
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Masih di TK Mentari Ruang Kelompok A
"Selamat pagi semuanya, hari ini kalian kedatangan teman baru namanya Evalista Amanda, panggil saja Lista, Ibu harap kalian berteman baik dengannya" ucap Bu Megi, wali kelasnya Lista
"Baik, Bu" jawab semua murid bersamaan
"Lista, duduk di bangku yang kosong ya" ucap Bu Megi menatap Lista
Lalu Lista pun berjalan dan duduk di salah satu bangku yang kosong
"Hai, aku Echy"
"Aku Lista"
"Kita boleh berteman kan?"
"Tentu saja"
*****
TK Mentari Ruang Kelompok B
"Selamat pagi anak-anak, hari ini kalian ada teman baru, perkenalkan dirimu, Nak" ucap Bu Dian, wali kelas Varo
"Namaku Aditya Alvaro, panggil saja Varo"
"Baiklah Varo silahkan duduk di sebelah Tian" ucap Bu Dian tersenyum
"Iya, Bu" jawab Varo lalu berjalan duduk di kursi kosong sebelah seorang anak lelaki yang ia yakini bahwa itu adalah Tian
"Aku Varo" ucapnya memperkenalkan diri
"Aku Tian" ucap anak lelaki itu
"Bisakah kita berteman?" tanya Varo sedikit ragu
"Tentu, mulai saat ini kita berteman ya" ucap Tian tersenyum
Hari pertama masuk sekolah TK Mentari, Varo dan Lista pun mendapat seorang teman dekat, bahkan saat jam istirahat banyak teman-teman yang mengajak mereka berkenalan. Varo dan Lista yang sangat ramah pun dengan mudah beradaptasi dan mendapatkan banyak teman, namun hanya Tian dan Echy lah yang menjadi teman dekat mereka.
*****
Ruangan Presdir Fernandez Group
"Bagaimana perkembangan anak-anakku?" tanya Varel saat menatap sekretaris Dim yang berdiri tak jauh darinya
"Tuan Kecil dan Nona Kecil mendapatkan banyak teman Tuan Muda, namun hanya Tian dan Echy yang sangat dekat dengan mereka" jawab sekretaris Dim menunduk sopan
"Perintahkan orang ku mencari apapun tentang kedua teman dekat anak-anakku, aku tidak mau mereka berteman hanya menginginkan sesuatu" perintah Varel
"Baik, Tuan Muda" ucap sekretaris Dim lalu menelfon orang kepercayaannya yang ahli dalam hal tersebut.
*****
Rumah Keluarga Fernandez
"Van, lo mau kemana?" tanya Alea saat melihat Vania sudah bersiap ingin pergi
"Ya ampun gue sampai lupa lo ada disini, gue mau ke toko" jawab Vania
"Van gue ikut dong, Mama ngelarang kami pulang dulu, gue bosan disini, Sandra mah enak pacaran mulu, Elin sibuk main sama Yeontan, lah gue? Masa harus pdkt sama Pak San?" gerutu Alea karena ia ditinggal sendirian oleh para sahabatnya
Sebenarnya ia sangat ingin ikut bermain bersama Yeontan karena menurutnya Yeontan sangat menggemaskan, namun karena ia alergi bulu hewan jadilah ia hanya berdiam diri
"Boleh tuh kalau Pak San masih jomblo" jawab Vania terkekeh
"Eh masa iya Van Pak San jadi bujang lapuk?" tanya Alea serius
"Gue nggak tau Ale, Pak San udah nikah apa belum, jangankan itu jumlah pelayan dan pengawal disini aja gue nggak tau" jawab Vania
__ADS_1
"Eh iya gue aja bingung Van, tiap berpapasan wajahnya lain-lain, baru aja gue pengen nanya ke lo berapa orang tinggal disini, tapi lo malah nggak tau" cibir Alea kesal
"Varel nggak pernah kasih tau katanya takut gue pingsan, dengar gaji mereka aja gue bener-bener kaget" ucap Vania terkekeh mengingat kejadian saat ia menanyakan hal itu kepada Varel
Flashback On
"Sayang" panggil Vania saat mereka selesai bermain bersama
"Hem"
"Apa aku boleh bertanya?"
"Hem"
Apa sih hem hem memang aku tau artinya? Iya atau tidak Tuan Mudaaa!!!!!-Vania
"Berapa jumlah pelayan dan pengawal yang ada disini?"
"Kenapa?"
"Aku hanya penasaran saja karena aku sering berpapasan dengan mereka yang wajahnya berbeda-beda"
"Oh"
"Jadi berapa?"
"Jangan kepo"
"Um, berapa gaji mereka?"
"Memangnya kenapa?"
Bisa tidak jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga Tuan Muda!!-Vania
"Aku hanya ingin tau"
"Kau ingin jawaban yang jujur atau yang bohong?"
Apa ada pertanyaan seperti itu?-Vania
"Gaji mereka tergantung dengan pekerjaannya, kau perlu aku mengatakan semuanya?"
Vania pun mengangguk cepat membuat Varel terkekeh pelan
"Aku tidak ingat, yang aku ingat gaji terbesar 1M/tahun dan gaji terkecil 150jt/tahun"
"Benarkah?"
"Hem"
"Siapa yang mendapatkan gaji terbesar?"
"Pak San, Pak Adi, Pak Alex"
"Mengapa mereka?"
"Mereka sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi bersama keluarga Fernandez, karena mereka tidak pernah mengkhianati keluarga Fernandez, maka dari itu aku mengangkat mereka jadi kepala pelayan, kepala pengawal, dan supir utama"
"Lalu gaji terkecil?"
"Untuk pelayan bagian pakaian dan tukang kebun"
"Apa kau tidak pingsan?"
"Huh hampir saja aku jantungan mendengarnya" ucap Vania mengelus dadanya
"Hei jangan, kau mau aku jadi duda muda?"
Sialan kau mendoakan ku cepat mati hah?-Vania
Flashback Off
"Hah? Lo serius Van? Gila jadi tukang kebun keluarga Fernandez aja gajinya gede banget melebihi gaji karyawan kantoran" ucap Alea terkejut
"Ya begitu lah Varel, orang yang baik dan nggak pernah berkhianat akan dia perlakukan dengan sangat baik, tapi jika ada orang yang berkhianat dan berusaha berbuat jahat kepadanya ya dia nggak akan tinggal diam juga, dalam sedetik dia bisa menghancurkan perusahaan musuhnya dan dalam sedetik juga dia bisa bikin pengusaha sukses miskin seketika"
__ADS_1
"Bener-bener keluarga yang nggak bisa disentuh" ucap Alea kagum
"Lo salah Ale, bahkan banyak yang mencoba mencelakai keluarga Varel"
"Itu karena rasa iri, Van"
"Eh kok kita malah curhat, udah ah yuk ke toko" ajak Vania lalu mereka pun berjalan keluar menuju mobil Vania
"Wow limited" ucap Alea kagum sedangkan Vania hanya tersenyum.
*****
Bakery E&A
"Mbak Vania" ucap Tika saat melihat bosnya datang
"Hai Tika, kenalin ini sahabat Mbak, namanya Alea" ucap Vania memperkenalkan Alea
"Tika, Mbak"
"Alea"
Mereka pun berjabat tangan
"Wow Vania, interior nya keren banget" ucap Alea saat berkeliling toko
"Itu semua ide karyawan gue" jawab Vania tersenyum
"Karyawan lo lulusan desain?"
"Nggak, mereka lulusan SMA, ada juga yang putus kuliah tapi gue nggak pernah mempermasalahkan itu karena meskipun mereka bukan sarjana tapi mereka punya skill yang nggak banyak orang punya" jawab Vania tersenyum
"Bos yang keren" ucap Alea bangga.
*****
"Dimana anak dan istriku, Pak San?" tanya Varel saat Pak San menyambutnya
"Nona Muda, Tuan Kecil dan Nona Kecil sedang bermain di taman belakang, Tuan Muda" jawab Pak San sopan
"Baiklah, aku mandi sebentar lalu menyusul mereka" ucap Varel lalu berjalan menuju lantai atas.
*****
Kamar Utama
Varel sedang melepaskan pakaiannya lalu berjalan menuju kamar mandi karena ia hendak membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian
Setelah selesai mandi, Varel pun berjalan menuju walk in closet untuk memakai pakaian santainya
Saat ia sedang menyisir rambut didepan cermin, tiba-tiba matanya menatap kearah ikat rambut Vania yang terjatuh di lantai
Lalu ia berjalan dan memungutinya, namun matanya menangkap sebuah benda yang berada dibawah kolong tempat tidur. Karena merasa penasaran, Varel akhirnya mengambil benda tersebut
"Sebotol pil?" gumam Varel pelan.
*
*
*
Detik-detik kemarahan Tuan Muda Varel, yang baperan jangan lupa siapkan tissue karena harga bawang mulai murah😆..
*
*
Jangan lupa di like, vote dan comment ya😘..
Karena vote dari kalian sangat berarti🤗..
*
__ADS_1