
Sementara itu, di apartemen Chacha...
Gadis itu membawa diki untuk duduk di sofa ruang tamu apartemen nya. Mereka duduk bersebelahan di sofa yang sama.
"Ka..!!" Chacha dengan wajah yang serius akan memulai cerita nya..
"Sebelum kakak benar benar akan masuk ke dalam keluarga ku, aku ingin tidak ada rahasia di antara kita..!!"
Huh
Chacha menarik nafas panjang. Ini adalah pertama kali nya dia akan mengungkap kan siapa dia sebenarnya. Bahkan dengan dinda pun dia tidak pernah menceritakan nya.
"Aku sebenarnya adalah anak dari hasil hubungan gelap yang dilakukan ibu dan ayahku..!!"
Kalimat pertama yang dikatakan chacha membuat diki mengerutkan keningnya. Dia masih belum paham apa arti ucapan gadis yang sudah mencuri hati nya itu.
"Ibuku, dia adalah istri kedua ayahku. Dan sebenarnya ayahku belum meninggal. Selama ini aku tidak pernah mengatakan pada ibu, bahwa aku sudah tahu semuanya..!! Aku berasal dari keluarga yang berantakan kak. Aku anak haram..!!" Dengan menahan tangisnya lagi chacha menjelaskan semuanya pada diki.
huh
Chacha menetralkan kembali perasaan sesak yang di rasakan nya saat ini. Tidak pernah terpikirkan bahwa dia bisa bercerita rahasia yang selama hidupnya dia berusaha mati matian untuk menyembunyikan kebenaran ini.
"Ayahku memberikan kompensasi beberapa usaha yang di miliki nya untuk ibu, dengan tujuan agar ibu tidak pernah mencari lelaki brengsek itu untuk meminta pertanggung jawaban nya. Dan kakak tahu ?? Ibuku menerimanya dan dia membesarkan aku dengan uang hasil kompensasi yang di terima nya itu. Dia menjatuhkan harga diri nya demi untuk membesarkan dan membiayai hidup ku. Si anak haram hasil hubungan terlarang mereka. Aku tahu ibu terluka, aku pun sama..!!"
Chacha menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sesak di dada nya. Sebagai seorang anak, dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Meskipun ibunya sangat menyayangi chacha, tapi bukan kah anak memiliki hak untuk mendapat kasih sayang dari kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Kak, Aku harap setelah mendengar ini, kak diki bisa memikirkan kembali ucapan kakak tadi. Atau lebih baik kakak menariknya. Aku tidak mau sampai suatu saat jika kebenaran ini terungkap kakak akan menyesal. Bahkan mungkin keluarga besar kakak malu memiliki menantu seperti aku..!!"
Diki yang sejak tadi diam menyimak, akhirnya menggeser duduknya agar lebih dekat dengan chacha. Di tatapnya manik mana gadis di depannya yang sudah berkaca kaca menahan air mata nya agar tidak menetes.
Diki mengusap pucuk kepala chacha, "Cha, setelah kamu menceritakan semuanya. Aku semakin yakin untuk memilih kamu jadi istriku..!!"
Tes..
Setetes air mata langsung jatuh di pipi chacha. Dia pun segera memalingkan wajahnya agar diki tidak melihat lagi air mata nya.
"Hey..sini..lihat aku..!!" Diki memposisikan duduknya menghadap chacha, dia lalu menangkup kedua pipi gadis itu. Di hapusnya air mata chacha dengan kedua ibu jarinya.
"Kamu tahu cha..?? Aku bersyukur di pertemukan dengan gadis kuat seperti kamu..!! Kamu hebat, bisa menyimpan rahasia besar ini seorang diri..!!"
"Dengar cha, di dunia ini tidak ada yang nama nya anak haram. Semua anak itu terlahir suci dan kamu termasuk di dalam nya..!!"
hiks..hiks..
Pertahanan chacha runtuh juga, dia kembali menangis tersedu sedu mendengar semua kalimat yang di ucapkan diki padanya.
"Aku sayang sama kamu cha. Dan aku tidak akan menarik lagi ucapan ku tadi. Aku mau cuma kamu yang menjadi istriku..!!"
grep
Diki langsung memeluk tubuh chacha. Pelukan ini terasa berbeda, karena diki seolah sudah benar benar menemukan belahan jiwa nya. Ada perasaan takut kehilangan saat chacha berada dalam dekapan nya.
__ADS_1
hiks..hiks..
Sementara chacha, tubuhnya bergetar hebat. Butuh keberanian untuk mengatakan semua ini. Apalagi sudah bertahun tahun dia menyimpan luka nya sendiri.
Diki mengusap punggung chacha dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.
"I love you cha..!!" Diki membisikan kata cinta nya untuk pertama kali di telinga chacha..
**
Di tempat yang berbeda..
"Maaf..!!"
Dinda menundukkan kepalanya, dia mengaku salah karena terlalu fokus dengan ponselnya.
Bima mengusap usap kepala istrinya, lalu dia memberikan lagi ponsel dinda yang tadi dia rebut.
Dinda menerima benda pipih itu, lalu langsung memasukkan ke dalam saku jaketnya..
"Maaf ya om..!!" kata dinda lagi "Aku tidak sengaja melakukan nya, aku hanya penasaran dengan chacha. Selama ini kita tidak pernah menyembunyikan apapun..!!" Dinda mencoba menjelaskan
"Sayang, jangan terlalu fokus memikirkan urusan orang lain, meskipun itu sahabatmu sendiri. Biarkan rahasia tetap menjadi rahasia. Kamu tidak perlu membuang waktu mu untuk mencari tahu apa yang dia coba sembunyi kan dari mu..!!"
...****************...
__ADS_1