
Mobil yang membawa dinda beserta ketiga orang tua nya sudah tiba di mansion utama..
Belum sempat penumpang di mobil tersebut turun, bima sudah mengetuk ngetuk jendela mobil tersebut.
"Dad, kenapa kau membawa istriku ke mansion utama ?" tanya bima sedikit emosi setelah dad yuda membuka jendela mobil yang di ketuk nya tadi..
"Aku yang minta..!!" ketus dinda yang menjawab pertanyaan suami nya, setelah itu wanita hamil tersebut pun langsung turun dari mobil. Sementara dad yuda, ayah dan bunda hanya bisa menahan tawa mereka melihat keributan kecil yang pasti di sebabkan oleh CEO labil itu..
"Padahal tadi di rumah sakit mereka begitu mesra..." ucap ayah heran setelah dinda keluar dari mobil dan bima terlihat terus menerus mengekor istrinya di belakang
"Namanya juga lagi hamil yah, pasti membuat dinda menjadi sangat sensitif..!!" balas bunda yang langsung dapat anggukan dari suami dan sahabat suami nya..
Dan mereka bertiga pun ikut turun dari mobil untuk masuk ke dalam mansion utama..
Sementara itu sebelum masuk, dad yuda memanggil david terlebih dahulu..
"Urus wanita itu..!! Jangan sampai dia menampakkan wajahnya lagi di depan anak dan menantu kesayangan ku..!!" tegas dad yuda pada asisten pribadi putra nya..
David mengangguk cepat, dia paham sekali wanita mana yang di maksud bos besar nya itu..
Setelah itu david pun pergi meninggalkan mansion utama untuk menjalankan tugas yang tadi di berikan. Dia juga membawa beberapa pengawal yang tadi mengikuti mobil mereka di belakang untuk mengurus masalah ini.
*Di dalam lift menuju kamar..
Sejak turun dari mobil tadi bima terus meminta maaf agar istrinya itu tidak lagi marah seperti ini.
"Sayang please.. jangan marah lagi ya.."
"Iya okay okay aku salah.." ucap bima sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada dengan tatapan memohon..
Ting
pintu lift terbuka,
Dinda keluar dari lift tersebut melewati suaminya..
Bima memejamkan kedua matanya, mencoba bersabar menghadapi wanita hamil ini..
*Di dalam kamar..
Dinda duduk di sisi ranjang besar nya. Bima yang tadi mengikutinya pun ikut masuk juga ke dalam kamar mereka yang beberapa hari ini sudah di tinggalkan..
Bima harap harap cemas, takut akan ekspresi wajah yang di tunjukkan istrinya..
Tiba..tiba
"Om sini.." panggilnya pelan seraya melambaikan tangan nya meminta sang suami untuk segera menghampiri diri nya..
__ADS_1
Bima sedikit terkejut, lalu buru buru dia berjalan mendekat, setelah itu bima langsung berlutut di depan sang istri, seraya memegang kedua lutut dinda..
Dinda tiba tiba mengusap kepala suaminya, menyisir rambut bima dengan jari jari nya perlahan dan penuh kelembutan..
"Sayang.. kamu nggak marah lagi kan ?" tanya bima was was..
Dinda menggeleng pelan.. "Dari tadi juga aku nggak marah.." jawab nya tanpa melepaskan tangan nya dari kepala sang suami
"Lalu tadi ?" tanya bima heran
Dinda menjawab dengan senyum meledek seraya mengangkat kedua bahunya..
"Astaga.. jadi kamu ngerjain aku hem..??"
"Nggak juga.. tadi memang aku beneran marah. tapi waktu aku pindah mobil dan jauh dari kamu, aku tiba tiba ngerasa kesepian.." jawab dinda menatap kedua manik mata indah suami nya
Benar, tadi di mobil dinda hanya diam saja. perasaan nya jadi tidak nyaman dan merasa sangat kosong saat dia jauh dari sang suami. Mungkin karena bawaan bayi yang di kandung nya yang selalu ingin dekat dekat sang ayah..
Bima menyungging kan senyumnya lalu mencium kedua punggung tangan sang istri. Dan tiba tiba saja dinda meletakkan telapak tangan bima di atas perutnya..
"Seperti nya baby kita juga tidak mau jauh jauh dari Papi nya.." bisik dinda di telinga sang suami..
Bima tersenyum sangat lebar sampai menampakkan barisan giginya yang putih bersih. Di usap nya pelan perut yang masih rata itu..
"Hai jagoan kecil. Sepertinya kamu lebih hebat dari papi, kamu bisa membuat mami mu berhenti marah dalam sekejap.." gumam bima menempelkan kepalanya di perut sang istri..
Bima tersenyum.. "Ya, seperti nya baby pertama kita ini laki laki.." jawab bima yakin
deg
"Bagaimana kalau ternyata perempuan ?" tanya dinda tapi hanya dalam hati nya..
Senyum dinda tiba tiba menghilang. Dia pun bangun dari duduknya..
"Aku mau ke toilet dulu.." ucap nya seraya melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi di dalam kamar..
Sementara bima, dia tidak sadar kalau ucapan nya tadi kembali membuat hati istrinya sesak..
*Di dalam kamar mandi..
Dinda duduk di closet kamar mandi nya, dia mengusap usap perut nya perlahan..
"tidak masalah sayang, kamu mau laki laki atau perempuan. Mami akan selalu ada buat kamu.." gumam nya dengan mata berkaca kaca..
*Di lantai satu..
"Yud, kami tidak bisa menginap di mansion. Seperti nya sore nanti aku dan istri ku akan kembali pulang kerumah.." ucap ayah arya yang kini duduk bersama di ruang keluarga..
__ADS_1
"Pulangnya besok saja lah Ar. Kau dan Tyas sekalipun belum pernah menginap di mansion ku.."
"Aku sudah meninggalkan perusahaan ku lebih dari seminggu yud. Kau kan tahu aku tidak memiliki banyak orang yang bisa di percaya seperti mu.."
Dad Yuda mengangguk pelan. Benar, sahabatnya itu selalu mengurus segala sesuatu nya sendiri. Karena dia beberapa kali pernah di khianati oleh orang orang kepercayaan nya. Membuat tuan arya jadi sulit untuk menaruh kepercayaan lagi pada orang orang baru..
"Baiklah kalau begitu..Tapi kau dan tyas baru boleh pulang setelah makan malam..!!"
Ayah dan bunda pun mengangguk setuju.
"Mas yud. Apa aku boleh bertanya ?"
Tuan yuda mengangguk..
"Wanita tadi yang di rumah sakit itu. Siapa dia ? Kenapa dia sampai menangis dan berlutut seperti itu..?"
huh
Tuan yuda membuang nafasnya kasar..
"Namanya Angel..." Tuan yuda memulai bercerita dengan menyebutkan nama wanita itu..
"Dia adalah teman dekat bima.."
"Maksudnya pacar ?" tanya ayah menyela..
Tuan Yuda menggeleng cepat.. "Mereka tidak pernah menjalin hubungan lebih dari teman dekat. Tapi dulu bima sangat mencintai wanita itu. Semua nya dia berikan tanpa sepengetahuanku. Apartemen, mobil, black card, semua dia berikan pada wanita itu.."
Ayah dan bunda sampai terkejut, mereka tidak menyangka menantu nya pernah sebucin itu dulu..
"Tapi kenapa bima tidak menikahi nya saja kalau memang dia begitu mencintai wanita itu ?" kini giliran bunda yang bertanya..
"Menurut penuturan Riko dan Diki, sebenarnya bima ingin melamar gadis itu di hari ulang tahun nya. Tapi pada saat itu bima malah menerima kenyataan pahit. Dia melihat wanita itu sedang berhubungan badan dengan salah satu sahabatnya sendiri di apartemen yang dia berikan.."
Bunda membelalakkan matanya seraya menutup mulut nya yang terbuka dengan kedua tangannya.
"Sahabatnya yang mana ? Setahu kami hanya diki dan riko bukan sahabat putra mu ??"
"DION..!!"
deg
"Dion ?" beo ayah.. "Jangan katakan dion yang..."
"Benar. Dion yang satu club bela diri dengan putri mu, dia yang mencoba menjalin hubungan dengan putri mu lewat kerjasama perusahaan, dan dia juga yang menembak putra ku..!!" dengan wajah penuh dendam, dad yuda tidak bisa lagi membendung kemarahan nya saat mengingat semua yang laki laki itu perbuat pada hidup putra nya..
"Aku pasti kan, dia tidak akan pernah menghirup udara bebas lagi. Dan seumur hidupnya dia akan kekal di balik jeruji besi..!!"
__ADS_1
...****************...