Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kasus Tabrak Lari


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Apa anak kita perempuan? Mengapa Mommy nya sangat genit sekali sekarang"


"Hei, aku tidak genit"


kilah Vania mengerucutkan bibirnya


"Hahaha...Aku jadi semakin yakin bahwa anak kita perempuan"


ucap Varel disela-sela gelak tawanya


"Bagaimana jika mereka laki-laki?"


tanya Vania menatap Varel dengan intens


"Mereka akan menjadi tampan sepertiku"


ucap Varel membanggakan diri


"Aku tidak bisa membayangkan jika mereka akan mewarisi sifat dingin dan acuh mu. Hidupku akan selalu dipenuhi oleh laki-laki dingin"


"Apa aku terlihat sangat acuh?"


"Sayang, kau tidak menyadarinya?"


"Tidak, sepertinya sikap ku biasa-biasa saja"


"Huh terserah kau saja"


"Kau ingin jenis kelamin mereka apa?"


tanya Varel menatap Vania dengan intens seraya tangannya mengelus pelan perut sang istri yang terlihat menonjol


"Aku tidak mempermasalahkan jenis kelamin mereka sayang"


ucap Vania lalu mengelus pelan wajah tampan suaminya


"Aku juga, tidak masalah bagiku jenis kelamin mereka yang terpenting kau dan mereka sehat"


"Terima kasih sayang"


"Sekarang tidurlah, kau harus banyak istirahat"


ucap Varel lalu mencium pucuk kepala sang istri dan membawa Vania ke dalam pelukannya.


*****


Pagi harinya sekitar pukul 06:00 WIB, Varel terbangun dari tidur nyenyak nya karena mendengar dering telfon berbunyi pertanda sebuah panggilan masuk


Dengan sangat berhati-hati, Varel bangun dari tidurnya dan sedikit menjauhi Vania yang sedang tertidur nyenyak untuk mengangkat panggilan tersebut


"Maaf mengganggu kak Varel pagi-pagi"


"Kau tidak akan menganggu ku jika itu bukan berita penting Dim"


ucap Varel pelan


"Bram sudah menemukan dalang dari kasus tabrak lari kak Vania, kak"


"SHIT!!! Kemari lah Dim, aku sangat tidak sabar melihat wajah busuknya"


ucap Varel kesal lalu menutup panggilan


Saat Varel berbalik, ia melihat Vania yang sudah bangun dan menatapnya


"Mengapa kau sudah bangun? Apa suara ku membangunkan mu?"


tanya Varel menatap sang istri dengan raut wajah khawatir


"Tidak. Ehm sayang, apa ada masalah?"


tanya Vania ragu


"Ada pekerjaan sedikit"


ucap Varel tersenyum tipis


"Kau ingin mandi?"


"Hanya ingin membasuh diri saja"


ucap Vania tersenyum

__ADS_1


"Biarkan aku saja, sekarang aku yang akan merawat mu"


"Tidak perlu sayang, aku masih bisa sendiri"


"Tolong diam lah Nona Muda, jika anda menolak saya akan dipecat oleh Tuan Muda Varel yang sangat acuh dan jahat itu"


ucap Varel sopan seakan-akan dirinya adalah seorang perawat


"Hahaha...Jika dia memecat mu, aku akan lari darinya"


ucap Vania disela-sela gelak tawanya


"Sayang"


rengek Varel dengan wajah memelas


"Aku hanya bercanda"


ujar Vania terkekeh


Lalu Varel pun mulai membasuh wajah Vania dengan penuh hati-hati


"Berhenti menatapku"


ucap Varel yang menyadarkan lamunan sang istri


"Eh-apa? Aku tidak menatapmu"


kilah Vania dengan wajah yang sudah memerah karena menahan malu


"Lalu mengapa wajahmu merah?"


"Astaga aku baru menyadari sesuatu"


"Menyadari apa?"


"Ternyata suami ku benar-benar tampan"


"Jangan menggodaku atau kau akan menerima hukumannya"


"Aku tidak menggoda mu. Ini serius, aku kira pria tampan dan kaya namun bersikap dingin hanya ada di karakter novel yang biasanya ku baca, namun ternyata salah, itu juga ada di dunia dan kau lah orangnya. Pengusaha muda ternama di Asia dengan wajah tampan dan tubuh atletis"


ucap Vania seraya menatap Varel intens


"Ceh, kau sudah pandai menggoda ya?"


"Serius, aku tidak menggoda. Kau benar-benar pria idaman, alis tebal, bulu mata melantik, hidung mancung, pipi tirus, dan bibir merah muda yang tipis. Aku benar-benar ingin memakan mu"


ucap Vania mengedipkan sebelah matanya


"Astaga, tahan Varel tahan"


ucap Varel pelan seraya mengelus dadanya yang membuat tawa Vania pecah seketika.


*****


Tok tok tok


Pintu terbuka dan masuklah sekretaris Dim bersama Anna, wakil sekretaris Varel sekaligus mantan kekasih sekretaris Dim


"Vania? Vania, bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?"


tanya Anna yang berlari mendekat ranjang rumah sakit dimana sahabatnya, Vania sedang berbaring


"Hai Anna, aku baik-baik saja"


jawab Vania tersenyum tipis


"Astaga aku benar-benar minta maaf karena baru mengetahui keadaanmu pagi ini"


"Tidak masalah Anna. Berhentilah memperlihatkan wajah khawatir mu, sekretaris Dim bisa saja jatuh cinta kembali saat melihatnya"


goda Vania saat melihat sekretaris Dim yang selalu menatap Anna


"Vania, apa yang kau bicarakan?"


bisik Anna pelan seraya menunduk


"Menikahlah Dim, wanita nya sudah kau temukan"


ucap Varel seraya menatap sekretaris Dim


"Akan ku pikirkan setelah penerus Fernandez lahir kak"


jawab sekretaris Dim sopan


"Apa kau yakin Anna akan sanggup menunggu? Jangan sampai kau kalah cepat Dim"

__ADS_1


ucap Varel yang membuat raut wajah sekretaris Dim berubah seketika sedangkan Anna hanya menunduk malu


"Hahaha...Sayang berhentilah, apa kau tidak lihat wajah mereka yang memerah karena menahan malu?"


ucap Vania disela-sela gelak tawanya membuat Varel tersenyum melihatnya


"Sayang, ehm bisakah aku keluar sebentar?"


tanya Varel ragu


"Keluarlah, kau bilang ada pekerjaan bukan?"


ucap Vania tersenyum


"Aku tidak akan lama"


ucap Varel seraya mencium pucuk kepala istrinya


"Anna, tolong temani Vania sebentar selama aku dan Dimas keluar"


"Baik Tuan Muda"


ucap Anna sopan


Varel dan sekretaris Dim pun keluar dari ruangan.


*****


Saat ini Varel dan sekretaris Dim sedang berada di luar ruangan Vania tepatnya di kursi tunggu. Karena Vania ditempatkan di ruang VVIP, jadi tidak ada orang lain yang melewati lantai tersebut kecuali beberapa pengawal yang dikerahkan langsung oleh Varel


"Katakan sekarang"


ucap Varel dingin


Kak Varel memang memiliki kepribadian ganda, hebatnya dia bisa menjadi seseorang yang lembut dan acuh hanya dalam beberapa menit.-Sekretaris Dim


Dan sekretaris Dim lupa akan dirinya yang juga memiliki kepribadian ganda, yang saat didekat Anna ia akan menjadi seseorang yang lembut dan saat diluar ia akan menjadi sosok yang dingin dan acuh sama halnya Varel...Hahaha


"Dia ada di gudang lama di pinggir kota kak, ada banyak pengawal yang Bram kerahkan untuk mengawasi gudang itu"


"Aku bertanya siapa orangnya Dim"


"Kak Varel akan terkejut"


ucap sekretaris Dim lalu menyerahkan iPad nya


Terlihatlah disana seorang wanita muda yang duduk di kursi dengan diikat kaki dan tangannya, pelampilannya terlihat sangat menyedihkan dan saat wanita tersebut menatap ke kamera yang terhubung dengan iPad yang dipegang Varel, raut wajah Varel berubah seketika


"Bagaimana bisa Dim?"


"Dia merencanakan semuanya dengan mulus kak. Bahkan dia membayar orang lain untuk menyingkirkan Dion dan Mike"


"Apa tujuan lainnya?"


"Tidak ada, hanya ingin menyingkirkan kak Vania dan bayi kembar yang ada di rahim kak Vania agar kak Varel kembali kepadanya"


"Apa dia tidak mempunyai otak? Bagaimana dia bisa berpikir aku akan kembali padanya saat dia melakukan kejahatan yang membahayakan istri dan calon buah hatiku?"


ucap Varel dengan suara meninggi


"Katakan kepada Bram, aku akan kesana untuk melihatnya terakhir kali sebelum aku membuangnya dari kota ini"


"Kak Varel, bisakah aku meminta satu hal?"


tanya sekretaris Dim yang membuat Varel mengerutkan kening


"Tolong berikan perintah ini kepadaku. Biarkan aku saja yang mengurusinya, akan ku pastikan dia tidak akan pernah mengganggu keluarga Fernandez lagi"


"Dim, aku tidak-"


"Hanya ini saja kak. Biarkan aku mengurus semuanya dan bertanggung jawab untuk itu. Kak Varel juga tidak mungkin meninggalkan kak Vania sendirian. Kak Varel fokus untuk kesembuhan kak Vania saja"


ucap sekretaris Dim setengah memohon yang membuat Varel menghela nafas berat


"Baiklah. Jika kau perlu bantuan ku, katakan dan jangan sungkan. Maaf merepotkan mu Dim"


"Sudah seharusnya aku melakukan itu kak"


"Baiklah dan berhati-hati"


ucap Varel menepuk bahu sekretaris Dim.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2