Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 145 MCS


__ADS_3

Dinda menarik tangannya, lalu menggeleng cepat menandakan dia tidak mau di ajak pulang kerumah besar mereka.


"Baiklah. Aku tidak akan memaksa kamu. Tapi izinkan aku berada di dekat kalian.." ucap bima dengan tatapan memohon


"Aku hanya akan berada di mobil. Aku janji tidak akan terlalu dekat. Aku hanya ingin memastikan keadaan kalian berdua baik baik saja.." sambung bima lagi,


Dinda kembali menjatuhkan air matanya..


Bima menghapus air mata di kedua sudut mata sang istri. "Ayo kita kembali ke villa. Suhu di luar terlalu dingin.." ucap nya lalu mengajak istri nya berjalan menuju villa..


Bima menautkan jemari nya ke sela sela jari dinda, lalu memasukkan tangan yang bertaut itu ke dalam saku jaket nya..


Tak ada pembicaraan berarti selama perjalanan mereka menuju villa. Padahal tadi dinda yang dengan sengaja keluar villa di udara dan suhu yang sangat dingin itu hanya untuk memancing suami nya keluar dari dalam mobil.


Tapi kini justru dia yang sulit menggerakkan lidah nya untuk bicara.


*Di depan villa..


"Masuklah. Jangan keluar lagi, udaranya sangat dingin.." kata bima setelah mereka tiba di depan villa


Cupp..

__ADS_1


Bima mengecup kening dan punggung tangan dinda yang masih menyatu dengan jemari tangannya .


Setelah itu perlahan bima mulai melonggarkan tautan jari nya. Tapi tanpa di sangka nya, dinda malah semakin mengeratkan jemarinya..


Bima tersenyum sambil mengusap pucuk kepala sang istri.


"Mau minum coklat hangat ??" tanya dinda malu malu..


Bima kembali mengembangkan senyum nya lalu mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangan matanya dari kedua manik mata sang istri..


Dinda lalu menarik tangan suami nya, dan membawa pria yang sangat di rindukan nya ini masuk ke dalam villa..


Dinda pun segera berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat tersebut untuk suami nya.


Tanpa dinda sadari, ternyata suaminya mengekor dia di belakang. Dan saat dinda sedang sibuk membuat minuman tersebut tiba tiba ada tangan yang melingkar sempurna di perutnya.


Hangat!!


Itulah yang dinda rasakan. Memang ini yang dia inginkan, bahkan semalaman dia tidak bisa memejamkan matanya karena terlalu sibuk membayangkan betapa hangatnya pelukan bima jika di rasakan di malam hari.


"Biarkan seperti ini sebentar saja.." bisik bima seraya meletakkan dagunya di bahu sang istri..

__ADS_1


Cupp!!


Bima mengecup dengan lembut leher sebelah kanan dinda.. "Jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon.." bisik bima lirih


"Aku tahu, kamu pasti sudah muak mendengar kata maaf dari ku. Aku juga tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan untuk menebus semua kesalahan ku padamu. Tapi yang jelas aku akan menuruti semua yang kamu katakan, Kalau saat ini kamu tidak mau pulang kerumah kita, tidak apa apa. Aku mengerti. Kalau kamu tidak mau dekat dengan ku, bahkan tidak mau melihat ku. It's okay, aku akan berbesar hati dan bersabar. Tapi aku mohon, jika hati mu sudah lebih baik, kembalilah pada ku. Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku lagi.."


Dinda mematikan kompor listriknya, lalu kembali berbalik..


Dinda menangkup wajah suami nya, dengan kedua kaki yang berjinjit wanita itu lalu mendaratkan ciuman nya di bibir tebal sang suami..


Cupp!!


Sungguh dia sudah tidak bisa lagi menahan rindunya yang begitu besar pada bima. Apalagi mendengar ungkapan hati suami nya yang panjang kali lebar itu.


Wanita hamil itu langsung me l u mat dengan basah bibir tebal suami nya. Sementara bima yang masih terkejut dengan serangan mendadak tersebut, bahkan dia sampai tidak membalas ciuman hangat sang istri.


Karena merasa suami nya itu diam saja, dinda pun akhirnya melepaskan bibirnya perlahan..


"Maaf.." gumam nya pelan seraya menundukkan kepalanya malu..


Bima memegang dagu istrinya, dan menuntun kepala dinda kembali untuk menatap nya..

__ADS_1


__ADS_2