Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kepingan Kebahagiaan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Ini ist—Vania?"


"Kak El?"


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Daniel mengerutkan kening


"Hei, apa kau mengenal istriku?" tanya Varel menatap Daniel tajam


Deg.


Daniel hampir kehilangan keseimbangan saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Varel, sahabatnya


"Istri?!" ulang Daniel pelan


"Vania istrimu?! Kau menikahi Vania?!"


Pertanyaan yang beruntun keluar dari mulut Daniel


"Iya memangnya kenapa? Apa kau mengenalnya?" tanya Varel mengerutkan kening


"Kau?! Kau menikahi adikku?!" tanya Daniel menatap Varel tajam


Ya Tuhan ada apa lagi ini? Mengapa Varel dan Kak El saling kenal? Apa hubungan mereka?-Vania


"Adik?—Aw ja-jadi Vania adikmu?" tanya Varel terkejut seraya mencoba untuk duduk dibantu oleh Vania sedangkan Daniel hanya diam memijat pelipisnya


"Daniel, jelaskan sekarang" ucap Varel dingin


"Vania adik angkat ku, gadis kecil yang selalu menemaniku bermain saat di panti asuhan, dulu saat orang tua angkat ku mengadopsi dan membawa ku ke Amerika, mereka juga sangat ingin mengadopsi Vania namun Vania menolak karena ia tidak ingin pergi dari kota ini. Setelah kejadian itu, orang tua angkat ku juga mengangkat Vania sebagai anak perempuan mereka, orang tua angkat ku menjadi donatur di panti asuhan tersebut.


Hingga beberapa tahun ini setelah Vania memutuskan untuk mandiri, aku kehilangan kontaknya dan kami putus komunikasi. Beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja bertemu lagi dengannya saat aku hendak bertemu klien di salah satu restoran. Lalu aku memberikan kartu namaku agar ia menelfon, namun hingga sekarang ia belum juga menelfon ku dan akhirnya kami bertemu lagi disini" ucap Daniel menjelaskan


"Aku tidak menyangka bahwa aku menikahi adik angkat sahabatku" ucap Varel


Sahabat?! Jadi Varel dan Kak El bersahabat?! Kebetulan macam apa lagi ini Tuhan?!-Vania


"Sayang, mengapa kau tidak memberitahuku?" tanya Varel menatap intens iris mata Vania


"A-aku dan Kak El sudah putus komunikasi dan aku juga kehilangan kontaknya, aku tidak mengira bahwa kami akan dipertemukan kembali karena yang aku tau Kak El menetap di Amerika bersama Mama dan Papa" ucap Vania menjelaskan


"Rel, aku tau alasanmu menikah, jika kau berani menyakiti adikku aku akan membawanya pergi dari hadapanmu selamanya" ucap Daniel penuh penekanan


"Mengapa kau menjadi seperti Mama yang selalu mengancam ku?" ketus Varel kesal


"Karena kau bajingan" jawab Daniel santai membuat wajah Varel berubah memerah karena menahan amarah


"Sialan kau" ketus Varel


"Aku tidak menyangka bahwa dunia sesempit ini" ucap Vania terharu lalu air mata keluar tanpa permisi membasahi wajah imutnya

__ADS_1


"Sayang, mengapa kau menangis?" tanya Varel khawatir lalu menghapus sisa air mata istrinya dengan ibu jari


"A-aku hanya terharu, kakak lelaki dan suamiku ternyata bersahabat dekat" ucap Vania tersenyum


"Uhuk uhuk, aku menjadi jijik melihatnya" ketus Daniel lalu berjalan menuju sofa


"Vania, apa kau benar-benar mencintai Varel?" tanya Daniel menyelidik


"Memangnya kenapa hah?" ketus Varel kesal


"Mengapa ada wanita yang baik hati dan cantik seperti adikku bisa tahan menjadi istri seorang Varel Andreas Fernandez yang terkenal sangat dingin dan acuh?"


"Tidak ada wanita yang menolak ku kecuali adikmu yang akhirnya juga luluh karena sikapku kepadanya" ucap Varel tersenyum bangga


"Cih aku benar-benar ilfeel melihatmu seperti ABG yang dimabuk cinta" ucap Daniel memijat pelipisnya


"Makanya menikah, jangan jadi bujang lapuk" ketus Varel kesal


"Menikah? Untuk apa? Cinta sejati saja aku tidak percaya adanya" ujar Daniel tersenyum kecut


"Kak El masih selalu terbayang Kak Susan?" tanya Vania hati-hati


"Kau mengetahui ceritanya juga?" tanya Varel terkejut menatap sang istri


"Jelas saja istrimu mengetahuinya karena dulu aku selalu berbagi cerita kepadanya, bahkan ia selalu memelukku saat itu" ucap Daniel tersenyum mengejek


"Cih jika kau tidak kakak dari istriku sudah ku bakar habis mulutmu itu" ucap Varel menatap Daniel tajam sedangkan Daniel menjulurkan lidah dihadapannya


"Jangan mengejekku bodoh"


Lalu ruangan tersebut dipenuhi dengan perdebatan-perdebatan kecil antara Daniel dan Varel dengan Daniel yang selalu mengejeknya sehingga Vania hanya menggeleng kepala melihat kedua pria didepannya yang seperti anak kecil.


Ada kepingan kebahagiaan yang menyelimuti Vania saat melihat keakraban yang terjalin antara suami dan kakak angkatnya tersebut.


Hingga tiba-tiba suara pintu terbuka yang membuat lamunan Vania buyar bahkan Varel dan Daniel yang berhenti berdebat


"Daddy" teriak Lista dan Varo lalu berlari dan menaiki tempat tidur daddy mereka


"Daddy, kenapa ada disini? Apa yang sakit?" tanya Lista dengan cadelnya lalu memeriksa semua bagian tubuh Varel


"Aw" ringis Varel saat tangan Lista menyentuh bekas luka tusukannya


"Daddy, kenapa?" tanya Lista yang sudah mengeluarkan air mata


"Sayang, Daddy sedang sakit perut" ucap Varel berbohong


"Sakit perut?" ulang Varo lalu menatap Vania


"Mom, Daddy benar sakit perut?"


"Iya Sayang, jadi abang Varo dan dede Lista jangan pegang perut Daddy ya" ucap Vania tersenyum


"Sini peluk, Daddy" ucap Varel lalu Varo dan Lista pun memeluk Varel dengan erat


"Vania Sayang, kau berhutang penjelasan kepada kak El" ucap Daniel tiba-tiba

__ADS_1


Lalu Vania pun berjalan mendekati Daniel


"Sayang, kau mau kemana?" tanya Varel heran


"Lihatlah istrimu bahkan memilih duduk bersamaku daripada bersamamu" ucap Daniel mengejek


"Kak El sudah ya" ucap Vania


"Sayang aku akan menjelaskan kepada kak El"


Lalu Vania pun menceritakan semuanya tentang anak angkat mereka, Varo dan Lista dan juga Vania meminta agar Daniel tidak membocorkan terhadap siapapun karena hanya keluarga Varel saja lah yang mengetahui fakta tersebut dan orang lain mengetahui bahwa Varo dan Lista benar-benar anak kandung Varel dan istrinya


"Kau benar-benar gadis kecil kak El yang sangat baik hati" ucap Daniel tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Vania


"Daddy, Om itu siapa?" tanya Lista saat melihat Daniel dan Vania yang duduk di sofa


"Itu namanya Mas Daniel" jawab Varel asal


"Bukan-bukan, panggil Papa El ya" ucap Daniel yang berjalan mendekati tempat tidur Varel


"Papa El ini abangnya Mommy" ucap Vania menjelaskan


"Oh gitu, oke deh Papa El" ucap Varo dan Lista bersamaan membuat Daniel gemas dibuatnya


"Mama dan Papa harus tau tentang ini Van, maka dari itu Papa tidak akan mengerahkan seluruh pengawal lagi untuk mencari mu" ucap Daniel lalu menatap Vania


"Mencari ku? Ja-jadi Papa selama ini mencari ku?" tanya Vania tidak percaya


"Tentu saja, kau kira setelah kamu keluar dari panti asuhan dan putus komunikasi dengan kami Mama dan Papa akan membiarkanmu? Tidak Sayang, Mama dan Papa selalu mencari mu bahkan tujuanku kemari selain berlibur juga untuk mencari mu" ucap Daniel menjelaskan


"Kak El terima kasih" lirih Vania terisak


"Hei jangan bersedih kau selalu membuat kakak sakit melihatmu menangis, aku yakin Mama dan Papa akan langsung terbang kemari jika aku memberi kabar aku menemukanmu" ucap Daniel tersenyum


"Aku merindukan Mama dan Papa" lirih Vania tersenyum kecil


"Mereka akan kemari untuk menemui mu.


Oh iya Varo dan Lista punya Oma dan Opa loh" ucap Daniel lalu menatap Varo dan Lista


"Oma dan Opa?"


"Iya, nanti Papa El kenalin ke Varo dan Lista ya"


"Aye-aye captain"


"Siapa yang mengajarkan mereka?" tanya Daniel mengerutkan kening


"Siapa lagi kalau bukan Daddy nya" jawab Vania yang membuat Varel terkekeh.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2