
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Nyonya Melinda?"
"Vandi" ucap Mama Melinda dan Vania bersamaan
"Kau ini mengagetkan Mama saja" ketus Mama Melinda memukul bahu sang anak
"Vania" tiba-tiba seorang wanita yang berdiri di belakang Vandi pun berjalan mendekati Vania
"Sandra" ucap Vania terkejut lalu memeluk sahabatnya dengan erat
"Lo kemana aja Van? Gue kangen banget sama lo" ucap Casandra membalas pelukan Vania
"Gue masih disini San" jawab Vania
"Van, maafin kita ninggalin lo disini sendiri" lirih Casandra memeluk erat sahabat yang tidak pernah ia temui selama lima tahun terakhir
"Gue baik-baik aja disini, gue senang kalian bisa gapai cita-cita kalian, btw kalo udah balik kesini berarti lo udah sukses kan?"
"Syukur Van, gue udah selesain S2 gue dan sekarang gue kerja di rumah sakit Papi" jawab Casandra
"Ale dan Elin?" tanya Vania
"Mereka dalam waktu dekat juga bakal balik kesini dan kita kumpul bareng lagi" ucap Casandra bersemangat
"Ya Tuhan, maaf Ma, Sandra lupa menyapa Mama saking senangnya ketemu Vania" ucap Casandra melepas pelukan lalu mencium tangan Mama Melinda yang sedang bingung
"Biasa Ma, lima tahun tidak bertemu" cibir Vandi lalu duduk di samping Vania
"Kalian saling mengenal?" tanya Mama Melinda mengerutkan kening
"Iya Ma, Vania adalah sahabat Sandra sejak SMA" jawab Casandra tersenyum
"Ya Tuhan dunia ini sempit sekali, kau tau sayang Vania ini menantu Mama" ucap Mama Melinda memperkenalkan menantunya
"Menantu?" ulang Casandra lalu menatap Vandi dan Vania secara bergantian
"Bukan, Vania bukan istri Vandi, tidak mungkin Mama menikahkan Vandi dengan Vania jika kalian saling mencintai, Vania ini istri kakaknya Vandi" ucap Mama Melinda menjelaskan
"Kak Varel?" tanya Casandra terkejut
"Lo kok tau San?" tanya Vania mengerutkan kening
"Sandra udah tau tentang keluarga Vandi, Kak" jawab Vandi cengengesan
"Vania lo jadi wanita yang beruntung banget bisa menjadi istri kak Varel, selamat ya atas pernikahan lo, kenapa lo nggak kabarin gue sih?" ketus Casandra kesal
"Sorry San, semuanya dadakan" jawab Vania menunduk
"Gak masalah, gue juga minta maaf gak kabarin lo tentang wisuda gue" ucap Casandra merasa bersalah kepada sahabatnya itu
"Vandi cepat selesaikan kuliahmu agar nanti Mama dan para menantu Mama ini bisa menghabiskan uangmu dan kakakmu" ucap Mama Melinda tertawa
"Jadi Mama sekarang lagi menghabiskan uang kak Varel ya? Eh btw itu kak Vania cat rambut?" tanya Vandi
__ADS_1
"Iya, Mama menghabiskan uang kakakmu bersama istrinya, Mama juga yang meminta Vania mengecat rambutnya" ucap Mama Melinda bangga
"Vandi penasaran deh gimana reaksi kak Varel melihat perubahan kak Vania" ucap Vandi menatap langit-langit
"Vandi coba ajak kak Varel kesini biar kita tau bagaimana reaksinya" usul Casandra yang membuat Vania menatapnya tajam
"Betul itu, telfon kakakmu dan katakan keluarga Fernandez harus berkumpul" ucap Mama Melinda menyetujui usulan Casandra
Lalu Vandi pun mengikuti ucapan kekasih dan Mamanya tersebut dan mulai menelfon sang kakak
"Ada apa Van?" tanya Varel saat panggilan terhubung
"Kak Varel dimana?" tanya Vandi basa basi
"Di kantor lah namanya juga jam kerja" ketus Varel karena menurutnya pertanyaan sang adik tidak harus ditanyakan lagi
"Ya kirain aja gitu di pasar" ejek Vandi tertawa
"Kau menelfon kakak ada apa?" tanya Varel tidak ingin berbasa-basi
"Kak Varel sibuk tidak?" tanya Vandi
"Tidak" jawab Varel datar
"Nah cakep, kakak ke mall sekarang kata Mama keluarga Fernandez harus berkumpul"
"Keluarga?" gumam Varel yang terdengar jelas di pendengaran Vandi
"Iya kak tadi Vandi dan Sandra tidak sengaja bertemu Mama dan kak Vania di cafe jadinya kami gabung deh, Mama juga menyuruh kak Varel kesini biar lengkap" jelas Vandi
"Yasudah kakak ke sana sekarang"
"Memangnya kenapa?" tanya Varel mengerutkan kening
"Ya ampun kak Varel, kita disini pasangan loh kak, masa Mama mau dipasangkan sama kak Dimas kan gak cocok, kak Dimas aja masih muda, kalo mau ajak aja satpam kantor kakak" ejek Vandi tertawa
"Dasar anak nakal" ketus Mama Melinda lalu menjewer telinga Vandi
"Ampun, Ma" rengek Vandi yang membuat Varel diseberang sana tersenyum
"Mama mau Varel ajak mang Johan?" tanya Varel yang terdengar oleh sang Mama
"Ajak saja mang Johan jika kau mau Mama menyuruh Bas memacari istrimu" ancam sang Mama
"Tidak, Varel ke sana sekarang sendirian" ucap Varel lalu memutuskan sambungan membuat Mama Melinda dan Vandi tertawa
"Kak Varel takut kak Bas naksir kak Vania" ucap Vandi disela-sela tawanya
*****
Masih di Cafe
"Lama sekali, untung saja Mama tidak sempat menelfon Bas" ucap Mama Melinda saat melihat Varel mendatangi meja mereka
"Mama jangan aneh-aneh deh" ketus Varel lalu duduk di samping sang istri
"Kak Varel udah makan?" tanya Vandi yang duduk di sisi kiri Vania
"Tidak perlu sok perhatian" ucap Varel dingin yang membuat Vandi tertawa
__ADS_1
"Gitu banget ya Ma, reaksi orang yang tidak mau kehilangan istri" cibir Vandi
"Sayang kau mengecat rambutmu?" tanya Varel terkejut saat melihat perubahan rambut sang istri sedangkan Vania hanya mengangguk
"Mama yang suruh" jawab Mama Melinda santai
"Baguslah ada gunanya Mama menghabiskan uangku" jawab Varel lalu menyandarkan punggungnya
"Kak Varel parah ini namanya, begitu amat responnya" cibir Vandi
"Varel kau itu keterlaluan ya, istri sendiri tidak dikasih uang, kau itu harus bertanggung jawab walaupun Vania tidak pernah meminta uang kepadamu harusnya kau lah yang selalu memberikannya kepada istrimu" ketus Mama Melinda menatap tajam sang putranya
"Eh buset kak Varel tidak memberikan kak Vania uang? Sungguh terlalu" ucap Vandi penuh drama melow
"Varel lupa, Ma" jawab Varel santai lalu mengambil dompet dan memberikan black card kepada istrinya
"Wow black card" ucap Vandi terkejut
"Sayang ini tidak perlu" tolak Vania halus
"Hei ini hak mu sebagai istriku jadi terimalah" ucap Varel yang menatap heran Vania
"Tapi aku benar-benar tidak membutuhkannya sayang, jadi simpanlah dan gunakan untuk hal lainnya saja" lagi-lagi Vania menolaknya
"Mama lihatlah menantu Mama, bagaimana ia bisa menolak ini? Bahkan wanita diluar sana saja sangat menginginkannya"
"Kau sudah lihat kan istrimu beda dari wanita diluar sana jadi jangan menyia-nyiakannya" ucap Mama Melinda penuh penekanan
"Kau memang beda" ucap Varel lalu mencium pucuk kepala sang istri
"Jadi black card nya buat Vandi aja ya" ucap Vandi lalu mengambil black card tersebut namun tangannya ditepis oleh Varel
"Ambillah dan jadi istri kedua Varel" ucap Vania yang membuat semuanya tertawa kecuali Vandi yang memanyunkan bibirnya
"Tidak mau kak, masa iya jeruk makan jeruk" cibir Vandi
"Dasar gila, eh ada Sandra ya" ucap Varel
"Iya kak" jawab Casandra tersenyum
"Kok mau sama Vandi?"
"Kak Varel kebiasaan deh, tiap ketemu Sandra nanya gitu mulu" ketus Vandi yang membuat semuanya tertawa
"Habisnya kakak bingung, Sandra cantik kok mau sama kamu yang aneh" ucap Varel santai
"Karena Vandi aneh makanya Sandra mau, kak" ucap Casandra tertawa
Lalu canda tawa pun menghiasi meja makan keluarga Fernandez hingga tiba-tiba
"Varel?" panggil seorang wanita yang membuat semua orang di meja tersebut menoleh dan terkejut.
*
*
Duh di gantung lagi ya? wkwk
*
__ADS_1
*