diki menolak, tapi karena riko mengatakan bahwa besok dia akan kembali ke Jerman maka diki dengan terpaksa akhirnya mau menemani sahabatnya itu bermain games sampai menjelang pagi. Dan ketika diki kembali ke kamar, tentu saja istri nya itu sudah tidur dengan nyenyak.
Dan lebih parahnya, riko berbohong mengenai kepergian nya ke jerman tersebut.
**
Setelah akad nikah kedua orang tua mereka, diki membawa istri nya ke rumah keluarga nya di sebuah kawasan tempat tinggal para sultan.
"Ini rumah siapa ??" tanya chacha yang memang belum pernah datang kerumah diki. Pertemuan pertama gadis itu dengan keluarga suami nya yaitu satu hari sebelum pernikahan nya dan itu pun mereka bertemu di hotel.
"Ini rumah keluarga ku. Ayo masuk.." Diki melingkarkan tangan sang istri ke lengan nya, lalu bersama sama berjalan menuju pintu utama
Diki tersenyum, "Kenapa harus takut sayang. Kamu kan sudah bertemu mereka, lagi pula tidak akan ada yang berani pada mu karena kamu istri ku.."
Cupp
Diki mengecup pipi istrinya dengan mesra..
"Ish, kakak nih gak pernah serius.." gerutu chacha sedikit kesal
"Hehe.. Sudah ah ayo. Oma juga ada di dalam, kasihan jangan membuat wanita tua itu menunggu terlalu lama..
__ADS_1
"Hush.. jangan bicara seperti itu. Nggak sopan tahu!!" protes chacha
"Iya iya, istri ku yang super baik.." diki tersenyum menggoda seraya mencubit gemas pipi istri nya..
Setelah itu diki langsung mengajak chacha ke taman belakang rumah nya. Ternyata disana sudah ramai dengan seluruh anggota keluarga mereka yang sedang mengadakan acara BBQ untuk makan malam bersama.
"Ya ampun, cucu menantu oma sudah datang. Sini nak duduk dekat oma.." kata oma menyambut pertama kali kedatangan chacha
Chacha tersenyum lalu berjalan menghampiri oma, "Selamat malam oma.." ucap chacha seraya menyambut pelukan oma dan saling mencium pipi kanan dan kiri bergantian..
"Mas Raden, sini!! Bantuin dong, jangan nempel mulu sama mbak chacha..!!" ucap salah seorang adik sepupu diki
Diki memutar bola matanya malas, "NO!!" jawab diki penuh penekanan..
"Pokoknya malam ini harus berhasil.!! Aku maupun chacha tidak boleh kecapean..!!"
Diki langsung pun akhirnya menghampiri sang istri yang sedang menjadi bulan bulanan oma opa, mami papi dan juga om tante nya.
"Cukup Cukup!!" Diki segera menarik tangan sang istri, "Kalian membuat istri ku takut.!! Sudahlah, lebih baik aku membawa istri ku berkeliling rumah ini agar dia tidak tersesat nantinya.."
Ucapan diki malah membuat para orang tua menahan senyum nya. Mereka yang berpengalaman pasti sudah tahu apa maksud ucapan diki itu..
__ADS_1