
"Lihatlah..!!"
"Berapa nyawa lagi yang ingin kau korbankan hanya untuk mencapai ambisi mu ???"
**
Dion membaca 2 pesan dari bima beserta foto para korban yang dia tahu itu adalah orang bayaran nya.
Dion menggertakkan giginya, matanya memerah menahan amarah.
"B...A...N...K...S...A...T...!!!" Umpat dion (biar gak di blur editor ✌️)
"Aku sudah membayar mahal..!! Mafia tidak berguna..!!" sambungnya lagi seraya membanting semua isi di ruang kerjanya
Sang sekretaris pribadi, yaitu wanita bernama Tina pun masuk ke dalam ruangan dion..
"Astaga..!! Ada apa pak dion..?? Kenapa berantakan seperti ini..??" tanya tina saat melihat ruangan dion yang seperti kapal pecah, wanita itu pun dengan segera memunguti setiap barang yang tergelatak di lantai
"PERGI...!!" Pekik dion,
"Tapi pak.."
"AKU BILANG PERGI...!!" Dion membentak sekretaris nya itu
Pikiran nya sedang kacau, dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun termasuk sekretarisnya..
**
Di rumah dinda..
Ayah sudah tiba sejam yang lalu, mereka bertiga pun sudah selesai makan siang bersama.
Saat sore menjelang, dinda dan bunda nya memutuskan untuk berenang bersama. Sementara ayah, dia hanya melihat kedua wanita yang cintainya dari atas kolam.
Dengan meminum jus semangka yang di bawakan oleh asisten rumah tangga putrinya, ayah menikmati waktu kebersamaan dengan istri dan putrinya yang sudah lama tidak di rasakan nya.
Semenjak dinda menikah, rumahnya terasa sepi. Tidak ada lagi senda gurau di rumah itu. Meski begitu, ayah tetap bahagia jika melihat putrinya juga bahagia.
Tanpa dinda tahu, bima sudah menghubungi ayah dan meminta mertua nya itu untuk tinggal seminggu dirumah mereka selama dia tidak ada.
Dan bima juga minta ayah untuk cuti bekerja, agar tidak ada siapapun yang bisa membuntuti mertua nya itu saat menuju ke rumah bima.
Lelaki itu selalu selangkah lebih maju dari musuh nya. Siapapun yang berhadapan dengan bima, seharusnya sudah tahu resiko apa yang akan di dapat nya.
__ADS_1
"Ayah, ayo turun..!!" ajak dinda sambil menciprat-ciprat kan air ke ayah nya seperti anak kecil
Ayah menutup wajahnya agar tidak kena air dari dinda.. Ayah menggeleng, "Tidak mau ah, dingin...!!" jawab ayah bergidik
"Ishh.. mana ada dingin..!! Ini kan sudah masuk musim panas yah..!!" sambung dinda
Tapi ayah tetap menolak untuk ikut bergabung bersama istri dan putrinya.
Akhirnya setelah hampir 1 jam di dalam kolam, dinda dan bunda nya pun bergegas untuk menuju kamar bilas yang ada di sana.
Setelah itu, mereka memutuskan untuk mengobrol di ruang keluarga. "Ayah..!!" Dinda memulai bicara "Ayah sama bunda tidur di sini ya selama mas bima pergi..!!" pinta dinda dengan wajah yang memelas
"Gak bisa dong sayang, kan ayah harus bekerja..!!" ucap ayah membuat dinda dan bunda saling pandang..
"Yah ayah.. masa tega sih aku sendiri dirumah sebesar ini ??"
Ayah tersenyum "Kan kamu gak sendiri. Di sini ada pak war dan 2 asisten rumah tangga kamu. Belum lagi pengawal yang berjaga di depan yang belum ayah hitung berapa jumlah mereka..!!"
Wajah dinda langsung cemberut mendengar jawaban ayah nya. "Okay okay.. demi putri ayah..!! Kita akan menginap di sini sampai suami mu pulang..!! Udah dong jangan cemberut gitu..!!" kata ayah sambil mengusap pucuk kepala putri nya..
**
Di lain tempat..
"Kamu mau kemana lagi ??" tanya ibu nya
"Hp chacha ketinggalan bu dirumah temen..!!" jawab chacha
"Ya ampun kebiasaan banget kamu tuh, selalu ceroboh..!! Kamu gak usah pergi, biar ibu yang ambil sekalian ibu mau ke supermarket belanja bulanan..!!"
"Mampus lo cha..cha..!!"
"Kirim alamat rumah temen kamu itu, ibu bentar lagi berangkat..!!" sambung ibu lagi
"emm, biar chacha aja bu..!! Sekalian chacha ada perlu sebentar sama temen chacha itu..!!"
"Yaudah kalau gitu kita berangkat sama sama aja, dari pada pake 2 mobil boros..!!"
Chacha semakin di buat bingung harus menjawab apalagi..
"Aduh.. tiba tiba perut chacha mules bu..!!" Chacha berpura pura sakit perut sambil meringis memegang perutnya "Ibu duluan aja deh, chacha kayanya bakal lama nih, mules banget..!!" kata chacha lagi sambil berlari menuju ke kamarnya di lantai 2
"Astaga anak itu..!!" ujar ibu chacha heran melihat kelakuan putrinya itu
__ADS_1
**
Di dalam kamar..
Chacha berjalan mondar mandir, memikirkan rencana apa yang harus dia lakukan agar ibu tidak menunggunya..
1 jam chacha berdiam diri di dalam kamarnya. Tapi belum juga terdengar suara mesin mobil yang menyala..
Tiba tiba...
Tok..Tok..Tok..
"Cha, udah belum ?? Ibu mau berangkat nih..!!" teriak ibu dari luar kamar chacha
Chacha sengaja tidak menjawab nya, dia menutup mulutnya sendiri agar suara nafasnya jangan sampai terdengar dari luar. Lalu chacha buru buru memutar kunci kamar perlahan, takut ibu nya tiba tiba masuk ke kamar dia.
Benar saja, handle pintu kamar chacha bergerak menandakan ada yang mencoba membuka pintu chacha dari luar, untung chacha sigap langsung menguncinya.
"Ck, biasanya juga nggak di kunci..!!"
Tok..Tok..
"Cha, ibu berangkat ya..!!" Setelah itu tidak terdengar lagi suara ibu nya dari luar kamar
Dan tidak menunggu lama, suara mesin mobil dari parkiran bawah pun sudah terdengar..
Akhirnya chacha bisa menarik nafasnya lega. Dia pun buru buru membuka pintu saat melihat mobil ibunya sudah tidak ada di parkiran rumah nya.
Gadis itu segera keluar rumah menuju mobilnya, tanpa pikir panjang chacha segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit pelan agar tidak bertemu dengan mobil ibu nya..
Di pikiran chacha sekarang, dia ingin cepat cepat tiba di apart nya. Apalagi dia sama sekali belum berkabar dengan diki, lelaki yang berjanji untuk menikahinya dalam waktu dekat.
"Ya ampun kenapa ceroboh banget sih gue..!! Pake acara ketinggalan lagi ah..!!" kesal chacha terus bergumam di balik kemudinya..
Cukup jauh jarak antara rumah chacha dan apartemen nya.
Tiiiinnn..
Chacha mengklakson mobil tidak sabaran padahal lampu merah tadi baru berubah ke kuning belum ke hijau. Setelah di jalan raya, chacha membawa mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Dia bertekad, harus tiba dirumah sebelum ibu nya.
...****************...
__ADS_1