
"Berat tidak ?? Sini gantian, om.." saat ini bima sedang memangku dewa yang tengah tertidur. Bocah itu belum pernah naik pesawat, membuat dewa sedikit takut dan sejak berada di dalam pesawat dia tidak mau turun dan ingin selalu di pangku hingg akhirnya bocah itu pun tertidur dalam pangkuan papi nya..
"Aku masih kuat kalau pun kamu ikut naik ke pangkuan ku!!" goda bima membuat pipi luna merona merah..
"Sini.." Bima tersenyum seraya mendapatkan tangannya, meminta luna menautkan jemari nya..
Luna pun menurut, jemari mereka kembali bertaut..
Cupp..
"I love you, sayang.." Bima mengecup punggung tangan luna, lalu membisikkan kata cinta di telinga sang istri
"I love you more, My Mr. Beruang Kutub.."
Bima terkekeh mendengar ledekan istrinya, "Sayang, kira kira dewa bangun tidak ya kalau aku taruh di situ ??" bima menunjuk sudut ruangan pribadi di pesawat miliknya.. "Aku sudah tidak tahan ingin membuat mu menjerit di dalam pesawat ini.."
"Coba saja!!" jawab luna menantang..
Perlahan bima bangun lalu berjalan ke ruangan itu, tiba tiba...
"No papi.. Dewa tidak mau turun!!"
Deg
Bima pun reflek kembali menggendong putra nya lalu duduk lagi di samping sang istri..
Luna menahan tawanya.. "Maklum om, dewa kan belum pernah naik pesawat. Mungkin saat ini dia masih takut.."
"Kalau begitu aku akan menjadwalkan sebulan sekali kita harus pergi naik pesawat. Kemana pun tujuan aku pergi, kamu dan dewa harus ikut!!"
Setelah menempuh berjam jam di pesawat, akhirnya bima dan keluarga kecil nya tiba juga di Bandara Internasioanl Soekarno-Hatta...
"Om, aku takut!!" Luna ragu ketika mereka sudah ada di depan mobil yang akan membawa mereka menuju kediaman tuan arya, ayah luna.
"Mami takut apa ?? Katakan pada dewa mi, nanti dewa yang akan melawan nya untuk mami.."
Bima tersenyum bangga, dia yakin dewa memang keturunan nya. Sifat nya sama persis dengan diri nya yang berani dan tak kenal takut pada siapapun.
Bima yang gemas pun langsung menggendong dewa dan tangan satu nya memegang tangan luna..
"Ayo..." bima meminta luna untuk segera naik ke dalam mobilnya..
*Di mobil dalam perjalanan...
__ADS_1
"Kenapa ??" tanya bima ketika melihat sang istri begitu fokus melihat jalanan yang mereka lewati..
"Apa aku pergi begitu lama ?? Kenapa rasanya semua sudah berubah..." luna menjawab sambil terus melihat ke luar jendela mobil
Bima tersenyum, "Ya, kamu memang sudah pergi meninggalkan ku sangat lama.!!"
Deg
Luna langsung menoleh ke samping nya menatap wajah bima..
Bima langsung mengusap pucuk kepala sang istri.. "Jangan pernah berani pergi lagi dari ku..!!" ujar bima dengan tatapan tegas.
Luna tersenyum menggoda.. "Tergantung!! Kalau kamu mengabaikan ku lagi, aku tidak segan segan pergi lebih jauh dari ini!!"
Bima langsung manarik pinggang luna hingga luna sedikit terseret dan duduk tanpa jarak dengan suami nya.. "Aku pasti akan menemukan mu meskipun aku harus menghabiskan sisa hidup ku untuk mencari mu!!"
Cupp
Bima langsung menyambar bibir istri nya, beruntung dewa kini tengah tertidur di pangkuan bima.
Puk!! Puk!!
Luna memukul dada bidang bima agar pria itu melepaskan ciuman nya. Luna malu, sebab di mobil selain mereka bertiga tentu saja masih ada sopir yang sedang mengemudikan kendaraan tersebut.
Bima bersumpah dalam hati nya, dia akan mengurung luna di dalam kamar selama beberapa hari kedepan. Dia akan menghabiskan waktu bersama sang istri selama mungkin. Dan bima tidak akan mengizinkan luna pergi kemana pun tanpa nya.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, akhirnya mobil yang membawa mereka pun sudah tiba di rumah besar Tuan Arya, ayah luna.
Bima turun lebih dulu setelah supir membukakan pintu untuk nya, posisi bima masih sama seperti tadi, membawa dewa dalam gendongan nya..
"Om..." wajah luna berubah khawatir, dia sungguh takut untuk bertemu dengan kedua orang tua nya.
Ceklek..
Belum sempat luna turun dari mobil, pintu utama rumah itu tiba tiba terbuka...
"Bunda..." gumam luna dalam hati ketika melihat sosok wanita yang sangat di rindukan nya.
"Bima, kapan kamu kembali nak ??" bunda berjalan menghampiri menantu nya. "Itu siapa ? Kamu menggendong anak siapa ??" tanya bunda penasaran. Wajah dewa berada di belakang tubuh bima, jadi bunda tidak bisa melihat wajah bocah itu.
"Ini anak ku, bun.."
"Kamu ini, jangan bercanda!! Anak dari mana ?? Jangan jangan kamu sudah menikah lagi ??"
__ADS_1
Bima tersenyum mendengar pertanyaan aneh dari bunda nya, pria itu pun lalu membuka pintu mobil..
Bunda terus memperhatikan pergerakan bima..
Deg
Bunda terkejut ketika melihat seseorang yang turun dari mobil itu. Saking terkejut nya bunda hanya mematung di tempat tanpa bisa berkata apapun.
"Bunda.. Hiks..hiks.." tangis luna pecah saat itu juga.
Dengan tangan yang gemetar, bunda mengulurkan tangan nya, lalu mulai meraba seluruh wajah putri kecil nya, putri yang begitu dia rindukan dengan jari jemari nya yang sedikit banyak sudah mulai berkeriput. Lima tahun sudah dia tidak bertemu dengan jantung hati nya itu. Sedih sudah pasti. Tidak ada seorang ibu pun yang mau terpisah dari anak nya. Apalagi tanpa tahu keberadaan anak nya itu dimana. Begitu pun dengan bunda yang selama ini hidup dalam kesedihan dan kehilangan selama 5 tahun lebih.
Air mata bunda luruh, butiran kristal bening membasahi kedua belah pipi nya.. "Sayang, ini sungguh kamu nak ??" ucap bunda dengan suara bergetar
Luna mengangguk sambil terus menangis, "Iya bun, ini aku. Dinda..."
Grep..
Detik itu juga bunda langsung memeluk luna dengan erat. Luna pun membalas pelukan itu,
"Maaf bun.. Hiks..hiks.. Maafkan aku.." lirih luna dalam pelukan sang bunda..
Kedua wanita itu menangis sejadi jadi nya..
Eughhh!!
Suara lenguhan dewa. Mendengar suara tangisan yang cukup kencang, dewa pun terbangun dari tidurnya..
"Papi kita dimana ??" tanya dewa saat melihat sekeliling yang terasa asing bagi nya..
Bunda yang mendengar suara anak kecil itu langsung melonggarkan pelukan luna. Bunda kembali terkejut ketika melihat wajah bocah itu yang sangat mirip dengan bima.
"Bun, ini cucu bunda..." bisik luna dengan tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa membawa dewa pada bunda nya..
Bunda berjalan mendekati bima dan anak kecil yang masih berada dalam gendongan menantu nya itu..
Bunda menutup mulut nya yang terbuka. Sungguh dia tidak menyangka hari akan tiba. Doa doa yang dia langit kan selama ini telah di kabulkan.
Bunda mengusap kepala dewa dengan lembut. Wanita itu sampai bingung harus mengatakan apa pada cucu nya tersebut.
Tiba tiba...
"Bun.. Ada siapa sih, ko lama banget di luar ??"
__ADS_1