
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
“Oh iya, aku baru saja melakukan hal yang besar.”
“Apa itu?”
“Mengusir hama yang mendekati Kak Varel.”
“Apa?!”
“Apa yang kau katakan, Bry?” tanya Mama Melinda heran.
Vania yang sedikit mengerti pun membuka suara. “Ada wanita yang mendekati Varel?”
“Yup, wanita seksi dengan pakaian kurang bahan. Cih, bagaimana bisa Kak Varel ingin bekerja sama dengan wanita itu?” gerutu Bryan dengan kesalnya sedangkan Vania hanya diam.
Pikirannya kembali pada beberapa saat yang lalu dimana ia sungguh takut jika Varel meninggalkannya karena tubuhnya akan sangat gemuk apalagi suaminya setiap saat didekati banyak wanita cantik. Jujur saja, sekarang hati Vania benar-benar sesak karena ia sungguh tau suaminya memang sangat tampan dan sempurna, jelas saja ada begitu banyak wanita yang mengincarnya walaupun sudah menikah. Pesona Varel memang tak bisa dihindarkan oleh kaum hawa.
“Apa yang mereka lakukan?” tanya Mama Melinda ketika melihat Bryan yang sedang menjelaskan namun dengan raut wajah yang kesal.
“Kak Varel memeriksa berkas tapi wanita itu menatapnya penuh nafsu terlebih mereka hanya berduaan karena Kak Dimas sedang mencari berkas lama. Aku kesal melihat Kak Varel yang tidak mengerti situasi jadi ku coba saja untuk merayunya” ucap Bryan tertawa.
Vania yang mendengarnya langsung melotot. “Hei, kau itu masih kecil.”
“Hahaha tenanglah, Kak. Aku hanya bertanya harga dirinya saja”
“Astaga, anak ini. Dari mana kau belajar hal seperti itu?” tanya Mama Melinda mengerutkan kening.
“Kak Dimas.”
Flashback on
Saat itu Sekretaris Dim sedang berada di sebuah hotel untuk menghadiri pertemuan dengan rekan kerja Varel karena Presdir Fernandez Group tersebut tidak hadir ke kantor sehingga dirinya lah yang harus menggantikan Varel.
Saat sedang membacakan berkas kerja sama tersebut, wanita itu sengaja ingin menggoda Sekretaris Dim karena wajah tampannya namun Sekretaris Dim berusaha untuk tetap tegas dengan tidak memperdulikannya hingga wanita itu pura-pura menjatuhkan sebuah pen dan saat ia mengambilnya, ia sengaja mengelus paha Sekretaris Dim hingga membuat sekretaris tersebut marah.
“Apa Nona tidak punya harga diri? Jual saja diri anda diluar saja jika ingin memberikan tawaran spesial kepada rekan kerja. Maaf, saya tidak bisa menerima kerja sama ini. Terima kasih” ucap Sekretaris Dim yang hendak pergi namun ia membalikkan tubuhnya menatap wanita itu.
“Lebih baik lagi membuka jasa pijat gratis.”
Setelah mengatakan hal itu, Sekretaris Dim benar-benar pergi meninggalkan wanita itu yang sedang menahan malu. Dan ternyata kejadian tersebut dilihat jelas oleh Bryan yang saat itu sedang berjalan-jalan di hotel milik Vania.
Flashback off
__ADS_1
“Astaga, Bry. Kakak sarankan menjauhlah dari circle Varel” ucap Vania ketika Bryan selesai menjelaskan.
“Ya, Mama juga. Kau akan dewasa sebelum umur.”
“Bryan berteman dengan siapa lagi?”
“Gara.”
“Ah, musuh Billy?” ucap Bryan tertawa.
Mama Melinda yang mendengarnya pun mengerutkan kening. “Kenapa? Ada apa dengan Gara dan Billy?”
“Billy menyukai Nike dan kesal karena Gara mengenal Nike” ucap Bryan terkekeh pelan.
“Astaga anak itu. Lalu, kau menyukai siapa?”
Bryan berpikir keras. “Hm, tidak ada.”
“Bagaimana dengan Dewi?” usul Vania tersenyum yang membuat Mama Melinda juga tersenyum.
“Dewi? Gadis hello kitty itu? Boleh juga, akan ku bawa jika kembali ke Jerman.”
Plak
“Heh, kau ini” ucap Mama Melinda kesal karena Bryan kembali usil.
“Hei, kau ingin masuk pergaulan bebas?” gerutu Mama Melinda dengan kesalnya.
Ting.
Ponsel Vania berdering menandakan sebuah pesan dari sang suami.
❤️
Sayang, aku akan pulang saat makan malam bersama Lucky. Bule tua yang masih jomblo ini ingin melihat keponakannya. I love you.
Vania menghela nafas ketika membaca pesan dari sang suami. Sungguh, saat mendengar cerita Bryan tadi membuatnya kesal dan sepertinya akan ada perang dingin malam ini.
Baiklah.-Vania.
I love you.-Varel.
Aku tau.-Vania.
I love you, Sayang.-Varel.
Karena tau suaminya tak akan berhenti jika ia tak membalas, akhirnya Vania membalas.
Iya iya, too.-Vania.
__ADS_1
Sayang hei, ada apa? Kau tidak ingin aku langsung pulang ke rumah, kan?-Varel.
“Astaga, dia benar-benar” gumam Vania menahan kesal.
I love you too.-Vania.
Aku merindukanmu. Aku segera pulang.-Varel.
Vania enggan untuk membalas pesan sang suami dan membiarkan ponselnya berada di atas meja. Karena mendengar tangisan baby El, akhirnya Vania segera mendekati sang anak dan mulai menyusuinya tanpa ia tau bahwa suaminya disana sedang berpikir keras.
Varel melihat layar ponselnya yang masih menyala dengan room chat yang ternyata hanya ceklis dua alias tidak dibaca oleh sang istri membuatnya berpikir keras apa kesalahannya kali ini. Baru saja rasanya ia ingin bertanya kepada Sekretaris Dim, ternyata Sekretaris Dim sudah mengabari bahwa Bryan sudah kembali ke rumah utama membuat Varel langsung sadar bahwa mulut bocor adiknya pasti sudah menceritakan hal tersebut ke Vania.
Dengan segera Varel menghubungi ponsel istrinya namun tidak diangkat membuatnya menghela nafas berat karena tau pasti kamar utama akan sangat menyeramkan lagi malam ini. Lagi, Varel menghubungi ponsel sang istri hingga tersambung.
“Halo, Sayang?”
“Kak Vania sedang menyusui El”
Ah, ternyata yang mengangkatnya Bryan.
“Hei, kau menceritakan apa kepada kakak ipar mu?” ketus Varel dengan kesal.
“Yang mana? Oh itu, hanya menceritakan bagaimana seorang Presdir Fernandez Group menjadi sangat bodoh.”
“Sial. Kau tidak melebih-lebihkan cerita, kan?”
“Sedikit. Mengatakan bahwa Kak Varel menggodanya.”
“Shit. K—”
“Aku hanya bercanda.”
Terdengar gelak tawa di seberang membuat Varel sangat kesal hingga memutuskan panggilan tersebut.
“Hei, dia tidak akan pulang tiba-tiba, kan?” gumam Bryan seraya meletakkan kembali ponsel Vania di atas meja.
Baru saja rasanya Bryan kembali menonton film kesukaannya di ruang keluarga, samar-samar ia mendengar mobil berhenti di halaman rumah dengan suara pengawal yang mengatakan bahwa Varel kembali.
“Selamat datang, Tuan Muda.”
Tentu saja hal itu membuat Bryan benar-benar terkejut hingga tak sadar ia segera melemparkan remote dan berlari untuk menyembunyikan diri dari serangan singa buas yang baru saja tiba.
“Oh ****, apa dulu Kak Varel pernah menjadi pembalap juga? Bagaimana bisa ia sudah berada disini? Aku tidak akan diusir, kan?” gumam Bryan di tempat persembunyiannya.
*
*
*
__ADS_1