Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 123 MCS


__ADS_3

BRAKKK..


Bima akhirnya mendobrak pintu kamar mandi karena istrinya itu tidak juga membuka pintu nya..


"Sayang.." Bima langsung menghampiri sang istri yang duduk di atas closet dengan menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangan nya


Bima langsung membawa dinda ke pelukan nya..


"Maaf sayang maaf.."


Setelah itu dia langsung mengangkat tubuh sang istri ala bridal..


Di baringkan nya tubuh dinda di atas tempat tidurnya tidak lupa bima menutupi tubuh itu dengan selimut..


"Tunggu ya sayang, Sebentar lagi dokter datang.." ucap bima seraya mengusap kepala sang istri. Saat pertama mendengar dinda terus muntah di dalam kamar mandi bima langsung menghubungi dokter obgyn yang bekerja di rumah sakit milik nya.


Dinda hanya diam tidak merespon, badan nya benar benar lemas tak bertenaga bahkan hanya untuk menjawab ucapan sang suami pun dia tidak bisa.


Setelah menunggu beberapa saat dokter obgyn datang bersama david yang memang tadi di minta bima untuk menjemput dokter tersebut.


"Kau tunggu jangan masuk..!!" seru bima pada asisten pribadi nya..


"Percaya diri sekali dia, memang siapa juga yang mau masuk ke dalam.."


Setelah itu dokter obgyn pun memeriksa dinda dengan hati hati. Jangan sampai dia salah diagnosis karena akibatnya akan sangat fatal. Bukan hanya status nya sebagai dokter di rumah sakit milik bima saja yang dia pertaruhkan, tapi dokter obgyn ini yakin jika dia sampai salah sedikit saja, pasti dia akan langsung di blacklist dari seluruh rumah sakit yang ada di dalam maupun luar negeri.


"Bagaimana dok ? Kenapa istri saya terus muntah dan tidak bisa makan walau hanya sedikit..??" tanya bima serius setelah dokter wanita itu selesai memeriksa istrinya.


"Begini tuan, Mual atau nausea pada masa masa kehamilan di sebabkan karena meningkatnya produksi hormon estrogen yang memancing peningkatan keasaman lambung.."


Bima menyimak dengan serius..


"Sebenarnya kondisi ini sangat normal di alami ibu hamil.." sambung dokter kembali menjelaskan


"Tapi istri saya tidak bisa makan sampai sekarang. Apa dia akan baik baik saja jika terus begitu ??" tanya bima mulai dengan nada sedikit tinggi


Dokter pun mengatur nafas nya, dia harus hati hati agar tidak salah bicara..


"Apa frekuensi muntah nyonya dinda sering atau hanya setelah mengonsumsi makanan dan minuman saja tuan ?" tanya dokter obgyn


"Ya, istri ku sering sekali muntah.." jawab nya cepat


"Jika mual dan muntah berlebihan (lebih dari 3 kali sehari) dapat mengakibatkan penurunan berat badan sampai 5%. Kondisi ini juga dapat memicu dehidrasi atau kekurangan cairan tuan.."


"Apa ini akan membahayakan bayi yang di kandung nya juga ??" tanya bima semakin khawatir


"Sebenarnya mual dan muntah di masa kehamilan tidak akan berdampak bagi janin selama nyonya masih mengkonsumsi makanan dan minuman. Bahkan pada kasus yang berat sekalipun, ini jarang membahayakan selama di tangani dengan benar.."


"Saya merekomendasikan selama trimester 1 untuk mengurangi rasa mual, nyonya dinda bisa mencoba saat tidur untuk miring ke sebelah kiri. Posisi ini sangat pas untuk ibu hamil di trimester awal dan akhir kehamilan. Selain itu tolong jaga agar nyonya tidak terlalu stres atau banyak pikiran. Karena itu lebih berbahaya bagi ibu hamil dari pada mual atau muntah di masa kehamilan nya.."


deg


Lagi lagi bima merasa bersalah, karena dia selalu membuat istrinya stres selama awal kehamilan nya ini.

__ADS_1


Setelah menjelaskan panjang lebar, dokter obgyn itu pun memberikan resep obat dan vitamin untuk mengurangi rasa mual dan muntah nyonya besar nya.


"David, kau antar lagi dokter sarah ke rumah sakit.." ucap bima pada asisten pribadi nya saat sudah berada di luar kamarnya lagi bersama dokter obgyn..


"Baik bos.." ucap david..


Setelah itu, bima pun kembali masuk ke dalam kamarnya..


Dia duduk di sisi ranjang dekat istrinya, "Sayang, maaf.." katanya dengan raut wajah sedih..


Dinda tiba tiba merentangkan kedua tangannya, sungguh dia sangat rindu berada di pelukan sang suami..


Bima meneteskan air matanya. lalu dengan segera memeluk tubuh kecil itu..


"Aku tahu ini pasti berat buat kamu.." bisik bima,


Dinda memeluk erat suami nya dengan lelehan air mata yang menggambarkan betapa rindu nya dia di peluk seperti ini.


Bima melepaskan pelukan itu perlahan..


"Sayang, kamu mau makan apa ?" tanya bima seraya menghapus air mata sang istri


"Apa ini sakit ??" tanya dinda khawatir seraya memegang telapak tangan bima yang tadi di perban nya..


Bima tersenyum seraya menggelengkan kepala nya pelan..


"Kamu makan dulu ya sayang.." kata bima lagi,


"Aku mau tidur di sini.." kata dinda seraya menunjuk dada bidang suami nya..


Dinda mengangguk.


Bima membuka baju nya lagi tanpa di suruh, dinda hanya tersenyum kecil padahal dia tidak meminta untuk suami nya itu buka baju lagi.


Setelah itu bima langsung membawa kepala sang istri untuk menjadikan dadanya sebagai bantal..


Dinda meraba dada sebelah kiri suami nya yang bekas terkena tembakan..


"Om, bisa tidak jangan terluka lagi..!!" gumam dinda pelan


"Iya sayang bisa.." jawab bima cepat


"Ini.." dinda mengangkat tangan bima yang di perban..


Bima hanya diam..


"kenapa bisa begini ? Apa om semarah itu padaku ??" tanya dinda sedih


"NO..!! Aku marah pada diriku sendiri, kenapa selalu salah bicara pada mu.."


"Bukan om yang salah bicara. Tapi aku yang terlalu sensitif. Aku juga tidak tahu kenapa, setiap aku mendengar penolakan atau hal yang aku tidak suka, rasanya aku marah sekali." kata dinda menjelaskan


"Dan maaf karena aku memaksa om untuk melakukan itu semalam. Kedepan nya aku janji tidak akan meminta hal bodoh itu lagi.." sambung dinda membahas kejadian semalam dengan mata berkaca kaca..

__ADS_1


"Sssttt.." ucap bima seraya menatap sang istri


"Bukan itu maksudku semalam yank. Aku hanya tidak mau membahayakan kamu dan si kecil ini.." kata bima seraya mengusap perut dinda..


"Kamu kan tahu betapa aku sangat menggebu jika kita sedang melakukan itu. Aku takut tidak bisa mengontrol diriku sayang.."


"Iya om. Tidak apa apa. Aku mengerti.." kata dinda berusaha mengerti. Tapi ucapan nya itu malah terdengar di telinga bima, dinda tidak baik baik saja.


Bima lalu mendekat kan bibirnya pada sang istri,


Cupp


Bima menempelkan bibirnya di bibir sang istri cukup lama, dinda hanya bisa memejamkan matanya dengan air mata yang menetes..


"Demi apapun, aku ingin sekali memakan mu saat ini juga sayang. Tapi kondisi kesehatan mu sedang menurun. Aku tidak tega melakukan itu.." ucap bima setelah melepaskan bibirnya,


Dinda kembali memeluk sang suami dengan erat. "I Love You Om.." kata dinda di pelukan bima


Bima mengusap kepala belakang sang istri, "I Love You too Sayang, aku sangat mencintai mu. Aku mohon jangan menangis lagi..!!" ucap nya seraya mencium kepala dinda berkali kali..


Setelah cukup lama mereka di posisi itu, dinda mulai melonggarkan lingkaran tangan nya..


"Om, aku mau kita pulang kerumah kita.." ucap dinda sambil mendongakkan kepala nya melihat sang suami


"Kamu mau pulang sekarang ??" tanya bima merapikan rambut yang menghalangi wajah cantik istri kecil nya


Dinda mengangguk pelan,


Cupp


Bima mengecup kening dinda, "Ayo kita pulang sekarang. Tapi sebelum itu kamu makan dulu ya.."


"Om yang masakin ya.." jawab dinda dengan mata berbinar


"Kamu mau makan apa ??"


"Spaghetti yang om bikin waktu itu seperti nya enak.." jawab dinda menelan saliva nya membayangkan betapa lezat nya masakan buatan sang suami


Bima tersenyum "Kamu tunggu di sini ya. Jangan turun dari tempat tidur. okay ?"


dinda mengangguk patuh..


Bima pun turun dari tempat tidurnya dan memakai lagi baju nya yang tadi. Setelah itu dia langsung keluar kamar menuju lantai 1..


Sementara dinda memilih untuk memainkan ponsel nya. Dia melihat lihat isi galeri nya, di sana ada kenangan nya yang dulu saat masih menjadi pelatih taekwondo.


deg


"Kak Dion..."


Batin dinda saat tidak sengaja melihat ada foto nya bersama dengan dion..


Jujur, dinda masih belum yakin bahwa dion melakukan hal itu. Nanti dia akan menanyakan kebenaran nya pada sang suami, karena dia juga belum tahu cerita sebenarnya yang terjadi dari versi bima.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2