Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Selamat Ulang Tahun, Suamiku


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Varel benar-benar terkejut mendapatkan kejutan saat ia membuka pintu rumahnya. Terlihat semua orang hadir bahkan rumah mereka sudah didekorasi sedemikian rupa untuk merayakan kepulangan baby Al dan baby El sekaligus merayakan ulang tahun Varel. Dan? Ini ide siapa? Siapa lagi kalau bukan ide istrinya.


“Selamat ulang tahun Varel dan selamat kembali ke rumah baby Al dan baby El” ucap semuanya bersamaan.


Varel benar-benar tak habis pikir bagaimana istrinya yang masih dalam proses pemulihan mempunyai ide seperti ini untuk memberikan kejutan untuknya.


“Selamat ulang tahun, Mas Varel” bisik Vania pelan.


“Hei, Sayang not Mas” ketus Varel dengan raut wajah kesal.


Lista mendekat lalu mendorong kursi roda Mommy nya menjauh dari Varel yang masih mematung menatap satu per satu wajah yang ada di hadapannya.


“Mommy ayo kita kabur dari Mas Varel” ucap Lista yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.


“Kemari lah, aku ingin menggendong anakku” ucap Daniel lalu mengambil alih baby El dalam pelukan Varel.


Varel pun memberikan anaknya kepada sahabatnya lalu berjalan mendekati sang istri yang sudah berada ditengah-tengah orang banyak.


“Hei, baby El. Apa kabar anak Papa El?”. Daniel segera menyibukkan diri untuk berbicara dengan keponakannya tersebut.


“Loh? Vania baru sadar panggilan Kak El dan baby El sama” ucap Vania yang membuat semua orang pun baru menyadari itu.


“Kak El juga baru sadar. Baiklah nak, kau akan menjadi anak Papa. Jangan seperti Daddy mu yang dingin” ucap Daniel lalu mencium pipi baby El membuat Varel hanya mendengus kesal mendengarnya.


“Sudah siap?” bisik Vania kepada Lista agar tidak ada yang mendengarnya.


Setelah itu, Lista dan Echy berlari menuju pintu utama.


“Satu.. dua.. tiga..”


Pintu utama terbuka dan masuklah semua anak-anak panti asuhan yang diundang ke acara syukuran hari ini membuat Varel benar-benar menatapnya tidak percaya.


“Astaga, Sayang. Kau merencanakan semuanya?”


Vania tersenyum tipis.


“Sini, biarkan Aunty menggendong baby El” ucap Melia, adik kandung Mama Melinda yang masih ada di Indonesia.


Dengan segera, baby Al berpindah pada gendongan Grandma nya.


Varo berjalan mendekat dengan membawa kue ulang tahun dan memberikannya kepada Vania. Dengan segera, Vania mengambil kue itu lalu menyodorkannya kepada sang suami.

__ADS_1


“Make a wish lagi” ucap Vania tersenyum tipis membuat Varel menutup mata dan berdoa.


Lagi, aku hanya meminta keluargaku kembali bersama dan baik-baik saja.-Varel


Setelah mengucapkan doanya dalam hati, Varel mulai meniup lilin yang masih menyala diatas kuenya hingga semuanya padam.


“Selamat ulang tahun, suamiku” ucap Vania seraya memberikan kotak kecil yang ada di belakangnya sejak tadi.


Varel mengerutkan kening, menatap istrinya seolah bertanya apa isi dari hadiahnya. “Bukalah” ucap Vania tersenyum tipis.


Varel pun langsung membuka kotak kecil pemberian istrinya. “Astaga, Sayang. Kau benar-benar memberikan ini?”


Varel benar-benar terkejut ketika kotak kecil yang ia buka tersebut isinya adalah tiket sepak bola FC Barcelona, yang akan bertanding melawan Real Madrid, di Camp Nou, Barcelona, Spanyol pada bulan depan.


Bagaimana Varel tidak terkejut? Ia bahkan tak pernah memikirkan jika akan mendatangi pertandingan sepak bola disaat situasi benar-benar kacau sekarang.


Vania tau jika suaminya benar-benar mengidolakan FC Barcelona, berbeda dengan Varo yang mengidolakan Real Madrid. Bahkan tak jarang jika mereka sering bergadang hanya untuk menonton pertandingan sepak bola atau sekedar bermain PlayStation.


Saat ia tak sengaja melihat berita bahwa FC Barcelona dan Real Madrid akan bertanding, ia sangat ingin mengajak suami dan anaknya untuk menonton karena seolah peribahasa, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Maksudnya, jika ia memberikan satu kejutan, akan ada dua orang sangat senang bertemu dan melihat idolanya secara langsung.


Vania, dengan bantuan Daniel segera membeli tiket dan membooking untuk bulan depan agar ia bisa membawa suami dan anak-anaknya bepergian. Tentu saja, ia sudah menyewa semuanya tanpa bantuan dari Varel. Mulai dari tiket pesawat, booking hotel, hingga transportasi selama mereka ada di luar negeri semua dilakukan sendiri. Ralat, dibantu oleh Daniel.


Saat melihat wajah suaminya yang bahagia, Vania tersenyum lega karena sang suami menyukai hadiah sederhana darinya.


“Apa hadiahnya?” tanya Sebastian yang sudah penasaran.


Varel pun memamerkan tiketnya kepada kedua sahabatnya.


“Kita akan melakukan perjalanan sekeluarga bersama kedua adikmu”


“Wow.”


*****


Setelah acara syukuran masih berlangsung, Vania menatap kearah pintu utama dan mencari seseorang membuat Varel yang melihatnya langsung mendekat.


“Mencari siapa, Sayang?” tanya Varel setelah mencium pucuk kepala istrinya.


“Ceh, apa kau sudah tidak bisa berjauhan dariku?” tanya Vania terkekeh pelan karena suaminya baru saja pamit untuk menyapa anak-anak panti asuhan.


“Begitulah. Kau membuatku tergila-gila”


“Hei, berhenti bertingkah”


“Apa Nona Muda sedang malu?”


Varel benar-benar menikmati wajah malu istrinya sekarang karena menurutnya sang istri benar-benar menggemaskan. Pernikahan mereka sepertinya sudah hampir satu tahun namun istrinya masih malu jika Varel menggodanya.


“Apa Paman Bram tidak berkunjung?”

__ADS_1


Baru saja Varel ingin membuka mulut untuk menjawab pertanyaan istrinya, keluarga Bram mulai terlihat memasuki rumah utama.


“Itu mereka” ucap Vania senang apalagi ketika sang adik berlari kearahnya.


“Kak Vaniaa” teriak Dewi seraya merentangkan tangannya memeluk sang Kakak


Vania pun membalas pelukan adiknya. “Bagaimana kabarmu sekarang? Apa sekolahmu lancar?”


“Kabar Dewi baik-baik saja, Kak. Sekolah lancar dan uang jajan pun lancar dari Kakak ipar” ucap Dewi terkekeh pelan sedangkan Varel hanya tersenyum tipis


“Loh, Sayang?! Kau memberikan uang jajan kepada Dewi?” tanya Vania heran karena ia baru mengetahuinya sekarang


“Kak, Kak Varel memberikannya semenjak Kakak menikah” ucap Dewi dengan polosnya.


Apa?! Jadi, ia sudah memberikan uang jajan kepada Dewi sejak dulu walaupun hubunganku dengannya masih dingin?-Vania


“Tuan Muda”. Paman Bram berjalan mendekat bersama dengan istrinya dan juga anak pertamanya.


Varel hanya tersenyum tipis menanggapinya.


Astaga, aku benar-benar akan luluh jika melihat senyum itu setiap hari.-Dita


“Bagaimana kabar, Paman?” tanya Vania setelah mencium tangan sang Paman


“Paman sudah lebih baik. Oh ya, dimana cucu Paman?”


“Kak El tadi membawa El lalu Aunty Melia membawa Al”


“Sebentar, Sayang. Aku akan membawa mereka kemari”


“Terima kasih, Sayang”


Varel pun segera mencari kedua bayi kembarnya untuk diperkenalkan kepada Paman Bram.


“Baby El dan Al?”


“Apa mereka setampan Kak Varel?” tanya Dewi yang membuat Vania terkekeh


“Siapa namanya?”


“Alvino Andreas Fernandez dan Elvano Airlangga Fernandez. Daddy nya memberikan mereka nama”


Tak lama, Varel pun menggendong baby El dengan Nike yang mengikuti dibelakang seraya membawa baby Al di pelukannya.


“Loh?! Nike?!”


“Dewi?!”


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2