Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 66 MCS


__ADS_3

"Mau lagi...???" tanya bima dengan senyum smirk


Dinda membalikkan tubuhnya,


Dia berjalan mundur ke belakang setiap kali bima maju perlahan mendekatinya..


dug


Punggung dinda menabrak tembok, menandakan dia sudah tidak bisa kemana mana lagi,


"Om Tung-gu...!! seru dinda menempelkan kedua telapak tangannya di dada bidang bima,


glek


Tatapan tajam bima yang terlihat seperti binatang buas yang akan menerkam mangsanya, membuat dinda meneguk kasar saliva nya..


Bima kembali mendekatkan wajahnya, kini wajah mereka hanya berjarak dua ruas jari,


Dinda reflek menutup kedua matanya, bima tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu lucu..


Cup


Bima mengecup kening dinda, mata dinda kembali terbuka,


"aaaaa malu !! kenapa tadi aku tutup mata sih !!"


Dinda mengalihkan pandangannya, dia jadi salah tingkah


Bima semakin gemas melihat tingkah istrinya, pipi dinda terlihat seperti kepiting yang baru di rebus,


Bima memegang tangan dinda, lalu mengajaknya menuju tempat tidur mereka,


Sedetik kemudian bima membaringkan tubuh istrinya dan menaikkan selimut sampai ke dada dinda,


"Cupp.." Bima menunduk mengecup kening istrinya lembut, "kamu istirahat ya,"


Setelah mengucapkan itu, dia berbalik hendak keluar dari kamar mereka, tapi dinda memegang tangan bima,


Bima duduk di sisi ranjang, "kenapa hem ?" tanya bima


Dinda menggeleng,

__ADS_1


"ada yang sakit ??" tanya bima lagi,


"emm..Om mau kemana..??" tanya dinda ragu


"ke ruang kerja.. kenapa ??"


Dinda kembali menggelengkan kepalanya, "oh, ga apa apa.. gak jadi...!!" kata dinda lagi mengurungkan niatnya untuk bicara.. sebenarnya dia ingin mengatakan pada suaminya agar bima tetap di kamar bersamanya,


Bima membelai lembut kepala dinda,


"yasudah..." setelah itu bima keluar dari kamar menuju ke ruang kerjanya.


brug brug brug


Dinda memukul mukul kasur dengan kencang saat bima sudah keluar dari kamar.


"dasar beruang kutub !! gak peka !!" gumamnya kesal,


Beberapa menit kemudian,


Ceklek


Pintu terbuka,


Dia menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah dinda yang cemberut,


Dinda memilih untuk membelakangi suaminya, dia tarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya.


Bima yang melihat itu, lalu berjalan menghampiri istrinya setelah sebelumnya meletakkan laptop dan minuman nya di atas meja.


Dia lalu berjalan memutari ranjang nya ke sebelah kiri dinda,


Bima naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah dinda, "Jangan seperti ini ! Nanti kamu sulit bernafas..!!" kata bima sambil membuka dan menurunkan selimut tebal yang menutupi wajah istrinya


Dinda masih cemberut, dia kembali membelakangi bima ke sisi yang lain nya,


Bima tersenyum, ya beginilah punya istri yang usia nya jauh di bawah nya.. Dia harus banyak bersabar meskipun tidak jarang dinda yang harus bersabar menghadapi bima.


Bima melingkarkan tangan nya di perut dinda, hembusan nafas bima di telinga dinda membuat dia merinding..


"I love you..." bisik bima semakin membuat dinda tidak karuan,

__ADS_1


Bima membalik tubuh istrinya, di bawah selimut yang sama bima membawa istrinya untuk memeluk dan menjadikan lengannya sebagai bantal,


Dinda yang di perlakukan begitu lembut dan hangat, menjadi luluh, tadinya dia ingin marah karna bima tidak mengerti mau nya.


"Kamu senang sekarang ??" tanya bima seperti tahu inilah keinginan dinda, menghabiskan waktu berdua yang selama ini mereka lewatkan selama berbulan bulan..


Dinda mendongakkan kepalanya, melihat wajah tampan suaminya dari jarak yang sangat dekat. Ketampanan bima yang tidak ada seorang pun yang bisa menampiknya.


Bima mengangkat kedua alisnya, menatap dinda dengan penuh cinta dan kasih.. Di selipkannya anak rambut ke belakang telinga istrinya "Aku sayang kamu..!!" kata bima lagi,


Hati wanita mana yang tidak meleleh mendengar kata cinta dari suami sendiri. Begitu pun dengan dinda, deru nafasnya menggebu entah apa yang di rasakannya darahnya berdesir sampai ke ubun ubun.


ehem..


Dinda berdehem untuk menetralkan kembali detak jantungnya..


"Om, kenapa kita disini ?" tanya dinda karna sejak tadi banyak pertanyaan yang terus berputar di kepalanya,


Bima tersenyum "kenapa ? kamu tidak suka ??" bima malah balik bertanya, "apa kamarnya terlalu kecil ??"


"kecil ?? ini bahkan jauh lebih luas dari kamarku !!"


"kamar ini memang lebih kecil dari kamar kita di mansion utama, tapi ini jauh lebih spesial, karna aku mendesain nya sendiri..!!" ujar bima menjelaskan,


Ya, setelah bima menyadari perasaan nya pada dinda tidak lama dari itu dia memiliki ide untuk membeli sebidang tanah yang luas untuk di jadikannya rumah, yang akan di hadiahkan untuk istrinya tercinta.


Bima memerlukan banyak waktu untuk memikirkan konsep, mendesain, memilih warna cat dan membeli furniture apa yang sekiranya di sukai oleh dinda.



Kamar utama yang begitu mewah, bernuansa biru tua, tidak terlalu terang dan tidak juga terlalu gelap.


"Aku suka.. ta-pi..." dinda ragu melanjutkan ucapan nya,


"kenapa he'em ?" bima menyentuh lembut ujung hidung istrinya,


"Kenapa kita tidak tinggal di mansion lagi ?? Dad yuda pasti kesepian disana seorang diri..!!" lanjut dinda khawatir memikirkan mertuanya,


Bima kembali mengusap usap lembut pucuk kepala istrinya, "dia tidak akan kesepian !! Jadi cukup pikirkan aku, jangan yang lain !! oke ??" tegas bima tapi dengan nada yang begitu lembut,


"selalu saja kalau membicarakan daddy, respon nya seperti ini !!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2