Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 67 MCS


__ADS_3

...!!! Warning !!!...


Mohon bijak dalam membaca ...


**


"Lalu sampai kapan kita tinggal disini..??" tanya dinda lagi


"Selamanya..!!"


"ssstttt..!!" Bima meminta dinda untuk tidak bicara lagi, "kamu sekarang harus istirahat, aku tidak mau sampai kamu kelelahan..!!"


Dinda menggelengkan kepalanya, "aku gak mau istirahat..!!" protes dinda "3 hari ini yang aku lakukan hanya berbaring di kasur rumah sakit, aku bosan om..!!" pekik dinda,


"Aku tahu caranya agar kamu tidak merasa bosan lagi..!!" ucap bima tepat di telinga istrinya,


Hangat hembusan nafas bima di telinga dinda membuat darahnya berdesir.


Cupp


Bima mencium daun telinga dinda,


"aahh..Om..!!" desah dinda kegelian


Bima melingkarkan tangannya di perut dinda dari balik selimut tebalnya.


Dinda memejamkan matanya, saat tangan hangat bima menyentuh kulit bagian perutnya,


Bima menopang tubuhnya dengan satu tangan hingga kini posisinya wajahnya tepat berhadapan langsung dengan wajah dinda,



Deru nafas dari keduanya sudah tak beraturan. Ini adalah moment yang paling mendebarkan bagi mereka berdua. Meskipun sebelumnya mereka pernah melakukan hubungan suami istri, tapi itu bukan dengan cinta tapi dengan nafsu hingga membuat hubungan keduanya hampir berada di ujung tanduk.


"May I..??" tanya bima,


Dinda tidak menjawab pertanyaan bima, dia terlalu gugup untuk mengatakan ya pada suaminya.


"Kalau kamu merasa tidak nyaman, aku tidak akan melakukan nya..!!" kata bima lagi dan hendak menarik tangannya dari perut dinda tapi dinda menahannya dan kini tangan dinda berada di atas tangan bima.


Bima tersenyum bahagia,


Cupp


Bima mencium kening dinda, lalu mencium kedua mata dinda bergantian, lalu turun ke ujung hidung dinda, setelah itu..


Bima menyambar bibir atas dinda, di sesapnya lembut bibir atas dan bawah bergantian. Bima melu mat bibir dinda dengan menggebu, dia tidak bisa lagi menahan hasratnya.


"eeughh..O-mm..!!" dinda melenguh saat ciuman bima turun ke lehernya,


Bibir bima terus menciumi leher istrinya sementara satu tangan nya menurunkan selimut yang menutupi tubuh dinda,


Ciuman lembut yang membasahi seluruh bagian leher dinda.


Dinda hanya bisa mengigit bibir bawahnya, menahan kegelian yang baru pertama di rasakan nya.


Bima lalu membuka bajunya, tubuhnya sudah berkeringat padahal suhu ruangan itu begitu dingin.

__ADS_1


Dinda menatap lekat tubuh suaminya yang begitu indah. Bima lalu membawa tangan dinda untuk menyentuh bagian perutnya,


Tubuh sexy dengan otot otot perut yang di miliki nya semakin membuat bima terlihat sangat sempurna.


Bima mengangkat baju yang di pakai dinda sampai ke dada. Memperlihatkan dua gundukan kembar yang sudah sangat di rindukannya.


Hap


Bima melahap satu gundukan itu dengan ganas, di se sap nya bergantian kiri dan kanan seperti bayi yang kehausan.


Dinda menjambak rambut bima, tubuhnya menggelinjang tak beraturan, "Ah..om..!!"


Bima terus menyesap pu t i ng kecil berwarna pink itu tanpa jeda,


Setelah puas me nyu su, bima lalu turun lagi ke bagian area sensitif istrinya,


Di turunkan nya celana yang menutupi area inti milik dinda,


Dinda menahan tangan bima.. "Malu..!!" katanya


Bima tersenyum lalu mencium punggung tangan dinda lalu mengangkat tangan itu agar tidak menghalangi pandangan nya,


Kini yang tersisa di tubuh dinda hanya tinggal segitiga bermuda nya saja,


Di usapnya lembut ka ca ng kecil istrinya dari balik kain segitiga bermuda itu,


Dinda kembali menggigit bibir bawahnya, dia tidak tahan dengan permainan yang di lakukan suaminya,


"jangan di tahan sayang..!!" bima melihat dinda terus mengigit bibir untuk menahan suara indahnya


Bima lalu menurunkan kain terakhir yang ada di tubuh dinda,


Pipi dinda semakin merah merona mendengar ucapan suaminya,


Bima memainkan ka c a ng istrinya, memilin nya dengan lembut, lalu satu jarinya dia masukan ke dalam li an g dinda..


"Aaakkhh...Om...!!" de sa h dinda,


kini suara ******* dinda sudah memenuhi ruangan kamar mereka.


Mulut bima tidak tinggal diam, lidah nya terus men ji la ti dan men yes ap area inti istrinya hingga tanpa sadar dinda menekan kepala bima saat merasakan sesuatu seperti akan keluar dari milik nya.


"Om..aakhhhh..aku...mau pi-pis..!!" racau dinda


"iya sayang, keluarkan..!!" kata bima mengerti maksud ucapan istrinya..


Bima mempercepat gerakan jari dan lidahnya,


"Aaakhhhh....!!" Teriak dinda lalu tubuhnya seketika terkulai lemas,


Tanpa rasa jijik bima terus me nj il ati sisa sisa cairan yang di keluarkan istrinya,


Setelah itu dia lalu naik lagi ke atas,


"Sayang...."


"hemm..!!" dinda tidak ada tenaga untuk menjawab nya dengan kata kata

__ADS_1


"Bolehkah...??" tanya bima,


Dinda hanya mengangguk pelan dengan tatapan sayu karna kelelahan,


Setelah mendapatkan izin dari istrinya, bima lalu kembali mencium bibir istrinya dengan lembut memainkan lidahnya di dalam rongga mulut dinda,


Bima melepaskan pagutannya, lalu dia segera membuka pakaian terakhirnya,


Terpampang Mr P milik bima yang sudah tegak sempurna. Dinda terus menatap Mr P itu tanpa berkedip,


Bima lalu membuka paha dinda lebar lebar,


dia menuntun adik kecilnya menuju lembah kenikmatan,


"sshhhh.. sakit Om.." dinda meringis saat ujung Mr P mencoba untuk masuk ke dalam sarangnya


"Maaf sayang.." kata bima


Dinda memang sudah tidak virgin, tapi ini kali kedua dia melakukan nya tentu saja li an g dinda masih sangat sempit dan sulit untuk di masuki oleh adik bima.


Bima mencium bibir dinda agar rasa sakit yang di rasakannya teralihkan, lalu bima perlahan memasukkan adik nya,


"I love you.."


Blesshhh


Akkkhhhhh


Adik bima sudah masuk sempurna ke dalam rumahnya,


Bima memompa dan terus memainkan ritme nya,


Suara suara indah yang di keluarkan oleh mereka terus bersahutan,


Dinda merasakan kembali gelenyar aneh nya, "Om..akhhh...mau pipis lagi..." kata dinda di sela sela de sa ha n nya


"ber-sama sayang...!!" kata bima terus menaikkan tempo dan mempercepat gerakkan nya


Dan...


Akkhhhhh


teriakan mereka bersamaan


Bima menumpahkan seluruh cairan kentalnya kedalam dinda,


Bima menarik kembali selimut yang tadi jatuh ke lantai,


Dia lalu menutup tubuh mereka berdua dengan selimut tebal itu,


Cupp


Bima mengecup kening dinda, "I Love you my little wife..!!"


"I love you too my beruang kutub..!!" balas dinda lemah tak bertenaga,


Bima lalu membawa dinda ke pelukan nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2