
*Hari dimana bunda menjelaskan pada menantu laki laki nya mengenai perubahan hormon yang terjadi pada wanita hamil, yaitu istrinya.
Setelah mendengar betapa bahaya nya jika seorang wanita yang tengah hamil sering mengalami stress, bima pun langsung berlari menuju ke kamar pribadi nya bersama sang istri
*Di dalam kamar..
Terlihat di sana, istri nya masih terlelap dan belum membuka mata nya kembali. Bima berjalan mendekati sang istri..
Cupp
Dia mengecup kening dinda pelan..
"Maaf sayang.." gumam nya, padahal dia juga belum menyadari apa kesalahan nya..
Laki laki itu lalu ikut naik ke dalam tempat tidurnya. Bima lalu melingkarkan tangan nya di perut sang istri. Posisi nya sekarang dia memeluk dinda dari belakang.
eughh..
Merasa tidur nya terganggu, dinda pun melenguh dan mulai mengerjap kan kedua matanya..
Di lihatnya ada tangan kekar yang melingkar di perutnya, dan terasa nafas berhembus di tengkuk belakang nya..
"Om.." suara serak dinda khas bangun tidur..
"Iya sayang.." jawab bima tanpa melepaskan pelukan nya. Dia begitu menikmati aroma harum dari rambut sang istri..
Dinda kemudian membalikkan badan nya perlahan agar bisa menatap suami nya..
Bima memegang lembut pipi sang istri.. "Aku punya hadiah untuk mu.."
Dinda mengerutkan kening nya.. "Hadiah apa ?"
"Sebentar.." bima lalu mengambil ponsel nya yang ada di atas nakas..
"Ini..." Bima menunjukkan sesuatu di layar ponsel nya..
"Apa ini..??" tanya dinda lagi masih belum mengerti..
Bima tersenyum.. "Aku sudah booking hotel yang paling mahal di kota ini untuk mengadakan pesta pernikahan kita..."
"Hah ?"
Saking terkejutnya dinda, dia sampai tidak bisa berkata kata..
"Seminggu lagi dari sekarang, kita akan mengadakan pesta pernikahan kita yang tertunda sekaligus mengatakan pada seluruh saudara, kerabat, dan sahabat kita bahwa kamu sedang mengandung keturunan Havidi.."
__ADS_1
Dinda menutup mulut nya tidak percaya..
Cupp
Bima menurunkan tangan sang istri, lalu dia mengecup bibir istrinya yang masih sedikit terbuka itu..
Belum selesai keterkejutan nya, bima menunduk lalu mengecup berkali kali perut sang istri.
"Anak papi sehat sehat ya.." kata bima seraya mengelus lembut perut dinda.. "Laki laki atau perempuan papi tidak masalah. Yang penting di dalam sana kamu jangan merepotkan mami mu ya nak.." ucap bima tepat di depan perut sang istri..
deg
Dinda mengigit bibir bawahnya, tiba tiba air mata nya jatuh begitu saja.
Bima yang mendengar isakan tangis sang istri lalu menyudahi obrolan nya dengan sang jabang bayi. Laki laki itu kembali mendekatkan wajah nya dengan sang istri..
Cupp
Bima mengecup kening dinda dalam dan lumayan lama.
"Maafkan ucapan ku tadi. Aku tidak tahu kalau itu menyinggung perasaan mu.." kata bima setelah melepaskan bibirnya dari kening dinda. Jujur, dia benar benar takut setelah mendengar penjelasan mertua nya tadi. Saat itu juga bima menyadari kesalahan nya. Dia tidak mau membahayakan janin yang ada dalam kandungan dinda, dan tentu saja bima juga tidak mau membahayakan sang istri yang amat di cintai nya itu.
Dinda mengangguk pelan. Wanita itu lalu melingkarkan tangan nya di leher sang suami.
"Makasih mas, kamu udah mau ngertiin aku. Maaf aku terlalu sensitif akhir akhir ini."
**
Di lain tempat..
Chacha sampai menangis mendengar cerita masa lalu ibu dan ayah nya.
Setelah itu, chacha kembali ke kamarnya lagi. Dia terus merenungi cerita tadi. Apakah dia akan tega membuat ibu nya bertemu lagi dengan luka masa lalu nya.
Tapi kalau tidak, mungkin sampai kapan pun dia tidak akan bisa menikah. Karena sejak chacha tahu bahwa ayah nya masih hidup, dia sudah berjanji apapun yang terjadi, dengan siapapun dia menikah nanti, ayahnya lah yang akan menjadi wali nikah nya.
*Di balkon kamarnya..
Setelah makan malam berdua seperti biasa dengan sang ibu, chacha langsung masuk ke kamar nya. Gadis itu memilih untuk menghabiskan malam nya di balkon kamar nya. Memandang langit malam yang mendung seolah tahu hati nya sedang tidak baik baik saja.
Tanpa chacha sadari, ada yang terus melihatnya dari dalam mobil. Seseorang yang sangat mencintai nya tanpa syarat. Ya, seseorang itu adalah diki. Laki laki yang sejak tadi terus memandang chacha dari dalam mobil nya.
Dari sana, diki melihat wajah chacha yang bersedih. Dia tahu, saat ini gadis itu sedang menangis seorang diri. Karena sesekali chacha menghapus air mata nya yang jatuh. Ingin rasanya diki memeluk tubuh gadis nya itu. Tapi dia tidak mau melakukan nya tanpa izin dari calon istrinya tersebut.
deg
__ADS_1
Entah bagaimana, tiba tiba netra mereka bertemu..
Chacha buru buru menghapus air matanya. Gadis itu kemudian berlari masuk ke dalam kamarnya lagi untuk menemui kekasih hati nya. Saat ini chacha benar benar membutuhkan sosok diki yang jauh lebih dewasa dari nya. Diki yang selalu bisa menjadi sosok kekasih sekaligus ayah untuk chacha.
Chacha berlari menuruni tangga, dengan lelehan air mata yang terus membasahi kedua pipi nya.
Di luar sana, diki pun bergegas keluar dari mobil nya..
grep..
Chacha memeluk diki lebih dulu..
"hiks..hiks.." di pelukan lelaki itu air mata chacha langsung pecah..
Diki membalas pelukan chacha dengan sangat erat. Dia terus mengusap belakang kepala gadis itu dengan lembut.
"Menangislah.. Aku di sini untuk mu sayang..!!" ucap diki pelan
Setelah cukup lama chacha menangis, gadis itu mulai sedikit tenang. Dia pun melepaskan pelukan nya..
Diki lalu membuka jaketnya, dan memakaikan jaket itu di tubuh chacha, karena saat ini chacha hanya memakai piyama tidur tipis berbahan satin di tambah bawahan celana pendek jauh di atas lutut.
"Apa kamu nggak kedinginan memakai baju seperti ini di balkon selama hampir 2 jam, hem ??"
deg
Chacha langsung tersadar, dia saat ini hanya memakai piyama tidur dan piyama yang dipakainya cukup terbuka dari atas sampai bawah.
Diki tersenyum saat melihat wajah chacha memerah.. "Besok kita bicara, sekarang kamu masuk dan istirahat.. okay ?" kata diki seraya membetulkan posisi jaket yang menutupi tubuh bagian atas gadis nya..
Chacha mengangguk pelan, dia menahan malu. Karena belum pernah sekali pun dia memperlihatkan bagian tubuhnya seperti ini pada siapa pun kecuali ibu nya.
Cupp
Diki mengecup pipi chacha,
"Masuklah..!! Aku tidak mau ada yang melihat tubuh mu selain aku..!!" kata diki dengan mode posesif nya..
Chacha pun langsung berlari masuk kembali ke dalam rumahnya. Dia benar benar malu pada diki. Sebenarnya dia pun tidak sadar saat berlari tadi untuk menemui diki, dia memakai piyama yang kurang bahan seperti ini. Tentu saja jika dia menyadari nya, pasti gadis itu akan berganti baju terlebih dulu sebelum menemui diki.
Diki terkekeh geli melihat chacha berlari lari kecil seperti itu. Tapi Hati nya cukup tenang, karena gadisnya sudah lebih baik dan tidak menangis lagi seperti tadi.
Diki pun masuk kembali ke dalam mobilnya, dia lalu melajukan mobil nya lagi menuju apartemen. Besok dia akan kembali lagi untuk bertemu dengan Chacha.
__ADS_1
...****************...