
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Menantu mu sangat cantik kak"
ucap seorang wanita yang berjalan mendekati meja dimana Mama Melinda berada
"Sudah bersembunyi nya?"
ketus Mama Melinda kesal menatap sang adik kandung
"Kak, salahkan Bryan yang tidak ingin Varel mengetahui bahwa kami ada disini sebelum Varel menyatakan cinta kepada istrinya"
"Anak itu nakal sekali"
ucap Mama Melinda terkekeh pelan
Ya wanita itu adalah Melia, adik kandung dari Mama Melinda yang tinggal di Jerman, Ibu dari Bryan sepupu Varel yang pernah mendorong Varel saat pesta pelantikan Presdir.
*****
"Kak, aku kembali ke meja ku, Varel akan kemari"
ucap Melia lalu bergegas kembali ke meja yang tak jauh dari meja Mama Melinda dimana suami dan anaknya menunggu
"Kak Varel belum curiga kan, Mom?"
"Tentu saja"
"Kau ini nakal sekali"
ucap Richard, ayah dari Bryan
"Wajah kak Varel saat sedang kesal itu imut Dad"
ucap Bryan tanpa rasa bersalah
"Varel akan gila jika kau dan Billy kembali mengganggunya"
ucap Melia terkekeh pelan
"Tidak Grandma, Uncle Varel pasti akan senang"
"Dan mengutarakan rasa senang dengan kekesalan, begitu?"
tanya Richard menghela nafas berat melihat kelakukan anak dan cucunya.
*****
Pesta masih berlanjut dengan lancar ditambah semua tamu undangan begitu menikmati pesta si Tuan Muda tersebut
"Sayang, terima kasih"
ucap Vania kesekian kalinya membuat Varel gemas terhadapnya
"Kau selalu mengatakan itu bahkan mungkin sudah hampir sepuluh kali malam ini"
ucap Varel terkekeh pelan lalu mencubit hidung sang istri
"Aku benar-benar tidak pernah memikirkan hal ini"
Lagi-lagi Vania berbicara dan menatap Varel intens
"Aku mungkin bukan pria romantis yang bisa merangkai kata-kata indah untuk pasangannya, aku hanya bisa mencintaimu dengan caraku dan dengan perlakuanku"
ucap Varel tersenyum tipis seraya mencium punggung tangan istrinya
"Ehm sebentar, apa kau serius tentang pernyataan cinta tadi?"
tanya Vania dengan wajah yang sudah memerah karena malu akan pertanyaannya sendiri
"Mengapa kau kembali meragukan ku hem?"
tanya Varel memegang dagu Vania dan sontak membuat tatapan mereka bertemu
"Ya bisa saja kau sedang bermain drama dengan berakting seperti itu untuk bisa menjadi aktor"
ucap Vania pelan yang membuat Varel melongo dan tak bisa berkata-kata
"Hei, aku hanya bercanda"
ucap Vania tertawa lalu memukul paha Varel
"Astaga, kau benar-benar polos"
ujar Varel gemas
__ADS_1
Tiba-tiba
"Bisakah kalian berhenti melakukan hal romantis didepan banyak orang?"
ketus Daniel mendengus kesal
"Hei mengganggu saja. Apa kau kurang kerjaan? Mengapa tidak mengajak Alea berbicara?"
ucap Varel yang membuat Daniel refleks menatap kearah Alea yang duduk disebelahnya, sedangkan yang ditatap langsung menunduk
"Cih, aku benar-benar jijik melihatmu seperti anak ABG yang baru merasakan cinta"
ucap Daniel yang membuat Varel menatapnya tajam
Belum sempat Varel menjawab, tiba-tiba dua remaja laki-laki langsung duduk disebelah Varel yang membuat si Tuan Muda tersebut menoleh
"Hai kak Varel"
"Hai Uncle"
"ASTAGA"
pekik Varel terkejut
"Cih seperti melihat hantu saja"
ketus Bryan dengan wajah kesalnya
"Mama, bagaimana bisa dua bocah tengik ini ada disini?"
tanya Varel mengerutkan kening seraya menatap Mama Melinda
"Adik dan keponakanmu merindukanmu Rel"
ucap Mama Melinda tersenyum tipis
"Aku benar-benar gila jika berhadapan dengan mereka"
ketus Varel dengan wajah kesalnya sedangkan yang lain hanya tertawa karena Mama Melinda sudah menceritakan bagaimana usilnya Bryan dan Billy terhadap Varel
"Kalian kesini hanya berdua?"
tanya Varel mengerutkan kening
"Bagaimana lagi? Kami rela pergi berdua memakai pesawat umum hanya untuk menghadiri pesta kakak ipar dan bertemu kak Varel"
"Bodoh, bagaimana bisa kalian pergi dari Jerman ke sini hanya berdua? Mengapa tidak mengabari kakak? Bagaimana jika terjadi apa-apa?"
ketus Varel dengan kesalnya
Sedangkan yang lain hanya tersenyum termasuk Vania yang melihat bahwa Varel menyayangi kedua anak remaja didepannya ini namun Varel memang susah untuk mengutarakan perasaannya
"Ish ish ish, aku tidak menyangka bahwa sudah lama tidak bertemu, Uncle terlihat sangat bodoh. Apa Uncle tidak menyadari bahwa kami akan dimarahi habis-habisan oleh Grandfa Richard dan Mommy jika kami berani terbang ke Indonesia sendiri?"
ucap Billy dengan santainya membuat Varel melongo tak percaya
Belum sempat Varel berbicara, Richard dan Melia berjalan mendekatinya dan bersalaman dengan dirinya dan Vania
"Selamat ulang tahun cantik"
ucap Melia lalu mencium kedua pipi menantu kakaknya
"Terima kasih tante"
jawab Vania tersenyum
"Astaga, aku bahkan lupa mengucapkan selamat kepada kakak ipar karena sibuk berdebat dengan kak Varel"
ucap Bryan lalu berjalan mendekati Vania diikuti oleh Billy dibelakangnya
"Hei kalian mau kemana?"
ketus Varel menatap mereka
"Tentu saja bersalaman dengan Aunty"
"Dan mungkin mencium pipinya"
ucap Bryan terkekeh pelan membuat Varel kembali naik darah
"Mereka hanya bercanda kak"
ucap Vandi disela-sela gelak tawanya
"Kakak ipar, selamat ulang tahun ya dari adik tampan mu Bryan"
"Dan Aunty selamat ulang tahun juga dari keponakan imut mu Billy"
"Cih"
__ADS_1
desis Varel kesal
"Terima kasih banyak ya"
ucap Vania tersenyum
"Kak, bagaimana bisa kakak ipar menikahi pria arogan?"
bisik Bryan pelan
"Entahlah, mungkin kak Vania di pelet"
ucap Vania yang juga berbisik membuat Bryan tak bisa menahan tawa
"Apa yang kalian bicarakan sayang?"
tanya Varel menatap sang istri
"Ini rahasia anak muda, orang tua tidak boleh tau"
ucap Bryan yang membuat Varel lagi-lagi mendengus kesal
"Oh iya Rel, mereka akan tinggal bersama kita saat ini"
ucap Mama Melinda yang membuat Varel menatap tak percaya
"Mama, bagaimana bisa?"
"Mereka sedang berlibur sekitar satu bulan dan ingin tinggal di Indonesia"
"Satu bulan? Satu jam didekat mereka saja aku hampir gila"
gumam Varel pelan sedangkan Bryan dan Billy menjulurkan lidah kearahnya
"Apa boleh kami menitipkan mereka Rel?"
tanya Richard menatap Varel
"Tidak masalah om, tapi jika mereka usil mungkin aku akan memaketkan mereka agar sampai ke Jerman"
ucap Varel yang membuat semua orang tertawa
"Om dan tante akan kembali kapan?"
"Tiga hari lagi. Om mu ingin jalan-jalan dahulu, sudah lama tidak kembali ke Indonesia"
ucap Melia tersenyum
"Oh ya? Tinggallah dirumah tan, jangan menyewa hotel"
"Cih, kak Varel benar-benar pilih kasih, dengan Mommy dan Daddy saja disambut dengan senang hati, kenapa kami tidak diperlakukan begitu juga?"
ucap Bryan kesal
"Kau diam saja bocah tengik"
Tak berapa lama Lista berlari mendekati Vania dan Varel
"Ada apa sayang?"
tanya Vania mengelus pucuk kepala buah hatinya
"Mom, kak Tian mengatakan bahwa Lista sangat cantik"
ucap Lista dengan cadelnya membuat semua orang terkekeh mendengarnya
"Oh ya? Jadi putri Mommy senang?"
"Kak Tian itu ganteng Mom"
"Kau sudah melupakan om Dimas?"
tanya Varel kepada putrinya
"Tidak, om Dimas tetap di ha- astaga"
pekik Lista terkejut saat menatap Bryan dan Billy yang juga menatap kearahnya
"Kenapa sayang?"
tanya Vania mengerutkan kening
"Mommy, kakak ganteng itu siapa? Astaga kenapa mereka ganteng sekali?"
*
*
*
__ADS_1