Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 164 MCS


__ADS_3

"YA BENAR..!! Aku sudah tidak mencintai mu lagi!!" ucap luna tanpa melihat ke arah bima..


Dengan nafas yang memburu, bima memposisikan diri berhadapan dengan sang istri.. "Lihat aku dan katakan sekali lagi bahwa kamu benar benar tidak mencintai ku lagi !!" seru bima seraya memegang dagu luna agar wanita itu melihat ke arah nya..


Luna terdiam, tapi tetesan air mata kembali membasahi kedua belah pipi nya..


"Aku tidak...."


CUP!!


Belum sempat luna menyelesaikan ucapan nya, bima lebih dulu membungkam mulut sang istri dengan bibirnya...


Bibir itu menempel sempurna di bibir luna. Terasa basah dan sangat nikmat luna rasakan. Jantung nya pun ikut berdebar serasa akan keluar dari tempat nya. Ciuman mereka menyatu dengan lekat..


Sementara bima terus menahan tengkuk luna untuk memperdalam ciuman nya.


Saat kesadaran nya kembali, luna pun langsung memberontak. Wanita itu memukul bahu bima berkali kali dengan keras mencoba melepaskan bibir nya dari bibir pria itu.


Entah kekuatan dari mana, luna langsung mendorong tubuh bima cukup kencang hingga membuat pria itu mundur kebelakang..


"Apa yang kamu lakukan...??? Kenapa kamu terus mencium ku ??" pekik luna tidak terima dengan tatapan tajam langsung


ke arah bima


"Memang nya kenapa ?? Kamu istri ku.. Kamu milikku.. Bagian mana yang salah, hem...??"


"Aku bukan lagi istri mu sejak 5 tahun lalu..!!"


Deg!!


Air mata bima pun jatuh mengalir di kedua pipi nya. Ucapan luna tadi sukses membuat bima tak bisa lagi menahan rasa sesak di dada nya.


Bima terdiam, sungguh dia tidak menyangka luna a.k.a Dinda, akan mengatakan hal yang begitu menyakitkan seperti ini. Tidak tahu kah luna betapa bima hancur berantakan ketika tahu istri nya pergi meninggalkan nya. Tidak tahu kah luna, berapa banyak biaya yang dia habiskan untuk mencari keberadaan wanita nya. Tidak tahu kah luna, banyak orang yang kehilangan pekerjaan nya hanya karena lalai menjaga diri nya, padahal saat itu bima tahu luna sengaja memberikan obat tidur di makanan yang di pesan nya untuk para pengawal dan pembantu di rumah nya, namun bima tidak perduli, mereka semua langsung di pecat tanpa di berikan tunjungan apapun. Tidak tahukah luna, tuan arya, ayah mertua bima sudah tidak lagi menganggap bima sebagai menantu nya. Tidak tahu kah luna, bima hampir mengakhiri hidupnya ketika di tahun pertama dia belum juga menemukan keberadaan istri nya tersebut. Ya, luna tidak tahu semua itu. Luna tidak tahu betapa sulitnya dia bertahan untuk sampai di titik ini.


"Baiklah. Aku akan pergi. Maafkan aku sudah membuat mu terluka sedalam ini.." Bima menatap dengan sayu, dia memutuskan untuk menyerah sampai di sini. Pria itu tidak mau lagi menyakiti luna dengan keberadaan nya.


Deg!!


Rasanya saat ini luna ingin sekali menjerit sekuat tenaga nya. Dada nya sesak. Semudah itu kah bima menyerah. Padahal tadi luna tidak sungguh sungguh mengatakan hal itu. Dia hanya terbawa emosi sesaat. Tapi di hati terdalam nya hanya ada nama bima yang terukir indah disana.


"Terimakasih karena sudah melahirkan dan membesarkan putra kita dengan sangat baik. Cupp.." Bima mengecup kening luna cukup lama.. "Selamat tinggal..!!" bima lalu melangkahkan kaki nya untuk segera keluar dari kamar luna..


"Kalau kamu berani keluar dari kamar ini, aku tidak akan pernah memaafkan mu!!" Luna berbalik dan menatap punggung suaminya yang kini membelakangi


Deg!!


Bima pun berhenti melangkah tepat di depan pintu.

__ADS_1


"Jadi segini saja usahamu untuk mendapatkan kesempatan lagi dari ku ?? Apa aku tidak berharga lagi hingga kamu menyerah secepat ini, hem ?? Kamu tahu betapa aku tersiksa setiap hari karena merindukan mu ?? Aku berusaha untuk tidak kembali bukan karena tidak lagi mencintai mu, justru itu aku lakukan karena cinta yang kumiliki begitu besar untuk mu. Aku malu, sebagai seorang istri, aku tidak bisa menenangkan hati suami ku. Aku malu, sebagai seorang istri, aku tidak mampu mengobati luka hati mu atas kepergian dad yuda. Itu sangat menyakitkan bagi ku, setiap hari melihatmu terluka dan tidak bisa mengungkapkan nya meski itu dengan aku, istri mu. Aku pergi dari mu bukan karena aku ingin, tapi karena aku tidak sanggup setiap hari harus melihat luka di mata mu. Hati ku sakit dan itu membuat ku benci pada diri ku sendiri. Hiks..hiks.." Tubuh luna bergetar hebat, tangisan kembali nya pecah. Luna menangis pilu seraya menutup wajahnya, dia tidak sanggup lagi menahan sakit hati nya


GREP!!


"Maaf sayang.. Maafkan aku.. Aku bersalah pada mu.. Maafkan aku.." Bima menarik luna kedalam pelukan nya. Kini dia tahu alasan luna pergi dan tak kembali, bukan karena tidak mencintai nya lagi tapi karena tidak sanggup melihat luka di mata pria itu setiap hari.


"Kalau kamu mau pergi, silahkan. Aku tidak akan melarang mu lagi, Hiks.. Hiks.."


"Tidak sayang, aku tidak akan pergi kemana pun. Aku akan bersama mu selama nya. Maafkan aku.." Bima terus mendekap tubuh mungil sang istri. Bima merasa lega ketika luna melingkarkan tangan di pinggang nya. akhirnya mereka saling memeluk dengan erat, betapa menyakitkan nya menahan rindu selama bertahun tahun.


Setelah cukup lama, bima mulai melonggarkan pelukan nya..


Cupp..


Bima mencium kening luna lagi, lebih dalam dan lebih lama. Luna memejamkan kedua mata nya, menikmati kecupan hangat itu untuk di simpan di memory nya..


Bima mendekatkan wajahnya, lalu...


Cupp


Bima mencium lagi bibir luna yang basah. Dan kali ini luna menyambut ciuman itu dengan hati yang bungah. Luna mencium bima dengan liar dan penuh nafsu. Luna menghisap benda kenyal itu kuat kuat. Dan tanpa sadar luna mulai berjinjit lalu mengalungkan lengan nya di leher sang suami hingga membuat tubuh mereka sudah tidak berjarak lagi.


Bima pun dengan agresif terus me l u ma t dan me n ye s ap bibir luna dengan satu tangan nya setia menahan pinggang ramping sang istri agar wanita mungil itu tetap dalam posisi yang sama.


"Eughhh..O-om...!!" lenguhan luna ketika merasakan tangan bima me r em as salah satu area sensitif di bagian belakang nya. Dan tanpa sadar luna menggigit bibir bawah sang suami untuk melampiaskan rasa nikmat yang di rasakan nya saat ini..


Bima pun me re ma s salah satu gundukan itu dengan tangan nya yang berurat..


"Eughhh...." Sekali lagi suara indah itu keluar dari mulut luna yang masih menempel dengan bibir suami nya..


Sesaat luna melepaskan ciuman nya, dia menatap wajah suami nya dengan mata sayu yang sudah tertutup kabut gairah..


"I miss you so much..." ucap luna dengan suara pelan,


Hushh...


Bima mengangkat tubuh mungil luna dan membawa nya ke ranjang untuk meneruskan kegiatan mereka selanjutnya..


"Me too.. Aku sangat merindukan mu, sayang. Kamu milikku, istri ku..." balas bima yang posisi nya saat ini sudah berada di atas luna mengukung tubuh mungil itu agar tidak bisa kemana mana lagi...


Jari jemari luna terangkat untuk mengukir garis wajah tampan suami nya. Meskipun usia bima sebentar lagi akan menginjak 37 tahun tapi sama sekali tidak membuat wajah tampan nya berubah sedikit pun.


"Om..."


"Iya say.....!!"


Belum sempat bima selesai menjawab, kini luna membungkam lebih dulu mulut pria itu dengan bibir nya. Ciuman itu semakin panas. Naluri mereka bermain disana, bima langsung membuka baju nya hingga kulit kenyal nan berotot itu terlihat begitu menggoda di mata luna.

__ADS_1


Luna mengusap dada bidang suami nya dengan lembut, mengusap kulit liat dari dada sampai perut bima yang berbentuk 6 persegi dengan jari jemari nya yang lentik. Luna begitu tergoda melihat bima yang sudah bertelanjang dada, sungguh ini membangunkan hasrat luna yang sudah sangat lama tidak tersalurkan.


Sejujurnya mendapatkan sentuhan lembut itu hasrat bima pun sudah sangat bergelora. Tak mau menunggu lama kembali mereka berciuman lagi, pria itu terus mencecap li d ah lalu perlahan mulai turun ke leher jenjang sang istri, me nj ila ti dan me n ye sap sambil memberikan beberapa tanda kepemilikan disana. Dan tanpa sadar, luna membusungkan dada nya seolah menantang suami nya untuk segera mengeluarkan gunung kembar nya yang sudah menyembul keluar..


Bima dengan ganas langsung membuka seluruh pakaian luna kecuali kain segitiga berenda di bawah sana..


Glek!!


Bima menelan saliva nya ketika melihat dua gunung yang sangat menggiurkan untuk segera di cicipi. Seperti singa yang lapar, bima langsung melahap silih berganti dua gunung yang padat dan kenyal itu..


Dan tanpa sengaja luna menjambak rambut belakang suami nya sebagai pelampiasan.


"Ahhh.....!! Om!!" luna semakin membusung ketika bima menggigit salah satu pu t in g nya dengan gemas..


Bima menghentikan sebentar kegiatan nya, kini hanya tinggal satu kain penutup yang belum terbuka. Melihat suami nya yang terus menatap area sensitif nya di bawah sana, luna pun dengan cepat langsung menutup kain segitiga itu dengan tangan nya..


Bima tersenyum kecil, lalu perlahan menyingkirkan tangan yang mengganggu pandangan kemudian melebarkan kedua paha luna perlahan, pria itu lalu mulai memainkan jari jari nya di atas kain segitiga tersebut.


Luna menggigit bibir bawahnya, menahan rasa yang begitu memabukkan ini..


Perlahan bima menurunkan kain itu dan membuangnya sembarangan..


Hap!!


Dalam sekali hap, pria itu tenggelam di dalam sana. Menjelajahi area paling sensitif dari sang istri dengan l i da h dan jari nya..


"Ahh.. Om.. Please.. Ahh..." Luna yang sudah tidak kuat lagi menahan gejolaknya yang sudah sampai ke ubun ubun pun meminta bima untuk segera memulai penyatuan mereka. Tubuh nya sudah lemas. Ini sungguh sangat menyiksa diri nya jika bima terus bermain di bawah sana tanpa segera memulai penyatuan itu.


"As you wish, My Little Wife.."


Luna terlonjak ketika bima membuka seluruh celana yang di pakai nya tanpa menyisakan satu kain pun. Pusaka nya sudah tegak berdiri.


"Oh My....!!" gumam luna tanpa sadar dan langsung membuat bima menyunggingkan senyum nya merasa lucu melihat ekspresi wajah sang istri yang begitu menggemaskan


"Aku mulai sayang..." bima lalu menuntun adik nya untuk pulang. Ya, Pulang kerumah nya yang hangat dan basah...


"AHhhhh...!!" Pekik luna ketika merasakan benda besar, panjang dan berotot itu masuk sempurna menerobos milik nya..


Akhirnya mereka kembali merasakan indah dan nikmatnya penyatuan yang sudah 5 tahun lebih tidak mereka lakukan...


...****************...


Gimana menurut readers sekalian part Khilaf mereka ini...??? Lumayan bikin panas dingin kan 🤭🤭🤭


Semoga setelah ini hanya kebahagiaan yang akan datang untuk keluarga kecil mereka ya...


Jangan lupa like dan komentarnya buat penyemangat otor 💜🥰

__ADS_1


__ADS_2