Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 172 MCS


__ADS_3

Deg


Ayah mematung di tempat nya ketika melihat pemandangan yang seperti mimpi..


Semua mata tertuju pada ayah, termasuk luna dan dewa.


Luna berjalan menghampiri ayah nya..


Cupp


Luna mengangkat tangan ayah nya, lalu mencium punggung tangan itu dalam dan cukup lama..


"Aku pulang, ayah.." ucap luna dengan air mata yang tidak bisa berhenti mengalir. Cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayah nya. Dan itu benar menurut versi luna.


Grep


Tanpa mengatakan apapun, ayah langsung memeluk putri nya. Kedua netra nya sudah basah. Entah sejak kapan air mata nya itu keluar, tapi yang jelas saat ini hanya air mata itu lah yang mampu menggambarkan betapa rindu nya dia pada putri nya tersebut.


"Kemana saja kamu, nak ?? Ayah sangat merindukan mu.. Hiks..hiks.."


"Maafkan dinda yah, hiks..hiks.. Dinda sudah membuat ayah sedih..."


Setelah drama haru yang terjadi di depan rumah, ayah dan bunda pun langsung mengajak luna, bima dan juga dewa masuk ke dalam rumah.


Kini ke lima orang itu ada di ruang keluarga..


Luna sudah menceritakan pada ayah dan bunda nya kemana dia selama ini. Bima hanya menyimak, dia tidak ingin mengganggu pembicaraan antara luna dengan kedua orang tua nya. Sementara dewa yang sudah tahu bahwa bunda dan ayah adalah oma dan opa nya kini berada dalam pangkuan opa arya. Dia sudah dekat meskipun baru beberapa menit bertemu.


Opa arya terus menciumi cucu nya. Pria tua itu sangat bahagia ternyata sudah memiliki seorang cucu. Cucu pertama yang akan mewarisi seluruh aset milik nya.


"Bima, ikut ayah sebentar!!" Ayah tiba tiba menginterupsi, dia meminta menantu nya untuk bicara empat mata di taman belakang.


"Dewa, cucu opa, kamu disini dulu ya sama oma. Opa mau bicara sama papi kamu.." opa arya pun menurunkan dewa. Dewa mengangguk. setelah itu opa berjalan menuju taman belakang...


*Di taman...

__ADS_1


"Maafkan ayah, bima. Ayah sudah jahat pada mu selama ini!!" Ayah langsung membuka suara.


"Tidak ayah. Ini semua memang kesalahan ku!!"


Sejak kepergian putri nya, ayah memang sudah tidak lagi menganggap bima sebagai menantu nya. Ayah terus menyalahkan bima atas kepergian dinda. Tapi bima tidak pernah membalas meskipun ayah setiap hari selama 5 tahun selalu mengacuhkan nya. Jika bima datang, ayah tidak pernah menganggap bima ada. Ayah benar benar terpukul dan marah pada saat itu.


Ayah pun langsung memeluk bima.. "Terimakasih kamu sudah membawa putri ayah pulang.." ucap nya di sela sela pelukan itu


*Malam hari nya...


"Dewa sayang, malam ini tidur sama opa dan oma ya ??" Ayah arya berbicara pada cucu nya yang tengah bermain. Tadi sore ayah langsung meminta salah seorang pekerja di rumah nya membelikan banyak mainan untuk cucu pertama nya itu..


Dewa langsung melihat ke arah mami nya seolah meminta izin apakah boleh malam ini dia tidur bersama oma dan opa nya..


Luna mengangguk sambil tersenyum..


Anak itu sampai kegirangan mendapat izin dari mami nya. Selain menginginkan sosok Ayah, dewa juga ingin memiliki kakek dan nenek. Semua teman teman nya memiliki keluarga yang lengkap, tanpa di sadari luna dewa selama ini selalu iri akan hal itu.


Setelah itu, oma dan opa pun mengajak dewa untuk segera masuk ke kamar mereka.


"Aku lelah. Ayo tidur.." kata bima berpura pura..


Luna menyunggingkan senyum nya.. "Yakin mau tidur ??" tanya nya sengaja dengan nada menggoda..


Bima kembali berekpresi datar.. "Tentu saja." bima lalu bangun dan berjalan menuju kamar luna di lantai 2..


Luna hanya menatap punggung bima yang mulai menaiki tangga tanpa mau ikut suami nya itu ke kamar..


Setelah itu luna kembali menatap layar ponsel nya, karena sejak tadi dia tengah asik membaca dm dm di media sosial nya..


Beberapa menit kemudian...


Hushhh!!


"AAAAAA...." teriak luna cukup kencang ketika tubuh nya melayang di udara..

__ADS_1


"Sssttt.." bima langsung menyuruh sang istri untuk diam.


"Om.. Bukan nya tadi...."


Cupp..


belum selesai luna bicara, bima sudah lebih dulu membungkam bibir itu dengan bibir nya..


"Kenapa kamu tidak menyusul ku, hem ??" tanya bima sambil menaiki anak tangga..


Luna melingkarkan tangan nya di leher sang suami.. "Memang kamu menunggu ku ??" tanya luna kembali menggoda..


Cupp


Bima tidak menjawab, dia malah kembali menyambar bibir sang istri. Mereka berciuman sampai masuk ke dalam kamar..


Bima membaringkan tubuh sang istri di kasur. Pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi wajah sang istri..


"Sayang, besok kita pulang kerumah kita. Kamu mau kan ??" tanya bima dengan suara yang begitu lembut


Luna tidak menjawab, jujur dia masih sangat rindu dengan kedua orang tua nya..


"Aku sangat merindukan kebersamaan kita di rumah. Aku rindu ketika membuka mata, kamu lah yang pertama aku lihat. Aku rindu tidur bersama di kamar kita.."


Luna mengusap kepala bima dengan lembut.


Wanita itu mengangguk pelan.. "Iya suami ku. Besok kita pulang.." jawab luna sambil tersenyum


"Kalau kamu masih merindukan ayah dan bunda, kita ajak saja mereka untuk menginap dirumah. Bagaimana ??"


Luna kembali mengangguk tanda setuju. Itulah yang memang dia inginkan. Bersama dengan suami dan anak nya, juga bersama dengan kedua orang tua nya.


Setelah perbincangan ringan itu, sepasang suami istri itu pun kembali menikmati indah nya melepas rindu. Melakukan penyatuan semalaman penuh. Sekarang luna sudah mampu mengimbangi suaminya yang buas. Wanita itu tak kalah mendominasi. Luna berkali kali membuat bima melenguh karena merasakan kenikmatan permainan dari istri kecilnya itu.


"Kamu begitu hebat sayang.." puji bima pada sang istri ketika laharnya sudah memenuhi rahim luna lagi.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun tertidur bersama sampai pagi menjelang...


__ADS_2