Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Masih Berlanjut


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Aurora terbangun dari tidurnya saat baru saja sekitar satu sampai dua jam tertidur. Varo benar-benar mengganggu waktu istirahatnya malam itu dimana akan ada saja yang ia lakukan untuk menghukum Aurora.


Karena merasa sangat tidak adil, Aurora segera menghubungi nomor telepon yang dipakai Varo untuk berkomunikasi dengannya beberapa kali.


Berkali-kali ia menelepon hingga kesal, namun nyatanya nomor ponsel itu tidak terdaftar membuat Aurora semakin emosi dibuatnya.


"****! I won't let it" ucap Aurora dengan wajah kesal.


Dengan segera Aurora mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Do it now."


*****


Sebenarnya, jauh dalam lubuk hati Sekretaris Dim, ia sangat penasaran karena sampai sekarang ia belum mengetahui siapa dalang dibalik teror kepada Aurora semalaman itu.


Pikiran Sekretaris Dim terbagi ketika melihat Anna masuk ke dalam ruangannya dengan membawa beberapa berkas.


"Tuan Dimas, ini laporan bulanan yang anda minta" ucap Anna dengan sopan.


Anna memang selalu menjaga sopan santun ketika sedang berada di lingkungan kantor. Walaupun hubungannya dengan Sekretaris Dim terlihat sangat dekat, Anna tidak ingin terlihat tidak sopan karena memang Sekretaris Dim memiliki jabatan yang sangat tinggi di kantor tempatnya bekerja.


Sekretaris Dim yang melihat Anna menunduk sopan pun terkekeh pelan. "Hei, tidak ada siapa-siapa disini" ucap Sekretaris Dim tertawa.


Anna mendongak dan menatap pria dihadapannya. "Tentu saja aku harus tetap sopan" ucap Anna.


Mereka pasti akan memperdebatkan hal ini walaupun Sekretaris Dim sudah berkali-kali meminta Anna untuk bersikap biasa saja di hadapannya, namun Anna tidak pernah mendengar apapun yang diucapkannya.


Sebenarnya, Anna bisa saja bersikap biasa saja di hadapan Sekretaris Dim terlebih ketika mereka hanya berdua dalam satu ruangan, namun Anna takut jika tiba-tiba ada yang masuk dan mendengar bahwa ia tidak sopan dengan tangan kanan Tuan Muda tersebut. Anna tidak mau hubungannya dengan Sekretaris Dim menjadi topik perbincangan para karyawan.

__ADS_1


*****


Hari ini, Vania benar-benar tidak diizinkan lagi untuk keluar rumah karena suami posesif nya tidak ingin ia terkena teror lagi.


Seperti yang diketahui bahwa Vania adalah wanita yang sangat ceria, tentu saja saat dikurung dirumah membuatnya sedikit bosan karena ia tak tau harus melakukan apapun.


Kedua anaknya yang besar sedang bersekolah, kedua anaknya yang kecil sedang tidur dengan pulas, anjing peliharaannya sedang dirawat di rumah sakit hewan karena sedang sakit, dan tidak ada siapapun di rumah karena semua orang sedang berada di luar.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Vania pelan seraya menatap kedua anaknya yang benar-benar tidak terbangun.


Saat ini memang ia sedang membawa kedua anaknya untuk duduk di halaman belakang seraya menatap pemandangan taman.


Saat melihat Nona Muda mereka yang sedang bosan, salah satu pelayan berjalan mendekat. Tentu saja dengan menunduk dan tidak berani menatap Vania.


Ah, sepertinya peraturan baru dari Tuan Muda masih berlaku juga untuk pelayan wanita. Setelah mendengar Varel menjelaskan tentang peraturan baru, jangankan pelayan pria, pelayan wanita saja tidak berani untuk sekedar menatap Nona Muda mereka.


Vania pun hanya bisa menerima dengan terpaksa peraturan baru dari sang suami karena ia tidak bisa berkata apapun tentang kelakuan Varel yang semakin hari semakin di luar akal sehat manusia.


"Permisi, Nona Muda" ucap salah seorang pelayan yang mendekat.


Vania tersenyum tipis. "Ada apa?"


Vania terkekeh pelan karena sepertinya raut wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa dirinya sangat bosan sekarang. "Ah, tidak ada. Aku memang sedikit bosan tapi masih bisa teratasi. Tolong buatkan jus mangga saja" ucap Vania tersenyum tipis.


Tidak butuh waktu lama, pelayan tersebut segera pamit ke dapur untuk membuat pesanan Nona Muda mereka. Sedangkan, Vania kembali fokus menatap wajah kedua anaknya yang benar-benar tertidur dengan sangat pulas.


"Mereka benar-benar seperti Daddy nya" gumam Vania terkekeh.


Karena terlalu fokus dengan kedua anak kembarnya, Vania tidak menyadari bahwa akan ada bahaya yang semakin mendekati mereka dan bisa saja menyakiti mereka secara tiba-tiba.


"Aakhh! Tolong! Siapapun tolong!"


Dengan segera Vania berteriak meminta tolong dan mendorong kereta kedua bayinya menjauh.


"Tolong! Siapapun tolong kemari!"


Lagi-lagi Vania harus berteriak agar para pelayan dan para pengawal yang ada segera mendatangi mereka hingga butuh waktu beberapa menit untuk orang-orang mendekatinya.

__ADS_1


Siapapun akan terkejut melihat seekor ular yang sangat besar sedang mendekat ke arah Vania dan kedua anaknya.


"Astaga!"


Semua orang benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa seekor ular masuk ke halaman belakang yang setiap hari dibersihkan, bahkan oleh beberapa orang sekaligus?


Bukan hanya itu saja, pelayan yang dimintai tolong untuk membuatkan jus mangga pun kembali dengan berita buruk yang mengatakan bahwa di ruang keluarga, foto keluarga Fernandez tiba-tiba meledak dan hancur berkeping-keping bersamaan dengan miniatur Fernandez Group yang memang dipajang di sudut ruangan.


Semua orang terkejut mendengarnya dan mulai berpikir apa yang terjadi dengan rumah utama? Bagaimana bisa seorang penyusup masuk ke rumah Tuan Muda dan mulai meneror semua orang?


Setelah cukup lama membersihkan kekacauan yang terjadi, Vania ditemani oleh beberapa pelayan kembali ke kamar utama untuk menenangkan dirinya yang masih shock.


"Nona Muda, tolong tenanglah. Pak San sudah mengabari Tuan Muda" ucap salah seorang pelayan yang memberanikan diri untuk menenangkan Vania.


"Mengapa semuanya bisa terjadi? Ya Tuhan, anak-anakku.. Hampir saja aku mencelakakan mereka"


Vania segera memeluk kedua anaknya yang terbangun akibat teriakannya saat meminta tolong. Ia benar-benar takut jika hal buruk terjadi pada keluarganya yang bisa mengancam nyawa.


Sungguh, Vania tidak tau apa yang terjadi sehingga ia pun mendapat kekacauan ini. Ia merasa tidak mempunyai masalah dengan orang lain terutama dengan Aurora, tapi mengapa ia harus merasakan semuanya.


*****


Varel yang saat itu baru saja kembali dari restoran untuk bertemu rekan bisnisnya bersama Sekretaris Dim dan Anna pun terkejut mendengar berita bahwa ada kekacauan yang terjadi di rumah utama dengan posisi istrinya berada sendiri di sana.


Dengan langkah yang sangat cepat, Varel berlari kembali ke mobil untuk segera kembali ke rumah utama bertemu dengan istrinya. Walaupun Pak San sudah mengabari bahwa istrinya baik-baik saja, namun Varel tetap ingin memastikan dengan sendirinya.


Di tengah perjalanan, ponsel Varel berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Sekretaris Dim.


"Ada apa, Dim?"


"K-kak.. baby Al dan El dibawa ke rumah sakit sekarang."


Deg.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2