Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Honeymoon 5# (Cerita Ziva)


__ADS_3

Terima kasih readers yang baik yang masih menunggu Varel dan Vania😘..


Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


*****


"Tuan dan Nyonya Park, saya dan istri saya pamit pulang, terima kasih untuk pesta dan jamuan nya"


ucap Varel yang berpamitan kepada Tuan Park dan Nyonya Park


"Saya dan keluarga yang harusnya berterima kasih Tuan karena Tuan dan Nona Fernandez berkenan hadir di pesta saya dan saya sangat meminta maaf untuk kelakuan Nona Kim dan Tuan Kim"


ucap Tuan Park menunduk


"Hei untuk apa kau meminta maaf Tuan Park? Yang salah itu Varel"


ucap Vania menatap tajam sang suami


Aku? Mengapa aku yang salah? Padahal aku tidak melakukan apa-apa tadi.-Varel


"Kami permisi pamit Tuan dan Nyonya Park semoga kita bertemu kembali.


Nyonya Park jika kau bersama keluarga ada rencana untuk berkunjung ke Indonesia, kabari aku ya jangan sungkan"


ucap Vania tersenyum


"Terima kasih Nona"


jawab Nyonya Park yang juga tersenyum


Setelah itu Vania dan Varel benar-benar pamit pergi dan keluar berjalan mendekati Dika dan Ziva yang sedang menunggu mereka diluar mobil


Saat Varel hendak masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang, tiba-tiba Vania bersuara


"Ziva duduklah bersama ku dibelakang"


Tentu saja ucapan itu membuat Varel menghentikan langkahnya dan menatap sang istri dengan raut heran


"Sayang"


rengek Varel dengan wajah memelasnya membuat Dika maupun Ziva terkejut


Astaga apa itu tadi? Apa aku salah lihat? Tuan Muda merengek seperti anak kecil dengan Nona Muda?-Dika


*


Dik, apa kau berpikiran sama denganku?-Ziva


"Ziva ayo masuk"


ajak Vania lalu masuk kedalam mobil


"Hei sayang ayolah"


Lagi-lagi Varel menampilkan wajah memelasnya agar Vania mau mengajaknya duduk bersama


"Kau atau aku yang duduk bersama Dika?"


tanya Vania menatap Varel tajam


Astaga Nona Muda tolong jangan bawa nama saya karena saya masih betah hidup.-Dika


*


Apa-apaan dia? Tidak-tidak aku tidak akan membiarkannya duduk bersama Dika. Huh sepertinya aku harus mengalah saja.-Varel


Dengan sangat terpaksa Varel pun berjalan gontai dan duduk di kursi depan menemani Dika yang duduk di kursi kemudi sedangkan Ziva masuk dan duduk bersama Vania


Mobil pun melaju menyusuri keindahan malam Seoul dan keadaan didalam mobil sangat hening tentu saja itu membuat Varel bergidik ngeri


"Sayang apa kau tidak ingin berjalan-jalan sebentar?"


Akhirnya Varel memberanikan diri untuk berbasa-basi namun tidak ada respon dari sang istri yang membuat Varel bersuara lagi


"Apa kau ingin membeli camilan sayang?"


Lagi-lagi tidak ada respon dari Vania


"Atau-"

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa diam?"


ucapan Varel terhenti saat Vania memarahinya dengan raut wajah kesal


"Astaga sabarlah"


gumam Varel pelan tanpa sadar tangannya mengelus dada membuat Dika, Ziva bahkan Vania harus menahan tawa karena gemasnya melihat kelakuan si Tuan Muda.


*****


Selama perjalanan tentu saja tidak ada yang berani bersuara karena Dika dan Ziva tidak ingin dimarahi seperti halnya Tuan Muda mereka


Four Seasons Hotel Seoul


Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi Varel dan Vania berhenti didepan hotel tetap saja tidak ada yang berbicara hingga sampai didepan pintu kamar hotel


"Selamat beristirahat Tuan Muda dan Nona Muda"


ucap Dika dan Ziva bersamaan


"Ziva apa kau bisa berbicara sebentar denganku? Aku sedang tidak ingin beristirahat"


pinta Vania yang membuat Varel membelak kan matanya


"Sayang kau ingin apa dengan Ziva?"


tanya Varel lalu mendekati sang istri


"Ini urusan wanita, kau tidak perlu ikut campur"


ketus Vania dengan wajah kesalnya


Astaga dia masih saja marah terhadapku.-Varel


"Baiklah pergi ke balkon kamar Ziva saja dan jangan terlalu larut ya"


ucap Varel lembut lalu mencium pucuk kepala sang istri dan masuk ke kamarnya.


*****


"Ziva apa kau sudah memiliki kekasih?"


tanya Vania saat dirinya dan Ziva sedang duduk santai di balkon kamar


"Kau memikirkan Varel? Apa dia melarang kalian menceritakan hal pribadi? Tenanglah dia tidak akan marah denganmu, percaya padaku. Aku hanya ingin mencari teman mengobrol, entah kenapa malam ini aku sangat kesal"


Itu karena anda sedang cemburu Nona Muda.-Ziva


"Sa-saya sudah punya pacar Nona Muda"


jawab Ziva menunduk sopan


"Hei berhentilah bicara formal, bicaralah sebagai teman"


"Tapi itu sangat tidak sopan Nona Muda"


"Astaga baiklah terserah kau saja. Jadi siapa kekasihmu? Aku penasaran siapa lelaki yang beruntung memilikimu"


Aku sudah menduga bahwa Nona Muda akan menanyakan hal itu.-Ziva


"Dika, Nona Muda"


"APA??!! Kau serius berpacaran dengan Dika?"


tanya Vania terkejut


"Iya Nona Muda"


Astaga mengapa mereka bisa bekerja sangat profesional? Bahkan aku tidak menyadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Huh tentu saja orang-orang Varel adalah orang-orang yang ber profesional dan dapat diandalkan, gaji mereka saja lima kali lipat.-Vania


"Ziva bagaimana bisa kalian berpacaran?"


Nona Muda ingin aku menceritakan semuanya?-Ziva


"Nona Muda itu hal yang tidak penting"


ucap Ziva pelan


"Tapi itu sangat penting untukmu. Ayolah aku penasaran bagaimana Dika yang sedingin es bisa menyatakan perasaannya kepadamu"


ucap Vania bersemangat


Apa Nona Muda tidak menyadari bahwa Tuan Muda juga sangat dingin dan acuh?-Ziva

__ADS_1


"Tuan Muda yang menjodohkan kami Nona"


jawab Ziva singkat


"Bagaimana bisa?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Tiga tahun yang lalu Tuan Muda melakukan perjalanan ke Irlandia, karena saya bekerja sebagai manager di kantornya, saya mengawal Tuan Muda kemana pun ia pergi hingga suatu saat ternyata Tuan Muda bertemu dengan Dika saat menjadi seorang pembalap di Brazil, saya tidak tau apa yang mereka bincang kan hingga Tuan Muda menjodohkan kami secara diam-diam.


Selama di Irlandia Tuan Muda selalu memerintahkan saya dan Dika untuk melakukan pekerjaan bersama, terlebih Dika sering ke Irlandia atau saya yang sering ke Brazil atas perintah Tuan Muda hingga tahun kemarin Tuan Muda mengatakan bahwa ia sangat ingin melihat saya dan Dika menjalin hubungan. Mungkin karena sering bersama baik saya maupun Dika juga sudah saling menaruh harapan jadi kami mengikuti perintah Tuan Muda dan menjalin hubungan hingga sekarang"


ucap Ziva menjelaskan


"Astaga mengapa Varel melakukan itu?"


"Saya juga tidak tau Nona Muda tapi saya bersyukur karena dijodohkan dengan Dika, seorang pria yang bertanggung jawab dan bijaksana, selama saya mengenal Dika hidup saya tidak pernah sepi lagi"


ucap Ziva tersenyum kecil


"Sepi?"


gumam Vania pelan


"Saya anak yatim piatu Nona Muda, tidak mempunyai keluarga hingga saya tidak sengaja bertemu Tuan Muda yang sangat baik terhadap saya.


Saya disekolahkan hingga sarjana bahkan saya masih bisa hidup atas semua kebaikan Tuan Muda"


lirih Ziva menunduk


"Hei jangan mengatakan hal itu, berkat dan kebahagiaanmu dititipkan Tuhan kepada Varel. Tuhan memberikan hal yang luar biasa untukmu melewati Varel"


ucap Vania tersenyum manis


"Saya benar-benar bersyukur bertemu, kenal bahkan bekerja untuk Tuan Muda. Nona Muda tolong sampaikan ucapan terima kasih saya yang sebesar-besarnya terhadap Tuan Muda. Saya tidak tau akan bagaimana hidup saya jika saya tidak bertemu Tuan Muda.


Selama ini saya selalu mengucapkan terima kasih namun Tuan Muda selalu memarahi saya dan mengatakan bahwa itu semua rencana Tuhan"


"Tidak masalah, kau tau bagaimana Tuan Muda mu, dia tidak suka jika ada orang yang selalu mengucapkan terima kasih kepadanya. Mungkin dia berpikir bahwa apa yang dilakukannya hanya kecil namun itu sangat berarti dan bermanfaat bagi kalian"


"Tuan Muda benar-benar beruntung mempunyai istri seperti Nona Muda"


"Jangan mengatakan itu. Aku belum bisa menjadi istri yang baik untuknya"


ucap Vania pelan lalu mengelus perut ratanya


"Astaga maafkan saya Nona Muda"


Ziva pun menunduk merasa bersalah kepada Vania


"Tidak masalah"


jawab Vania tersenyum


"Apa saya boleh mengelus perut Nona Muda?"


tanya Ziva dengan ragu


Setelah mendapat persetujuan Vania, akhirnya Ziva pun mengulurkan tangannya mengelus perut rata sang majikan seraya berdoa dalam hati


Tuhan yang baik, Engkau tau apa kerinduan Nona Muda dan Tuan Muda. Mereka sangat merindukan ingin mempunyai seorang bayi, melihat perkembangan dan pertumbuhannya di rahim Nona Muda, mendengar tangisannya yang memenuhi rumah utama. Saya berdoa dan memohon Engkau kabulkan apa yang menjadi keinginan dan permohonan Tuan Muda dan Nona Muda.-Ziva


"Apa kau tadi berdoa agar kami diberikan bayi?"


tanya Vania menatap Ziva intens sedangkan Ziva mengangguk pelan seraya tersenyum kecil


"Terima kasih Ziva, aku percaya bahwa doa semua orang akan terkabul pada waktunya. Terima kasih sudah mendoakan kami"


"Hanya itu yang bisa saya lakukan Nona Muda"


ucap Ziva sopan.


*


*


*


Terima kasih yang sudah mau mampir dan membaca😘..


*


*

__ADS_1


__ADS_2