
Masih di ruang kerja..
"darimana kau tahu bahwa si brengsek itu yang meminta bantuan mereka ??" Tanya bima lagi,
"Mereka memang tidak menyebutkan nama dion secara gamblang, tapi salah satu dari mereka mengatakan bahwa perusahaan Megatech lah yang sudah menghubungi mereka.."
"Kau kirimkan profil perusahaan yang menyediakan jasa mafia itu padaku..!!"
"Baik bos..!!"
David lalu membuka ponselnya dan mengirimkan data perusahaan mafia yang sudah berani mengusik ketenangan bosnya.
Tring
Notifikasi masuk ke ponsel bima,
Bima dengan cepat membuka pesan yang di kirim kan david padanya,
"kenapa wajahnya tidak berubah sedikit pun..!! Bahkan tidak ada raut ketakutan yang di perlihatkan nya..!!" batin david sambil terus memperhatikan bima
Mungkin kalau david yang mendapatkan kabar seperti ini, dia akan memilih untuk pindah dan tinggal di planet lain. Dari pada nyawa nya terancam.
Tapi tidak bagi bima, dia bahkan tidak gentar sedikit pun. Bima merasa dia tidak memiliki kelemahan apapun yang bisa membuatnya takut akan ancaman yang datang pada nya itu.
"Jadi mereka dari negara timur tengah..??" tanya bima tanpa melepaskan pandangannya dari layar ponselnya,
"benar bos..!!" jawab david
"Baiklah, kita lihat sejauh mana mereka berani bertindak..!!" ujar bima,
Tok Tok Tok
Suara pintu di ketuk,
"Om.." terdengar suara dinda yang memanggil bima dari luar,
deg
Bima lupa, sekarang dia memiliki seorang istri yang harus di jaga keselamatan nya. Ya, sekarang dinda lah yang mungkin menjadi kelemahan bagi seorang bima.
"Perketat keamanan di rumah ku dan mansion utama..!!" perintah bima pada asisten nya, "Kalau perlu tambah lagi penjagaan di setiap pintu masuk..!!" lanjutnya,
"Baik bos..!!" jawab david cepat, kini terlihat raut wajah bima yang berubah saat suara dinda memotong pembicaraan mereka,
__ADS_1
"Pergilah..!!" usir bima, "Dan jangan katakan hal ini pada siapapun, termasuk pada DAD YUDA..!!" kata bima lagi dengan penuh penekanan
David menelan kasar saliva nya,
"Bos..!!" lirih david
"aku tahu kau selama ini memberitahukan pada dad yuda apa saja yang kulakukan..!!"
"Mampus kau david..!! Tamatlah riwayatmu..!!" gumam david dalam hati
Wajah david memucat, bagaimana bima bisa tahu perbuatannya padahal david melakukan nya dengan sangat hati hati.
"Sudahlah, kau tidak perlu tahu dari mana aku tahu semua itu..!!" kata bima membuat david sedikit menyesal kenapa dia harus bekerjasama dengan Tuan Yuda untuk memata-matai bima. Tapi satu sisi david juga merasa ini keputusan terbaik karna hubungan bima dan tuan yuda yang tidak pernah aku. Tanpa bima tahu, tuan yuda selalu antusias jika david memberitahukan apa saja yang putra nya itu lakukan.
"Kali ini aku memaafkan mu, mengingat kau adalah teman ku sejak dulu..!! Tapi aku tidak akan mentolerir jika sampai kau mengkhianati ku seperti si brengsek itu..!!" tegas bima,
glek
Lagi lagi david hanya bisa menelan saliva nya,
Membayangkan nya saja membuat lutut david lemas,
Tok..Tok..Tok
Ceklek..
Bima membuka pintu,
"Ka David..??" Dinda tersenyum senang melihat david karna sudah beberapa hari dia tidak melihat asisten pribadi suami nya itu,
"Hai dinda, apa kabar ?" tanya david,
"Jangan basa basi..!! Cepat pergi..!!" ketus bima,
"ck, dasar bucin..!!"
David pun pamit pada bima dan istrinya..
**
Setelah david pergi..
"hey, kenapa cemberut seperti itu..??" bima memeluk dinda dari belakang,
__ADS_1
"Om kenapa sih..??"
"kenapa apa nya ??"
"itu, tadi..!! Kak david kan cuma nanya kabar aku doang, tapi om malah bersikap seperti itu..!!"
"untuk apa dia menanyakan kabar istri orang..?? Itu tidak pantas..!!" seru bima,
"ck, tapi kan maksud kak david bukan seperti itu..!!" protes dinda,
"sssttt.. aku sudah bilang, cukup pikirkan aku jangan yang lain..!!" bisik bima tepat di telinga dinda,
Cupp
Bima mencium pipi dinda,
"Ayo sarapan..!!" ajak bima seraya melepaskan pelukannya
Bima menarik kursi untuk dinda saat sudah berada di meja makan.
"Mau makan apa ??" tanya bima,
"emang om bisa masak..??"
Bima tersenyum lalu mengeluarkan bahan bahan masakan dari dalam kulkas,
"mau makan apa ??" tanya bima lagi,
"emmm, pasta kayanya enak..!!"
"Baiklah.." bima tersenyum, dia lalu menggulung lengan kemejanya dan memakai apron lalu mengikat talinya di belakang,
"Lihat dan perhatikan..!!" ucap bima lagi sambil memakai sarung tangan karet di kedua tangan nya,
Bima memotong motong bahan masakan itu seperti seorang pro. Dinda tidak tahu suami nya itu ternyata bisa memasak bahkan caranya memegang pisau dan menggunakannya di luar ekspektasi dinda.
Mata dinda terbelalak..
"aku bahkan tidak bisa memotong bawang secepat itu..!!"
...****************...
__ADS_1