Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 119 MCS


__ADS_3

"Hoek..Hoek.." Dinda sudah 3 kali mengeluarkan lagi makan malam nya..


Bima sangat panik sampai dia terus mundar mandir di depan kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Dia bingung harus berbuat apa, karena istri nya tidak mengizinkan dia untuk masuk.


Ceklek..


Bima langsung menghampiri sang istri saat pintu kamar mandi terbuka..


"Aku panggil kan dokter ya.." kata bima seraya membantu istri nya naik ke tempat tidur..


Dinda menggeleng pelan.. "nggak om, aku cuma mau istirahat.." kata dinda sambil meringkuk memeluk guling..


"Sayang, please, aku khawatir banget sama kamu.."


Puk..puk..


Dinda menepuk bantal di sebelah nya..


Bima yang mengerti pun langsung naik dan berbaring tanpa bertanya..


Dinda menyingkirkan guling tadi, lalu menjadikan lengan suami nya sebagai bantal. Tangan nya dia lingkarkan di perut sang suami..


"Om, buka baju dong.." kata dinda membuat bima heran..


"Yank, jangan bilang kamu mau..."


Plak..


Dinda memukul dada bidang suami nya.. "Cepet buka..!! Jangan mikir aneh aneh.." katanya lagi memaksa


Bima pun pasrah, dia lalu membuka baju yang di pakainya lalu kembali berbaring..

__ADS_1


"Begini lebih baik.." Kata dinda seraya kembali melingkarkan tangan nya di perut suami nya.. "Badan kamu wangi. Aku suka.." gumam nya semakin membenamkan wajahnya di ceruk leher Bima


Sementara bima, dia sedang mati matian menahan hasrat nya. Bagaimana tidak, sang istri saat ini hanya memakai baju tidur tipis tanpa bra di tambah tubuhnya yang menempel sempurna di tubuh bima. Bima merasakan dada sang istri lebih padat dan berisi semenjak hamil.


Bukan bima tidak mau melakukan nya, tapi dia menahan nya karena takut akan terjadi hal buruk pada janin yang ada di dalam kandungan sang istri. Meskipun dokter obgyn di rumah sakit nya mengatakan boleh boleh saja, tapi ada resiko yang mungkin terjadi jika melakukan hubungan di awal masa kehamilan. Salah satu nya adalah terjadi nya kontraksi dini, jika s p er ma di keluarkan di dalam rahim sang istri.


Bima terus menarik nafas nya dalam dalam, mencoba menetralkan lagi kesadaran nya agar tidak menerkam sang istri..


"Om.." ucap dinda sambil mengelus dada suami nya dengan tempo yang pas..


"Hem.." jawab bima dengan tatapan melihat ke langit langit kamar nya..


"Aku mau..." jawab dinda malu malu..


"Mau apa sayang..?"


Dinda lalu sedikit naik mendekat kan wajahnya ke telinga sang suami.. "Making Love.." bisik dinda membuat bima meremang..


Bima buru buru menggeleng.. "Jangan sayang. Aku takut terjadi apa apa dengan kamu dan bayi kita.." ucap bima menolak dengan halus, padahal sebenarnya adik nya pun sudah tegang sejak tadi..


"Tapi yank..."


"Oh. Yaudah kalau gak mau..!!" Belum sempat bima menyelesaikan ucapan nya, dinda sudah lebih dulu merajuk. Wanita itu bergeser menjauh dan kembali menempelkan kepala nya di bantal, lalu sedetik kemudian dia langsung membelakangi bima..


huh


Bima menghembuskan nafas kasar..


"Sayang, bukan aku nggak mau. Tapi..."


Dinda tiba tiba bangun, bima melihat sang istri mengambil dan langsung memakai jaketnya lalu berjalan menuju pintu kamar..

__ADS_1


Bima pun langsung bangun dan mengejar istrinya.. "hey..hey..hey.. kamu mau kemana ?" tanya bima menahan tangan dinda..


"Mau cari Sugar Daddy baru..!!" jawab dinda asal..


Bima langsung menarik dinda kepelukan nya.. "Iya sayang maaf maaf.. Kamu mau apa ? Ayo kita lakukan sekarang.." kata bima panik


Dinda mendorong dada suami nya yang tanpa sehelai benang pun.. "MINGGIR..!!" bentak dinda dengan wajah yang sedikit menyeramkan. Sebenarnya dinda juga tidak mengerti kenapa dia menginginkan itu. Tadi saat dia menyentuh kulit tubuh suaminya, tiba tiba saja keinginan itu muncul. Mungkin hormon kehamilan nya juga yang mempengaruhi hal itu.


"NGGAK..!! KAMU GAK BOLEH KELUAR..!!" pekik bima seraya berdiri di depan pintu, menghalangi sang istri untuk keluar dari kamar mereka.


Meskipun istri nya sudah memakai jaket, tapi tubuh bagian bawahnya terpampang sempurna. Tidak mungkin bima mengizinkan nya keluar dari kamar dengan pakaian seperti itu.


"Ck.." dinda berdecak kesal sambil berbalik, dia kembali berjalan menuju tempat tidurnya. Tidak lupa dinda melepaskan jaketnya lagi lalu dengan kasar membuang nya ke sembarang tempat


Sungguh, dinda juga merasa permintaan nya tadi sangat memalukan dan menjatuhkan harga diri nya. Padahal bukan hanya karena hormon kehamilan nya, tapi dinda juga sangat merindukan belaian sang suami yang lebih dari 2 minggu ini tidak di dapat kan nya.


Dinda buru buru naik ke tempat tidur lagi. Dia menutup tubuh nya dengan selimut tebal.


Bima berjalan lalu mengambil jaket yang teronggok di lantai, kemudian dia menaruh kembali jaket tersebut di atas sofa kamar.


Bima kembali mengekor istrinya, dia naik lagi ke tempat tidur. Di peluk nya tubuh sang istri dari belakang.


"Maaf sayang.." kata bima membisikkan di telinga sang istri. Tapi dinda tidak bereaksi, dia hanya diam.


Dalam diam nya dinda merasakan sesak di dada nya. Karena penolakan suaminya ini, dia sampai berjanji dalam hati, ini pertama dan terakhir dia meminta nafkah batin nya.


Setetes air mata jatuh. Tapi dinda terus menahan nya agar tidak ada isakan yang terdengar oleh bima.


Akhirnya dinda pun tertidur.


Sementara bima, dia masih terjaga, sama sekali belum bisa memejamkan mata nya.

__ADS_1


"Oh God.. help me.." batin bima frustasi, baru juga berbaikan kini dia sudah membuat istri nya sedih lagi..


...****************...


__ADS_2