
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Sesampainya di hotel, semuanya pun bersiap-siap untuk tidur dengan Varo dan Lista yang harus tidur di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Varel dan Vania karena mereka tidak ingin tidurnya terganggu oleh tangisan kedua bayi. Untung saja Vania menyewa kamar hotel yang mempunyai dua tempat tidur luas di ruangan yang berbeda.
"Sayang" panggil Varel ketika Vania sudah selesai menyusui baby El.
Vania pun segera membaringkan dirinya disebelah sang suami yang sedang sibuk sendiri dengan laptopnya.
"Apa kau sibuk?" tanya Vania pelan.
Varel terkekeh. "Dimas mengirimkan sedikit berkas yang harus ku periksa dan hampir selesai. Ingin bercerita?"
Varel tau jika istrinya sudah ikut campur ketika melihat ia sibuk sendiri dengan laptop, hanya ada dua alasan yaitu ingin bercerita dan meminta suaminya segera tidur.
Vania tersenyum seraya mengangguk pelan. "Perbincangan dengan Varo."
Varel segera menggeser laptopnya dan menatap istrinya. "Bagaimana?"
"Hei, apa sudah selesai?" tanya Vania mengerutkan keningnya.
Varel terkekeh lalu mencium pipi sang istri yang membuatnya selalu gemas setiap saat. "Pembicaraan kita lebih penting, Sayang."
"Selesaikan dulu."
"Nanti saja."
"Astaga."
"Ayo lanjutkan, Sayang."
"Ah iya, Varo iri melihat Tian yang bisa memposting kebersamaan keluarga. Dia tidak berani memposting tentang kita karena takut dengan media karena dia tau Daddy nya orang yang sangat berpengaruh di kota."
"Lalu? Apa hubungannya?" tanya Varel heran.
"Netizen dan media, Sayang. Varo takut ada berita yang heboh ketika ia memposting semuanya. Aku sudah memberikan pengertian padanya namun aku tau bahwa dia tidak akan berani untuk mempostingnya" ucap Vania yang membuat Varel segera mengambil ponselnya.
"Dia akan berani jika aku yang memulainya" ucap Varel tersenyum tipis.
__ADS_1
Tangannya dengan lincah menari di atas layar ponsel, mencari foto kebersamaan keluarga nya yang diabadikan tadi dan mempostingnya di sosial media miliknya pribadi.
Fernndzz.Vrll_ "Queen and angels in my life❤️."
Vania terkejut karena ini pertama kalinya Varel memposting sesuatu di sosial media nya yang kosong melompong seperti akun hantu dan bahkan itu foto keluarga kecil mereka.
"Sayang, bagai—"
"Aku jarang membuka sosial media apapun jadi aku tidak tau jika hal seperti ini cukup penting untuk diperlihatkan" ucap Varel terkekeh pelan.
"Bagaimana dengan semuanya?" tanya Vania yang sedikit takut akan respon para netizen.
Cup.
"Jangan pikirkan yang lain. Kau juga bebas memposting apapun asal jangan foto ini" ucap Varel seraya menunjukkan layar ponselnya yang masih menyala pada sang istri.
Plak.
"Dasar mesum!" ketus Vania dengan raut wajah yang kesal membuat Varel benar-benar tertawa kencang.
Bagaimana tidak? Varel memperlihatkan foto kebersamaan keduanya yang hanya ditutupi selimut tebal. Tentu saja readers tau apa yang baru saja mereka lakukan saat foto tersebut diabadikan.
Vania dengan segera mengambil ponselnya lalu mengecek sosial media milih sang suami dan senyumnya mengembang ketika melihat postingan itu.
"Kau juga pasti takut, kan?" tanya Varel yang membuat Vania hanya tersenyum seraya menggaruk tengkuknya.
"Bukan takut, hanya menghindar dari berita" ucap Vania pelan.
Varel menghela nafas seraya mengelus pucuk kepala yang istri. "Jangan takut dengan apapun, kau istriku jadi aku tidak peduli dengan berita sialan yang akan keluar nantinya."
"Ah, ternyata menjadi istri seorang yang sangat berpengaruh cukup misterius ya" ucap Vania terkekeh pelan.
"Ayo posting sekarang."
Vania menatap sang suami dengan tatapan aneh. "Untuk apa?" tanya Vania mengerutkan keningnya.
"Posting saja fotoku dengan caption suami tampan" ucap Varel terkekeh.
"Tidak."
"Hei, kenapa seperti itu?" tanya Varel tidak terima.
"Jangan memamerkan apa yang kau miliki."
__ADS_1
"Astaga."
*****
Varo yang sedang membuka sosial media pun terkejut ketika melihat postingan Varel muncul di beranda nya membuatnya seketika sadar bahwa Vania pasti sudah menceritakan apa yang ia rasakan.
"Apa aku terlihat seperti sedikit memaksa?" gumam Varo pelan.
Sebenarnya, ia sangat merasa bersalah ketika mengutarakan perasaan yang ia rasakan kepada Vania karena menurutnya ia sungguh tidak pantas untuk sekedar memamerkan keluarganya yang hanya keluarga angkat.
Namun, ucapan Vania tadi membuatnya kembali berpikir bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Ia hanya ingin membagikan hal yang membuatnya senang seperti membagikan kebersamaan keluarganya dan apa yang salah dengan itu?
Segera, tangan mungil tersebut menari dengan lincah diatas layar ponsel yang masih menyala. Varo mencari foto dirinya dan Vania yang pernah mereka abadikan bersama lalu mempostingnya.
Alvrfrndzz "I am so love u, Mom.❤️"
Ada senyum yang terlihat di wajah Varo ketika postingan itu berhasil terkirim.
"Ah, ternyata bahagia itu sederhana" ucapnya pelan.
*****
Pagi hari pun tiba dimana semua orang sudah berkumpul untuk sarapan bersama dengan Varel yang sudah duduk santai bersama baby Al.
"Mommy, apa Koko boleh memposting seperti itu?" tanya Lista pelan saat dirinya melihat postingan Varo malam kemarin.
Ucapan Lista memang pelan namun terdengar jelas oleh semua orang sehingga membuat Varo seketika menunduk.
Varel yang melihatnya pun langsung mengelus pucuk kepala anak lelakinya. "Memangnya postingan Koko ada yang salah?" tanya Varel yang membuat Lista seketika menggeleng cepat.
"No, hanya saja selama ini kan Mommy dan Daddy tidak pernah memposting seperti itu jadi Koko dan Cici juga tidak berani mempostingnya" ucap Lista tanpa sadar.
"Mengapa tidak berani? Bukannya Cici sendiri yang mengatakan bahwa kita harus memposting hal yang membuat kita senang?" tanya Varel yang membuat Lista mengangguk pelan.
"Apa masalah postingan belum selesai?" tanya Vania terkekeh pelan.
"Dengarkan Daddy, ya. Kalian bisa dengan bebasnya memposting apapun termasuk menyangkut kebersamaan kita" ucap Varel mengakhiri sesi postingan.
*
*
*
__ADS_1