
Di waktu yang sama tapi tempat yang berbeda..
Setelah mengistirahatkan tubuh nya, akhirnya dion bisa kembali bangun. Total lebih dari 7 jam dia tertidur.
Di lihatnya suasana luar saat senja mulai menyingsing menandakan malam akan segera datang. Hari ini dion menghabiskan waktunya hanya dengan tidur.
Setelah mandi dan berpakaian, dion menatap pantulan dirinya di cermin. Dia mengumpat dalam hatinya, berjanji akan membalas apa yang bima lakukan padanya. Dion tidak akan lagi menahan diri, walaupun harus ada yang mati di antara mereka setidaknya itu lebih baik.
Dion menghubungi seseorang,
📞 Berikan aku kontak nya..!! Aku akan menghubunginya sendiri,
Dion di sambungan teleponnya. Ternyata dion menghubungi kenalan nya yang ada di negeri Paman Sam itu.
Setelah mendapatkan nomor telepon yang dia minta, dion segera menghubungi nomor yang tertera di layar ponselnya.
Entah siapa yang dia hubungi, dengan menggunakan bahasa inggris yang fasih dion terus berbicara dengan orang di sambungan telepon nya.
Setelah beberapa menit berbicara di telepon, laki laki itu pun mengakhiri sambungannya. Terlihat jelas ada senyum smirk di wajah dion yang sudah babak belur itu.
"Selangkah lagi, dinda akan jadi milikku..!!"
**
Pesawat sudah mendarat dengan sempurna di bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Disana sudah ada mobil pribadi Riko yang berjenis SUV terparkir sempurna di pintu keluar bandara lengkap dengan supir pribadi yang ada di samping mobil berwarna hitam tersebut.
"Kau mau kemana ??" tanya riko,
"Aku akan langsung ke tempat dion..!!" tanpa melepas kaca matanya, angel segera mendekati mobil taksi yang berwarna biru dengan ikon burung diatas tulisan taksinya.
__ADS_1
Riko memegang tangan angel, "Aku antar..!!" katanya lagi
"Tidak perlu..!! Aku akan menemui nya sendiri..!!"
Setelah itu angel segera masuk ke dalam taksi tersebut, menuju ke apartment dion.
"Pak, ke tempat biasa..!!" kata riko pada supir pribadinya,
Setelah itu, mobil riko pun meninggalkan bandara menuju tempat yang biasa dia datangi
**
Masih ada perdebatan antara dinda dan suaminya. Dinda terus merengek, meminta agar bima mengajaknya pergi bersama untuk perjalanan bisnis besok pagi.
Sementara bima pun tegas menolak permintaan istrinya. Bukannya bima tidak mau, tapi dia takut kepergian nya kali ini akan membahayakan nyawa dinda.
Bima menyatukan kening nya dengan kening dinda, "Cuma satu minggu sayang..!!" katanya lagi dengan penuh kelembutan,
Apa mau di kata, akhirnya dinda pasrah saja dengan keputusan suaminya. Toh selama bima pergi dia di izinkan untuk bertemu dengan sahabatnya chacha dan lebih dari itu bima akan meminta kedua mertuanya untuk menginap sementara dirumah baru mereka.
"Sebagai ganti nya, hari ini aku akan mengabulkan apapun permintaan kamu..!!" kata bima lagi seraya menyelipkan anak rambut ke belakang telinga istrinya,
Meskipun dia sudah mengatakan bahwa selama satu minggu ini dinda boleh menghabiskan waktu nya bersama orang tua dan sahabatnya, tapi terlihat jelas di mata bima raut wajah istrinya yang murung.
Akhirnya dia memiliki ide, sebelum pergi dia akan menghabiskan waktunya hari ini hanya dengan istrinya.
"Beneran..??" tanya dinda,
"he'em..!!" jawab bima singkat
"Jangan nyesel ya..??" katanya lagi,
__ADS_1
Bima mengangguk, lalu setelah itu dinda membawa bima menuju kamar pribadi mereka meminta bima untuk berganti baju.
"Memangnya kita mau kemana sih ??" tanya bima penasaran, karena dinda meminta dia untuk memakai pakaian yang serba hitam lengkap dengan kaca mata hitam juga.
Dinda tidak menjawab, dia malah membawa bima pergi keluar dari rumah besar mereka menuju ke suatu tempat.
Hampir 2 jam di perjalanan, akhirnya mereka sudah tiba di salah satu komplek perumahan,
"Ini kan..." gumam bima,
"Ini kan apa ??" tanya dinda menyelidik, "memang nya om pernah kesini ??"
"ah..emm ..nggak..!!" katanya dengan terbata,
"Ssttt.. udah ah jangan berisik nanti ketauan..!!"
"Memangnya kita ngapain sih disini ?? Kenapa harus bersembunyi seperti itu ??" tanya bima tidak mengerti. Dia melihat dinda terus menundukkan kepalanya, seperti orang yang sedang mengintai sesuatu.
Dinda menarik kepala bima agar suaminya mau menunduk dan bersembunyi,
"Ssttt.. nanti ketauan..!!" dinda menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir dia.
"Om tau nggak di depan kita itu rumah siapa ??" tanya dinda masih bersembunyi di bawah dashboard mobil bima
Bima menggeleng, pura pura tidak tahu..
"Ini rumah Chacha, om..!!" kata dinda setengah berbisik
"Lalu untuk apa kita kesini..??"
...****************...
__ADS_1