Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kejutan Untuk Lista


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Gedung Fernandez Group


"Pak San siapkan satu kamar tamu karena teman Lista dan kakaknya akan tinggal bersama kita"


"Baik Tuan Muda"


Tut tutt tuutttt.....


"Dim kau sibuk tidak?"


Astaga Tuan Muda, kau lihat aku sedang sibuk dengan laptop untuk apa kau menanyakannya lagi?-Dimas


"Tidak Tuan Muda"


"Kirim beberapa pengawal ke alamat yang ada di pelacak lokasi di mobil Vania untuk membantunya mengemasi barang-barang Echy dan kakaknya siapa tadi aku lupa namanya"


"Nike, Tuan Muda"


"Nah itu, eh sebentar dari mana kau tau namanya?"


tanya Varel mengerutkan kening


Ya Tuhan ada apa dengan Tuan Muda? Mengapa ia terlihat bodoh?-Dimas


"Tuan Muda aku sudah mencari latar belakang mereka"


"Oh. Cepat kirimkan orang-orang ku"


"Baik Tuan Muda"


*****


Baru saja Vania hendak masuk ke dalam kontrakan Nike, lagi-lagi langkahnya terhenti saat segerombolan pria mendekatinya


"Nona Muda?"


"Eh-maaf?"


"Kami diperintahkan Tuan Muda untuk membantu Nona Muda mengemasi barang-barang Nona Nike"


Astaga Varel, kau memerintahkan pengawal sebanyak ini?-Vania


"Tidak perlu Pak, kami bisa mengemasi nya sendiri"


"Tapi Nona kami harus melaksanakan perintah Tuan Muda"


Huh tentu saja, jika kalian tidak melaksanakannya aku tidak tau lagi apa yang akan ia lakukan terhadap kalian dan keluarga kalian. Katakanlah bahwa dia masih Tuan Muda yang kejam.-Vania


"Baiklah"


jawab Vania malas lalu membawa mereka masuk ke dalam kontrakan Nike setelah menceritakan semuanya kepada Nike.


*****


"Nike mengapa kau tidak berpamitan kepada Ibu Aini? Aku dengar dari Echy bahwa Ibu Aini yang sering menjemputnya tapi hari ini Ibu Aini sedang sakit"


"Sebenarnya Ibu Aini pagi tadi telah kembali ke kampung halamannya Nona karena suaminya sedang sakit parah, beliau tidak ingin membuat Echy sedih karena ia pergi maka dari itu aku mengatakan bahwa beliau sedang sakit"


"Lalu bagaimana dengan teman-teman Echy dilingkungan?"


"Echy tidak pernah mempunyai teman karena anak-anak mengatakan bahwa Echy anak yatim piatu dan miskin"


lirih Nike menunduk


"Ya Tuhan benarkah?"


"Iya Nona, maka dari itu sejak pertama kali Lista bersekolah Echy sangat senang karena Lista mengajaknya berteman, ia selalu menceritakan kepada saya bahwa Lista selalu membagikan bekalnya Nona"


ucap Nike tersenyum kecil


"Benarkah? Lista juga senang bersahabat dengan Echy, nanti aku akan menyekolahkan mereka ditempat yang sama"


"Nona terima kasih banyak untuk segala kebaikan Nona terhadap saya dan adik saya.


Saya selalu berdoa agar Nona selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan"


ucap Nike tulus


"Amin terima kasih Nike"


Tak berapa lama mata Nike menangkap sebuah foto yang menggantung di sebelah cermin


"No-nona apa saya boleh bertanya?"


"Hei mengapa kau gugup? Bertanyalah"


ucap Vania terkekeh

__ADS_1


"A-apa suami Nona adalah Tuan Muda Varel? Maaf Nona saya tidak sengaja melihat foto pernikahan Nona"


ucap Nike yang membuat Vania menatap foto pernikahan yang digantung Varel didalam mobilnya


"Iya dia suamiku"


jawab Vania tersenyum


"Astaga, ja-jadi Nona adalah orang penting? Ya Tuhan maafkan saya Nona, saya tidak mengetahui bahwa Nona adalah istri dari penguasa di kota ini"


"Hei mengapa kau meminta maaf kau tidak salah"


"Ta-tapi Nona begitu baik terhadap saya padahal kita baru saja bertemu Nona"


lirih Nike menunduk


"Nike, kita sebagai manusia harus saling tolong menolong dan harus saling berbagi. Tuhan selalu memandang kita sama, Tuhan tidak pernah membedakan kita dari kekayaan dan statusnya"


"Nona tidak hanya cantik rupa tetapi hati Nona juga sangat cantik, saya sangat beruntung bertemu dengan Nona"


"Sudahlah aku tidak suka dipuji"


ucap Vania terkekeh membuat Nike tersenyum kecil


"Oh iya kau mulai besok berangkat sekolah diantar oleh Pak Adi ya bersama dengan anak-anak dan Bi Ijah, pulang sekolahnya Pak Adi bisa menjemputmu"


"Nona itu tidak perlu, kasihan Pak Adi sudah mengantar dan harus menjemput ku di sore hari. A-apa boleh aku pulang sekolah diantar ojek?"


"Boleh saja tapi berangkat sekolah kau harus tetap diantar Pak Adi dan tidak ada tapi-tapian"


ucap Vania yang mau tak mau Nike harus menurutinya.


*****


Halaman Rumah Keluarga Fernandez


"Ayo masuklah pasti anak-anak sedang bermain"


"Astaga Nona rumah anda besar sekali"


"Ini bukan rumahku tapi rumah Varel. Ayo masuk"


Vania pun membawa Nike masuk kedalam rumah yang sudah disambut oleh Pak San


"Selamat siang Nona Muda dan Nona Nike, Tuan Muda sudah memerintahkan saya untuk menyiapkan kamar Nona Nike dan Nona Echy, silahkan ikuti saya Nona"


Dengan ditemani Vania, Nike pun berjalan mengikuti arahan Pak San menuju kamar tamu


"Selamat beristirahat Nona Nike"


"Kau pasti bingung kan? Itu namanya Pak San dia kepala pelayan di rumah ini orang kepercayaan keluarga Fernandez. Jika kau ingin menanyakan berapa banyak pelayan di rumah ini aku tidak bisa memberitahumu karena aku pun tidak tau berapa banyak pelayan di rumah ini. Varel tidak pernah memberitahukan ku"


"Astaga"


ucap Nike menutup mulutnya dengan tangan


"Kau harus bersiap melihat kejutan-kejutan lainnya di rumah ini dan semoga kau betah"


"Terima kasih banyak Nona, kamar ini lebih luas dari kontrakan saya"


Kau tidak lihat saja di kamar utama, dari kamar mandi menuju tempat tidur saja aku lelah berjalan. Itu semua gara-gara Tuan Muda.-Vania


"Nike ayo aku ajak kau ke lantai atas ke ruang bermain, pasti anak-anak sedang berada di sana"


"Iya Nona"


Mereka pun berjalan menuju lantai atas dengan Nike yang masih menatap takjub semua pandangan rumah megah milik Tuan Muda Varel


*****


Ruang Bermain


"Hei anak-anak lagi main ya? Astaga Varo kamu kenapa?"


"Mom Varo dirias dede dan Echy"


rengek Varo mengadu membuat Vania tertawa


"Mommy kenapa tertawa?"


"Lihat benar kan kata Lista bang, Mommy pasti senang lihat abang yang sangat cantik"


ucap Lista memeluk Varo dengan erat


"Sebentar Mommy foto ya kirim ke Daddy"


ucap Vania terkekeh lalu dengan cepat mengambil kesempatan untuk mengabadikan riasan Lista dan Echy


"Astaga Mommy kenapa Varo difoto?"


"Karena kamu imut. Yasudah sekarang Varo cuci muka ya"


Varo pun berjalan dengan malas menuju kamar mandi meninggalkan Lista dan Echy yang tertawa

__ADS_1


"Lista, Mommy ada kejutan loh untuk Lista"


"Kejutan apa Mom?"


"Echy dan kak Nike akan tinggal bersama kita"


"Mommy serius? Jadi Lista bisa main bersama Echy setiap hari?"


"Tentu saja sayang, bahkan untuk berangkat sekolah pun kalian bersama-sama"


"Terima kasih Mommy"


teriak Lista lalu mencium pipi Vania berkali-kali


"Echy senang?"


"Senang tante, Echy senang bisa punya teman seperti Lista"


"Syukurlah kalau Echy juga senang"


"Kak Nike jadi Echy bisa tinggal bersama Lista?"


"Iya sayang, ayo berterima kasih kepada tante"


"Terima kasih ya tante"


"Sama-sama sayang"


ucap Vania tersenyum


"Mom boleh tidak kalau Echy tidur siang bersama Lista?"


"Boleh saja tapi jika malam hari Echy tidur bersama kak Nike ya kasihan nanti kak Nike nya sendirian"


"Aye-aye captain"


*****


Ruangan Presdir


"Astaga"


"Ada apa Tuan Muda?"


tanya sekretaris Dim berjalan mendekati Varel


"Tidak apa-apa Dim, hanya saja aku terkejut melihat ini"


Varel pun memperlihatkan foto Varo yang dirias oleh Lista yang baru saja Vania kirim kepadanya


"Ini siapa Tuan Muda?"


"Jangankan kau Dim, aku bahkan sempat tidak mengenalinya. Ini Varo"


"Astaga"


ucap sekretaris Dim menahan tawa


"Sepertinya Tuan Muda harus memberikan adik perempuan untuk Nona Kecil, jika tidak Tuan Kecil akan selalu disiksa"


Hem, benar juga ucapan Dimas tapi aku tidak mempermasalahkan jenis kelamin. Berapapun dan apapun jenis kelamin malaikat kecil yang Tuhan titipkan, aku akan dengan senang hati menerima dan menjaganya.-Varel


"Aku harus bekerja keras ya"


ucap Varel terkekeh


"Tuan Muda bagaimana dengan perjalanan dinas Tuan Muda ke luar kota tepat di hari ulang tahun Tuan Vandi?"


tanya sekretaris Dim mengingatkan


"Dim apa itu tidak bisa diwakilkan? Aku harus memperkenalkan Vania kepada publik"


Astaga!! Apa aku salah mendengar? Tu-Tuan Muda ingin memperkenalkan Nona Muda kepada publik? Ya Tuhan ini hubungan yang baik. Semoga Nona Muda bisa mengubah pribadi Tuan Muda.-Dimas


"Maafkan saya Tuan Muda, namun perjalanan kali ini sangat penting jika Tuan Muda yang hadir karena jika kita berhasil bekerja sama dengan klien, saham perusahaan akan melambung tinggi"


"Apa klien nya pria?"


"Tidak Tuan Muda, klien nya perempuan muda"


"Huh aku sangat tidak suka berurusan dengan klien perempuan"


ketus Varel kesal


Bagaimana tidak? Selama ia memimpin perusahaan, tak jarang klien wanita menggodanya terang-terangan bahkan ada yang pernah menjebaknya. Untunglah Tuan Muda itu sangat jenius dan tidak pernah tergoda dengan para klien nya


"Ajak sekretaris baru itu dan ingat kau harus selalu berada di dekatku. Jangan beri celah untuknya menggodaku"


Aku selalu melakukan itu Tuan Muda.-Dimas


"Baiklah Tuan Muda".


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2